Pertanyaan "Jebakan" dari Penghulu di Acara Akad Nikah


Dalam acara akad nikah, sesudah akad biasanya penghulu suka mengajukan "pertanyaan jebakan." Tujuannya mungkin sekadar mencairkan suasana, agar tidak terlalu tegang. Walaupun "pertanyaan jebakan" ini sudah sering diajukan di berbagai akad nilkah, tetap saja banyak yang terjebak dan salah menjawab. Entah karena gugup, terlalu serius, atau sedang dalam kondisi emosional tertentu.

Adikku, Nugroho, yang melangsungkan akad nikah pada 7 April 2013 pun sempat "terjebak."
Persis sesudah pembacaan akad selesai, si penghulu lalu bilang begini, "Saya mau menanyakan serius nih pada mempelai pria. Tolong dijawab dengan jujur. Apakah Anda ini sudah pernah menikah?"

Spontan langsung adikku menjawab: "Tidak!"

"Lho, yang barusan kita lakukan tadi kan sudah selesai akad nikah. Jadi yang di samping Anda itu sudah jadi istri Anda sekarang. Kalau dulu belum boleh diapa-apain, sekarang sudah bebas..." kata si penghulu. Dan gerrr... para hadirin lain pun tertawa, termasuk adikku yang "terjebak."

Aku mendengar cerita, dalam kasus lain malah pernah ada mempelai pria yang sempat emosi ditanyai begitu, karena merasa dituduh macam-macam. Dia menjawab dengan nada keras: "Tidakkk!!" Padahal itu cuma pertanyaan bercanda.

Si penghulu mungkin menikmati permainan jebakan ini, yang sering dia "menangkan."
Tetapi kadang-kadang penghulu juga bisa tidak sopan dan tidak etis. Pernah aku menghadiri akad nikah di Jabodetabek, beberapa tahun lalu. Entah salah omong atau sekadar "bad taste" dalam bercanda, si penghulu bertanya sambil lalu ke mempelai wanita: "Nah, mempelai wanitanya masih perawan nih?"

Kurang ajar banget. Aku lihat, wajah mempelai wanita pun langsung berubah cemberut ditanyai seperti itu, meski si penghulu mungkin juga tidak mengharapkan jawaban serius.
Ini sekadar catatan kecil, karena sering menghadiri (dan mengamati) akad nikah. ***

Jakarta, April 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI