Banyak Jurnalis di Bandung Alami Gejala Depresi dan Sindrom Pasca Trauma


Selasa malam (21 Mei 2013), ada diskusi rutin yang diselenggarakan sebuah organisasi jurnalis di Bandung. Kali ini tema diskusinya Manajemen Stres Bagi Jurnalis, dgn nara sumber Dr. Teddy Hidayat dr Bagian Psikiatri RSHS Bandung.

Dr. Teddy membagikan semacam kuesioner kepada 15 jurnalis berisi 29 pertanyaan yang terkait dengan depresi dan sindrom stres pasca trauma. Hasilnya: 8 dari 15 jurnalis (atau 53,3 persen) mengalami gejala depresi dan 13 dari 15 (atau 86,7 persen) mengalami sindrom stres pasca trauma. Dan semuanya dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan psikiatri.

Kata Dr. Teddy, secara umum populasi masyarakat stres di Jawa Barat paling tinggi se-Indonesia, dengan 20 persen populasi mengalami stres. Tetapi dia mengaku terkejut melihat populasi jurnalis yang stres lebih tinggi dari 50 persen.

Dia menyarankan jurnalis segera melakukan manajemen stres, terutama langkah pencegahan, antara lain:
1. Istirahat yang cukup
2. Makan teratur dengan menu sehat
3. Liburan
4. Luangkan waktu untuk hobi
5. Kurangi kejenuhan bekerja dengan melakukan liputan yang disukai dan lebih bermakna
6. Luangkan waktu bersama keluarga

Jika langkah-langkah itu tidak dapat dilakukan, dapat ditempuh dengan cara lain, yaitu menerima dan melakukan dengan ikhlas pekerjaan sebagai jurnalis, dan yakinkan diri kalau pekerjaan ini membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

(dikutip dari ajisaja@yahoogroups.com)

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)