Dark Justice, Inikah yang Akan Muncul di Negeri Kita?


Di layar TV kita dulu ada film seri ini. Kisah seorang hakim yang karena keterikatan pada hukum atau sistem legalistik formal, terpaksa harus membebaskan penjahat-penjahat yang memang benar penjahat, tetapi tidak bisa dihukum karena kurang bukti, atau bukti yang cacat, atau sebab-sebab lain.

Pada siang hari, si hakim tampil senagai "tokoh putih" yang patuh hukum. Tetapi di malam hari, ia tampil berbeda sebagai "tokoh gelap" yang berusaha menegakkan keadilan dengan cara-caranya sendiri. Ia mengubah penampilan total. Tampil sebagai cowok kekar berambut gondrong, berjaket kulit hitam, mengendarai sepeda motor bermesin besar, dan mengejar bajingan-bajingan yang selama ini lolos dari kejaran hukum karena keterbatasan peraturan formal.

Jangan sampai, negara kita memunculkan figur-figur semacam ini, karena peraturan hukum formal terbukti gagal menjerat leher penjahat-penjahat besar, yang sekarang malang melintang tanpa tersentuh hukum.

Saya paling suka ungkapan yang selalu diulang-ulang di akhir setiap episode film seri ini, ketika si penjahat sudah ditaklukkan oleh si hakim: "Justice is blind, but it can see in the dark."

Jakarta, 5 April 2013
Satrio Arismunandar
HP: 081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)