Kasus Suap Kuota Daging Sapi Impor yang Menimpa PKS, Kini Bergulir jadi "Bola Liar"


Itulah yang terjadi sekarang. Ini bak film atau sinetron murahan yang ceritanya makin tidak fokus, makin aneh, dan muncul pemeran-pemeran baru yang nggak jelas juntrungannya. Mulainya dari tuduhan suap untuk menambah kuota daging sapi impor. Di sini kesannya serius. Lalu ada bumbu perempuan muda (cuma satu digerebek KPK di hotel). Masih lumayan serius.

Eh, lalu merembet dan melebar jadi 45 perempuan yang konon kecipratan duit haram, hasil kongkalikong politisi dan tokoh parpol LHI, broker AF, birokrat S, dan perusahaan swasta. Di sini masuk warna infotainment yang kental, seperti kisah Eyang Subur dengan 8 istrinya.

Terakhir, untuk melengkapi infotainment agar makin syuurrr, hadirlah DM, seorang siswa SMK usia belia, yang konon jadi istri simpanan LHI. Terakhir, wartawan Jawa Pos menulis, rumah kontrakan yang disewa DM ternyata milik Saut Situmorang, anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang pernah bertugas di KBRI di Australia.

Lho, bukankah AF, sahabat dekat LHI juga sempat dituding sebagai "binaan" intel Australia, karena pernah dipenjara di negeri kanguru dalam kasus human trafficking, dan entah bagaimana ceritanya bisa bebas dengan relatif mudah. Ada lokasi yang sama jadi titik temu: Australia.

Jadi seumpama film: Tadinya film drama politik, lalu bergeser ke drama persahabatan-percintaan, lalu bergeser ke film murahan yang mengumbar seks, eh di ujung syuting si producer minta skenario diubah jadi film action spionase dengan intrik-intrik intelijen ala CIA, KGB, dan Mossad.

Tinggal para penonton yang jadi kebingungan, ini film maunya cerita apa sih? Udah terlanjur beli tiket. Nggak ditonton filmnya, merasa rugi. Mau nekad nonton terus, kepala kok jadi puyeng....he..he..he... Inilah jika bikin film skenarionya dinamis, berubah-ubah terus.

Jakarta, 23 Mei 2013
(Satrio Arismunandar, pengin jadi aktor sinetron tapi gagal)

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)