Roy Suryo Jadi Menteri Berkat Jasa Wartawan


Banyak wartawan dan media melecehkan Roy Suryo, yang dianggap tidak punya kompetensi jadi Menpora. Tetapi sebenarnya media dan wartawan lah yang membesarkan Roy. Jika bukan karena pemberitaan media yang mempopulerkannya, Roy tidak bakal jadi anggota DPR, dan akhirnya jadi menteri.

Dalam arti positif, Roy adalah orang yang pintar "menjual diri." (Oh, jangan alergi dengan istilah "menjual diri," karena bukankah kita kalau melamar pekerjaan juga membuat CV, yang memuji prestasi diri sendiri, agar diterima bekerja di kantor bersangkutan? Itu kan strategi marketing pribadi atau semacam "menjual diri?").

Roy Suryo sangat mudah diakses wartawan, selalu terbuka (dia pernah memberikan 5 nomor HP sekaligus ke wartawan, sehingga selalu bisa dikontak. Tidak ada ceritanya wartawan gagal minta komentar Roy. Coba cari, ada tidak politisi yang begitu membuka akses seperti Roy?).

Ada kalangan IT yang komplain, kenapa sih media selalu mewawancarai Roy sebagai "pakar IT". Padahal banyak orang IT yang lebih pantas disebut "pakar IT" ketimbang Roy. Tetapi kita tahu, banyak wartawan memang "tidak mau repot". Mereka tidak mau pusing mencari siapa yang betul-betul pakar IT. Ketika di depan mata ada Roy Suryo, ya langsung saja mewawancarai dia.

Dalam beberapa hal tertentu, kemudahan akses ke Roy itu juga sama dengan politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Meskipun omongannya sering "kacau", Ruhut mudah diakses wartawan. Dia tidak menghindar kalau ditodong dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan dirinya (soal apakah jawabannya bermutu, itu soal lain).

Maka saya tersenyum saja, kalau membaca tulisan wartawan yang merendahkan Roy dan Ruhut, karena para wartawan lupa, sebenarnya merekalah yang membesarkan Roy dan Ruhut. Saya malah "kagum" pada Roy dan Ruhut, yang bisa memanfaatkan media untuk kepentingannya! -- Satrio Arismunandar, mantan wartawan Trans TV. 081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI