Posts

Showing posts from May, 2013

Surat Terbuka dari Hollywood untuk KPK, dengan Tembusan ke PKS, Pemerintah, LSF, KPI, dan lain-lain

Image
(Terjemahan bebas) Kepada Yth. Pimpinan KPK di Indonesia.

Kami mendapat amanat dari insan perfilman Amerika untuk mohon bantuan Anda. Tolong dalam pengusutan kasus korupsi, apapun kasusnya, segera diselesaikan tanpa terlalu banyak bumbu yang sensasional (seperti kasus pria broker politik yang punya hubungan dengan 45 wanita, atau wanita muda belia yang dijadikan istri simpanan politisi, yang terus ternyata terkait dengan agen BIN, intel Australia, dsb).

Kasus yang Anda tangani ternyata jauh lebih dahsyat daripada skenario film-film action, drama politik, thriller, dll yang kami produksi di Amerika. Banyak penulis script di negara kami yang terancam di-PHK, karena karya mereka sekarang ditolak oleh para producer di Paramount, Universal, 20th Century Fox, Warner, Sony Pictures, Disney, dan lain-lain karena dianggap sudah tidak dramatis lagi. Kalah dramatis jauh dengan kasus-kasus korupsi yang Anda tangani.

Contoh lain, jika seorang jenderal di US Army ketahuan korupsi US$ 100.000 sa…

Kasus Suap Kuota Daging Sapi Impor yang Menimpa PKS, Kini Bergulir jadi "Bola Liar"

Image
Itulah yang terjadi sekarang. Ini bak film atau sinetron murahan yang ceritanya makin tidak fokus, makin aneh, dan muncul pemeran-pemeran baru yang nggak jelas juntrungannya. Mulainya dari tuduhan suap untuk menambah kuota daging sapi impor. Di sini kesannya serius. Lalu ada bumbu perempuan muda (cuma satu digerebek KPK di hotel). Masih lumayan serius.

Eh, lalu merembet dan melebar jadi 45 perempuan yang konon kecipratan duit haram, hasil kongkalikong politisi dan tokoh parpol LHI, broker AF, birokrat S, dan perusahaan swasta. Di sini masuk warna infotainment yang kental, seperti kisah Eyang Subur dengan 8 istrinya.

Terakhir, untuk melengkapi infotainment agar makin syuurrr, hadirlah DM, seorang siswa SMK usia belia, yang konon jadi istri simpanan LHI. Terakhir, wartawan Jawa Pos menulis, rumah kontrakan yang disewa DM ternyata milik Saut Situmorang, anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang pernah bertugas di KBRI di Australia.

Lho, bukankah AF, sahabat dekat LHI juga sempat ditu…

Banyak Jurnalis di Bandung Alami Gejala Depresi dan Sindrom Pasca Trauma

Image
Selasa malam (21 Mei 2013), ada diskusi rutin yang diselenggarakan sebuah organisasi jurnalis di Bandung. Kali ini tema diskusinya Manajemen Stres Bagi Jurnalis, dgn nara sumber Dr. Teddy Hidayat dr Bagian Psikiatri RSHS Bandung.

Dr. Teddy membagikan semacam kuesioner kepada 15 jurnalis berisi 29 pertanyaan yang terkait dengan depresi dan sindrom stres pasca trauma. Hasilnya: 8 dari 15 jurnalis (atau 53,3 persen) mengalami gejala depresi dan 13 dari 15 (atau 86,7 persen) mengalami sindrom stres pasca trauma. Dan semuanya dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan psikiatri.

Kata Dr. Teddy, secara umum populasi masyarakat stres di Jawa Barat paling tinggi se-Indonesia, dengan 20 persen populasi mengalami stres. Tetapi dia mengaku terkejut melihat populasi jurnalis yang stres lebih tinggi dari 50 persen.

Dia menyarankan jurnalis segera melakukan manajemen stres, terutama langkah pencegahan, antara lain:
1. Istirahat yang cukup
2. Makan teratur dengan menu sehat
3. Liburan
4. Luang…

Mengapa Kecaman Terhadap PKS atau Pimpinannya Tidak Masuk ke Hati Warga PKS?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa sekian kritik, kecaman, dan ungkapan ketidaksukaan yang dilontarkan terhadap PKS ataupun person-person tertentu di kepemimpinan PK (LHI) di media sosial atau Facebook seolah-olah membentur tembok, dan tidak masuk ke hati warga PKS?

Apakah warga PKS itu bodoh, tidak kritis, atau tidak punya akses memadai ke media sosial? Jawabannya jelas tidak sesimpel itu. Saya akan melihatnya dari aspek ilmu komunikasi. Ada beberapa faktor sebenarnya, tapi saya di sini hanya akan membahas dari satu faktor kecil saja.

Yaitu, beberapa bentuk serangan terhadap PKS itu secara visual menunjukkan ketidakpekaan terhadap "rasa keislaman" para kader PKS dan simpatisan, yang harus diakui memang banyak yang masih murni. "Murni" yang dimaksud di sini artinya dukungan mereka pada PKS bukan karena mereka mendukung korupsi atau kelakuan bejat sejumlah elite PKS, tetapi justru karena mereka sangat yakin bahwa seburuk-buruknya PKS re…

Hidup Kita Sekarang Terasa Lebih Aneh dari Fiksi

Image
Hidup di Indonesia ternyata lebih aneh dari fiksi atau sinetron... (stranger than fiction, kata orang Inggris). Sejauh yang saya tahu, belum ada tuh film nasional atau sinetron di layar TV kita, yang mengisahkan hubungan seorang tokoh pria dengan sekitar 45 perempuan, yang disuapnya dengan uang hasil broker politik, mengambil fee dari praktik suap yang melibatkan pengusaha swasta, birokrat, dan politisi partai politik.

Atau suami yang sudah tua bangka punya istri 8, dan semua istri kompak tidak mau dicerai meski dikecam dari kanan-kiri. Terus ketika sebuah organisasi ulama Islam meminta lelaki tua ini untuk menceraikan 4 istrinya (agar hanya tersisa 4, jumlah maksimal yang diperbolehkan menurut syariat), para istri justru bilang akan menggugat secara hukum organisasi ulama tersebut!

Juga belum ada sinetron/film produksi Indonesia, Bollywood atau Hollywood yang mengisahkan seorang polisi pangkat rendahan bisa punya simpanan sebesar Rp 1,5 trilyun. Jumlah yang sangat fantastis. Kalau a…

Kepentingan Amerika dan Prospek Bangkitnya "Nasakom Baru" di Indonesia

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Banyak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangan ini merasa gusar, karena merasa dipojokkan secara berlebihan di media. Mereka menuding telah terjadi "konspirasi Amerika, Australia, kaum Zionis, sekuler, dan kelompok anti-Islam di Indonesia," dalam merebaknya kasus suap terkait kuota daging impor, yang menghantam keras PKS. Tudingan mereka yang terkait dengan AS bukannya tanpa alasan, tetapi tudingan itu hanya mengangkat sebagian kebenaran.

Ada banyak hal yang belum terungkap tentang kepentingan AS di Indonesia, dan kekhawatiran AS tentang prospek ancaman terhadap kepentingannya tersebut. Secara umum, Indonesia adalah aset penting bagi AS dalam konstelasi global saat ini. Posisi geografis Indonesia, yang berada di antara dua benua dan dua samudera, sangat strategis buat lalu-lintas pelayaran dan tanker minyak. Sumberdaya alam yang banyak, dan jumlah penduduknya yang besar sebagai pasar, tidak bisa diabaikan.

Status Indonesia sebagai negara d…

Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Panggung politik Indonesia minggu-minggu terakhir ini kembali “dimeriahkan” dengan geger kasus korupsi, yang menimpa para elite partai politik. Setelah Partai Demokrat menjadi bulan-bulanan di media massa akibat kasus korupsi Hambalang, kini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkena imbas kasus suap terkait kuota daging impor.

PKS dihantam oleh isu korupsi, dengan tuduhan bahwa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) mencoba mempengaruhi kader PKS di pemerintahan, Menteri Pertanian Suswono, untuk mengatur kuota daging impor demi perusahaan swasta tertentu. Sesudah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat, membuat LHI ditahan, para petinggi PKS lain pun mulai diperiksa. Bahkan, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin --yang dianggap sebagai tokoh kunci di belakang setiap kebijakan strategis PKS-- juga diperiksa.

Ini suatu ironi, karena PKS menjadi besar sebagian disebabkan semangat antikorupsi yang ditserukan oleh para elite PKS dalam setiap kam…

Seminar Nasional - Redenominasi dan Upaya Penguatan Rupiah (Siaran Pers)

Image
SIARAN PERS:

Seminar Nasional
“REDENOMINASI DAN UPAYA PENGUATAN RUPIAH”

Kamis, 23 Mei 2013
Auditorium Kwik Kian Gie School of Business


Depresiasi rupiah merupakan salah satu tantangan terberat yang menghadang ekonomi makro Indonesia dua tahun mendatang. Neraca Perdagangan yang defisit, cadangan devisa yang menurun, potensi inflasi tinggi, beban utang, pesta demokrasi 2014 dan fakta bahwa arus masuk dana asing yang didominasi oleh hot money, bisa menjadi pelatuk kerontokan rupiah lebih jauh.

Penurunan berkelanjutan tersebut sangat serius. Boleh jadi ia merupakan gejala transmisi krisis global yang merembes ke dalam perekonomian Indonesia. Namun itu tidak bisa dijadikan dalih, karena salah satu target ekonomi Indonesia adalah tetap menjaga pertumbuhan yang sehat di tengah tren global yang tidak menguntungkan. Jangan lupa, sejarah membuktikan, krisis ekonomi bermuasal dari krisis keuangan, dan salah satu bentuk krisis keuangan yang paling parah adalah hilangnya kepercayaan terhadap mata…

Jurnalisme Itu Seperti Mengupas Bawang

Image
"Jurnalisme itu seperti mengupas bawang!" Demikian dikatakan seorang tokoh dalam film serial Remington Steele. Suatu masalah dikupas, lalu dikupas lagi, digali lagi, dikupas lagi, digali lagi, dikupas lagi, dan berulang-ulang teruuusss begitu.

Sampai akhirnya, ketika semua lapisan sudah habis dikupas, apa yang Anda peroleh? Kosong. Tidak ada apa-apa di dalamnya.


Jakarta, 16 Mei 2013
Satrio Arismunandar

Tiga Tingkatan Kesabaran (Akhlak), Ketika Mobil Anda Ditabrak Orang Lain

Image
Insiden lalu lintas, mulai dari serempetan sampai tabrakan, bukan hal yang aneh terjadi di kota-kota besar, yang lalu lintasnya sangat padat seperti Jakarta. Nah, jika suatu ketika mobil Anda ditabrak oleh mobil orang lain di jalan, hal ini tentu bukan insiden yang disengaja (siapa sih yang ingin sengaja menabrak atau suka mobilnya ditabrak?). Tetapi, dalam situasi itu, bagaimana cara Anda bereaksi terhadap insiden itu menunjukkan tingkatan kesabaran atau seberapa mulia akhlak Anda.

Tingkatan pertama, adalah tingkatan kesabaran yang biasa/proporsional. Tidak tercela, tetapi juga tidak luar biasa. Ketika mobil Anda tertabrak, Anda tentu berhak minta ganti rugi pada si penabrak (walau dia tidak sengaja). Nah, dalam kasus ini Anda minta ganti rugi persis sebesar biaya perbaikan mobil yang harus dikeluarkan, tidak lebih satu sen pun.

Hati-hatilah, dalam situasi ini awalnya Anda adalah korban. Namun, bisa muncul bujukan setan sehingga sang korban pun tergoda untuk melakukan kedzaliman. M…

Anak Sangat Haus Pelukan dan Kasih Sayang

Image
Anak sangat membutuhkan kasih sayang, dan pelukan merupakan ekspresi kasih sayang. Anda mungkin akan merasa lebih jelas akan arti kasih sayang dengan melihat foto ini. Ini adalah seorang bocah Irak yang tinggal di panti asuhan, karena kedua orangtuanya sudah meninggal. Mungkin akibat konflik berkepanjangan di negeri itu pasca invasi Amerika ke sana, entahlah.

Anak ini begitu haus kasih sayang ibu (yang tidak lagi diperolehnya), sehingga ia menggambar figur seorang ibu dan lalu tidur di "dekapan penuh kasih sayang" dari gambar ibu yang ia bikin sendiri itu.... Mengharukan sekali.

Saya pernah mendengar kisah mirip ini dari ibunda saya, ketika beliau mengunjungi Yayasan Sayap Ibu, sebuah yayasan independen di Jl. Barito II No.55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Yayasan ini mengasuh, merawat, mendidik, menyantuni, serta memberikan masa depan bagi anak-anak terlantar. Baik yang tidak diketahui siapa orangtuanya (banyak anak hasil hubungan gelap yang ditinggal di rumah sakit, a…

Pertanyaan "Jebakan" dari Penghulu di Acara Akad Nikah

Image
Dalam acara akad nikah, sesudah akad biasanya penghulu suka mengajukan "pertanyaan jebakan." Tujuannya mungkin sekadar mencairkan suasana, agar tidak terlalu tegang. Walaupun "pertanyaan jebakan" ini sudah sering diajukan di berbagai akad nilkah, tetap saja banyak yang terjebak dan salah menjawab. Entah karena gugup, terlalu serius, atau sedang dalam kondisi emosional tertentu.

Adikku, Nugroho, yang melangsungkan akad nikah pada 7 April 2013 pun sempat "terjebak."
Persis sesudah pembacaan akad selesai, si penghulu lalu bilang begini, "Saya mau menanyakan serius nih pada mempelai pria. Tolong dijawab dengan jujur. Apakah Anda ini sudah pernah menikah?"

Spontan langsung adikku menjawab: "Tidak!"

"Lho, yang barusan kita lakukan tadi kan sudah selesai akad nikah. Jadi yang di samping Anda itu sudah jadi istri Anda sekarang. Kalau dulu belum boleh diapa-apain, sekarang sudah bebas..." kata si penghulu. Dan gerrr... para hadirin …

Menggantikan Almarhum Ayah di Pernikahan Adikku, Nugroho Arismunandar, 7 April 2013

Image
Alhamdulillah, akhirnya tunai sudah salah satu tugasku, sebagai anak tertua di keluarga. Sesudah ayahku Kolonel TNI-AU Wiharto Arismunandar wafat karena stroke pada Agustus 1989, aku bertugas menggantikan posisi beliau sebagai wakil keluarga, mendampingi ibunda, jika ada adikku yang melangsungkan pernikahan.

Itulah yang terjadi pada Minggu, 7 April 2013 lalu. Adikku Nugroho, yang lulusan Sastra Rusia/Slavia FSUI (sekarang FIB-UI) menikah dengan teman lamanya, Sandra Kartika (lulusan Sastra Inggris FSUI, yang sekarang bekerja di sebuah majalah di Jakarta).

Akad dan resepsi diadakan di sebuah gedung dekat Jatiwaringin-Pondek Gede. Atas kehendak kedua mempelai, resepsi diadakan secara relatif sederhana dengan jumlah undangan terbatas. Ini momen yang mengharukan, saat-saat langka ketika semua anggota keluarga berkumpul. Adikku lainnya: Subagio Istiarno, Susanto, Sutini, dan Wuryanti. Wuryanti yang tinggal di Semarang juga datang ke Jakarta khusus untuk acara ini. ***

Jakarta, April 201…

Wartawan, Kaum Profesional yang Sekaligus Juga Buruh

Image
Apakah wartawan atau jurnalis itu buruh? "Oh, bukan. Kami kaum profesional. Jangan samakan kami dengan pekerja pabrik atau kuli di proyek pelebaran jalan itu," ujar seorang wartawan. Berdasarkan pengalaman saya memberi materi di berbagai pelatihan jurnalistik, khususnya di luar Jakarta, tidak jarang saya menerima tanggapan seperti ini.

Banyak wartawan menolak disebut buruh. Bayangan mereka tentang "buruh" adalah pekerja kasar yang bekerja di pabrik garmen, sopir/kenek bus kota, kuli yang terlibat dalam proyek konstruksi, dan sebagainya. Tidak pernah terbayang oleh mereka bahwa "buruh" itu mungkin selalu tampil necis dengan jas bermerek dan dasi, tampil cantik, glamour, dan menawan di layar televisi, bergaul dengan para pesohor/selebritas, dan semacam itu.

Mereka terbuai dengan sebutan "kaum profesional." Padahal, kalau dilihat dari definisi di undang-undang, seharusnya semua wartawan --mulai dari reporter, camera person, associate producer, pro…