Seminar Nasional - Redenominasi dan Upaya Penguatan Rupiah (Siaran Pers)



SIARAN PERS:

Seminar Nasional
“REDENOMINASI DAN UPAYA PENGUATAN RUPIAH”

Kamis, 23 Mei 2013
Auditorium Kwik Kian Gie School of Business


Depresiasi rupiah merupakan salah satu tantangan terberat yang menghadang ekonomi makro Indonesia dua tahun mendatang. Neraca Perdagangan yang defisit, cadangan devisa yang menurun, potensi inflasi tinggi, beban utang, pesta demokrasi 2014 dan fakta bahwa arus masuk dana asing yang didominasi oleh hot money, bisa menjadi pelatuk kerontokan rupiah lebih jauh.

Penurunan berkelanjutan tersebut sangat serius. Boleh jadi ia merupakan gejala transmisi krisis global yang merembes ke dalam perekonomian Indonesia. Namun itu tidak bisa dijadikan dalih, karena salah satu target ekonomi Indonesia adalah tetap menjaga pertumbuhan yang sehat di tengah tren global yang tidak menguntungkan. Jangan lupa, sejarah membuktikan, krisis ekonomi bermuasal dari krisis keuangan, dan salah satu bentuk krisis keuangan yang paling parah adalah hilangnya kepercayaan terhadap mata uang.

Sebagian ekonom berargumentasi, pelemahan rupiah akan menguntungkan perekonomian kita karena dapat mendorong ekspor. Argumen itu hanya separoh benar. Karena melemahnya nilai rupiah akan juga berarti impor bahan baku, impor bahan penolong, impor barang modal, dan impor tenaga ahli menjadi lebih mahal. Situasi saat ini membuktikan kesalahan premis itu. Rupiah melemah bersamaan dengan menurunnya ekspor dan membengkaknya defisit Neraca Perdagangan.

Argumen lain yang menyatakan pelemahan rupiah akan mendorong investasi, juga jelas tidak logis. Depresiasi rupiah jelas merupakan bagian dari country risk yang masuk dalam pertimbangan keputusan investasi investor asing, baik foreign direct investment, maupun – apalagi – pada portfolio investment.

Rupiah masih sangat rapuh terhadap aksi investor asing. Gelombang reversal akan menjadikan rupiah seperti sabut di tengah badai samudera. Dan pemicunya tidak perlu dicari jauh jauh. Potensi naiknya inflasi akibat kenaikan tarif dasar listrik dan kemungkinan kenaikan harga BBM serta kegiatan pemilu yang selalu berdampak inflatoir merupakan beberapa diantaranya. Karena itu, perlu sungguh bijak kalau seluruh unit pelaku ekonomi, sejak sekarang dengan serius melakukan identifikasi dan merumuskan langkah-langkah konkrit upaya memperkuat nilai rupiah, baik dalam tataran kebijakan maupun praksis bisnis.

Di sisi lain, Bank Sentral saat ini sedang giat melakukan sosialisasi rencana redenominasi rupiah. Di permukaan, redominasi akan menampilkan rupiah yang lebih gagah. Namun tanpa upaya konkrit untuk memperkokoh posisi rupiah, redenominasi hanya memberi manfaat minor, seperti laporan keuangan yang bisa menghemat spasi 3 digit atau penyajian tarif harga yang lebih pendek di pusat pusat transaksi seperti mal, restoran dan hotel. Daftar manfaat semacam itu boleh jadi nilainya lebih kecil ketimbang biaya pencetakan uang baru. Manfaat minor itupun hanya akan bersifat sementara, karena rupiah, seperti takdirnya selama ini, akan kembali layu pada periode berikutnya.

WAKTU KEGIATAN SEMINAR

Hari/Tanggal : Kamis, 23 Mei 2013
Jam : 09.00 – 12.30 WIB
Tempat : Auditorium Kwik Kian Gie School of Business
(dahulu disebut kampus IBII)
Jl. Yos Sudarso Kav. 87, Sunter, Jakarta Utara

NARA SUMBER, SUBTEMA DAN PESERTA


Halim Alamsyah, Dr. (Deputi Gubernur Bank Indonesia): Rencana Redenominasi dan Kebijakan Memperkuat Rupiah.
Bachrul Chairi, S.E., MBA (Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri): Upaya Memperkuat Daya Saing Guna Memperbaiki Posisi Neraca Transaksi Berjalan.
Sofyan Wanandi (Ketua DPN Apindo): Dampak Redenominasi dan Penguatan Rupiah di Mata Dunia Bisnis.
Hasan Zein Mahmud (Kwik Kian Gie School of Business): Redenominasi Rupiah, Visi atau Ilusi?

Seminar ini bersifat gratis dan terbuka, direncanakan akan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari pelaku bisnis, birokrat, akademisi, mahasiswa, dan berbagai kalangan lain.

Bagi Anda yang berminat hadir, mohon memberi konfirmasi pada Sekretariat Panitia. Sdri. Inge I. Soebrata, tel. (021) 65307062 ext. 822, atau HP: 0818 775 712 (Inge) atau 081319891111 (Ellynia).

Jakarta, 19 April 2013

Dr. H. Robert Sudaryono
Ketua Panitia

Drs. Anthony Budiawan, CMA
Rektor

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI