Pengalaman Menguji di UKJ (Uji Kompetensi Jurnalis) AJI


Sampai hari Kamis, 14 Maret 2013, sudah tujuh kali AJI mengadakan uji kompetensi jurnalis (UKJ) di berbagai kota. Saya ikut sebagai penguji di beberapa UKJ. Februari 2013, AJI mengadakan UKJ di kota yang terbanyak jumlah anggotanya, Jakarta. Acara diadakan di Wisma Tirta, Pejompongan. Saya juga ikut di UKJ Semarang, Malang, Batam, dan insyaAllah pada 15-17 Maret 2013 ini UKJ di Makassar (UKJ yang kedelapan).

UKJ di Malang berlangsung pada 26-27 Januari 2013. Ini adalah UKJ kelima yang diselenggarakan AJI, diikuti 35 jurnalis dan alhamdulillah semuanya dinyatakan kompeten. Karena ada 6 penguji, tiap penguji dapat jatah menguji 5-6 jurnalis. Dibagi dalam kelompok-kelompok. Saya kebagian Kelompok 3.

Ada 6 jurnalis yang saja uji, dan semuanya dari media TV. Yaitu, Abdul Malik (kontributor Trans TV), Bambang Yulianto (kontributor Metro TV), Andreas Wicaksono (Kontributor Sindo TV), Yusuf Rahayu Hadi Saputro (kontributor TV One), Danu Sukendro (kontributor Indosiar), dan Dandy Koswaraputra (Senior Producer Al Jazeera TV).

Hari pertama, para peserta UKJ biasanya agak stres karena takut tak bisa menjawab pertanyaan. Suasana rasanya tegang. Hati pertama diisi materi teori, pengetahuan dasar jurnalistik, dan wawasan tentang profesionalisme, komunikasi massa, sejarah pers nasional dan media global, bahasa jurnalistik. Juga pemahaman tentang hukum pers.

Tetapi di hari kedua, suasana lebih cair. Di hari kedua, jatah ujian praktik, yakni simulasi rapat redaksi, mulai dari usulan topik sampai penentuan kebijakan redaksional. Lalu ada debat tentang sebuah kasus etika jurnalistik (kebetulan kasusnya betul-betul terjadi). Acara diakhiri dengan pembagian sertifikat keikutsertaan dan foto bersama.

Yang menarik, ada kehadiran beberapa teman dari IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Mereka hadir sebagai observer, jadi tidak ikut menguji dan juga tidak diuji. Teman-teman IJTI ingin "studi banding" bagaimana cara menyelenggarakan UKJ. Bedanya IJTI dengan AJI: Kalau IJTI, jelas anggotanya hanya jurnalis media siar (TV). Sedangkan anggota AJI mencakup semua jenis media: cetak, elektronik (TV dan radio), online. Artinya, modul yang disiapkan jadi lebih kompleks. UKJ adalah salah satu program AJI untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis Indonesia.

Satrio Arismunandar
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI