Mengapa Pahala Amal Kita Baru Diserahkan Nanti di Akherat, Tidak Sekarang Saja? (Ustadz Kreatif)


Ustadz saya selalu punya jawaban kreatif untuk menjawab banyak pertanyaan rumit. Salah satu yang ditanyakan adalah: Mengapa pahala amal ibadah kita itu baru dibagikan nanti di akherat? Kenapa tidak dibagikan tuntas saja sekarang di dunia, agar hidup kita jauh lebih nyaman?

Jawabnya: Karena dunia ini tidak akan sanggup menampung semua pahala tersebut.

Begini penjelasan teknisnya: Bukankah Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa pahala sholat sunnah 2 rakaat sebelum sholat Subuh itu "lebih baik dari dunia ini dengan seluruh isinya." Nah, jadi kalau Anda rajin sholat sunnah 2 rakaat sebelum Subuh dalam setahun saja, jadi anggaplah pahala Anda sudah = 365 hari X (bumi dengan seluruh isinya). Besar banget, bukan?

Itu baru pahala sholat sunnah sebeluh Subuh, belum menghitung pahala sholat sunnah lain (tahajud, witir, dhuha, Idul Fitri, Idul Adha, dll), sholat wajib 5 waktu, sholat Jumat, sedekah, haji, zakat, dzikir, jihad, dll. Dan itu baru untuk 1 orang Muslim saja untuk satu tahun. Jika umur Anda sampai 60 tahun, jumlah itu akan berlipat sekian puluh kali. Jika ada sekian miliar jumlah umat Islam di dunia, coba saja kalikan sendiri berapa besar total pahala itu.

Nah, jika semuanya "dijatuhkan" di bumi ini, bumi yang kecil dan tak berarti ini jelas tak akan sanggup dan muat untuk menampungnya! Jadi, kata Ustadz, itulah sebab dan penjelasan teknisnya mengapa sebagian besar pahala amal ibadah kita ditunda penyerahannya sampai nanti di akherat. Ya, ini perkiraan kita yang bodoh dan lemah ilmu. Tentu Allah SWT lebih mengetahui."

Satrio Arismunandar
Februari 2013

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)