Pemred RCTI Arief Suditomo Jadi Caleg Hanura


Arief Suditomo, yang selama ini dikenal Pemimpin Redaksi RCTI, dikabarkan maju sebagai caleg partai Hanura. Mengingat boss-nya pemilik grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, sudah bergabung ke Hanura yang dipimpin Wiranto, bisa dipahami bahwa Arief mungkin "sulit menolak" imbauan dari bossnya, jika si boss meminta Arief ikut mendukung langkah Hary di Hanura.

Apapun alasannnya, baik atas inisiatif sendiri ataupun diminta oleh pihak luar, majunya seorang wartawan aktif menjadi calon legislatif (masuk ke arena politik praktis) jelas problematik dan sangat berpotensi memunculkan konflik kepentingan. Secara kode etik jurnalistik, pasti bisa menimbulkan masalah. Saya yakin, Arief pasti sangat memahami hal ini.

Organisasi profesi seperti AJI, dengan tegas melarang anggotanya menjadi pengurus atau anggota (bukan sekadar simpatisan) partai politik. Saya belum tahu penyikapan PWI atau IJTI. Waktu saya masih bekerja di Harian Kompas (1988-1995) dan Trans TV (2002-2012) dulu, si wartawan yang jadi caleg minimal harus cuti di luar tanggungan ketika musim kampanye, sehingga tidak mempengaruhi pemberitaan.

Sekarang kabarnya Kompas sudah menerapkan aturan yang lebih ketat. Si orang bersangkutan akan disuruh memilih, mau jadi politisi atau mau jadi wartawan. Tidak bisa merangkap. Di RCTI, mungkin tidak jadi masalah sejauh pemilik RCTI, Hary Tanoe sendiri merestui, bahkan mendorong wartawan senior andalannya untuk terjun berpolitik. Tinggallah sekarang, bagaimana para insan media lain menyikapi, karena para pimpinan media sepatutnya memberikan keteladanan.

Jakarta, April 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI