Surat Terbuka dari Hollywood untuk KPK, dengan Tembusan ke PKS, Pemerintah, LSF, KPI, dan lain-lain


(Terjemahan bebas) Kepada Yth. Pimpinan KPK di Indonesia.

Kami mendapat amanat dari insan perfilman Amerika untuk mohon bantuan Anda. Tolong dalam pengusutan kasus korupsi, apapun kasusnya, segera diselesaikan tanpa terlalu banyak bumbu yang sensasional (seperti kasus pria broker politik yang punya hubungan dengan 45 wanita, atau wanita muda belia yang dijadikan istri simpanan politisi, yang terus ternyata terkait dengan agen BIN, intel Australia, dsb).

Kasus yang Anda tangani ternyata jauh lebih dahsyat daripada skenario film-film action, drama politik, thriller, dll yang kami produksi di Amerika. Banyak penulis script di negara kami yang terancam di-PHK, karena karya mereka sekarang ditolak oleh para producer di Paramount, Universal, 20th Century Fox, Warner, Sony Pictures, Disney, dan lain-lain karena dianggap sudah tidak dramatis lagi. Kalah dramatis jauh dengan kasus-kasus korupsi yang Anda tangani.

Contoh lain, jika seorang jenderal di US Army ketahuan korupsi US$ 100.000 saja sudah pasti ia akan mundur karena malu, dan akan diadili secara keras. Sedangkan kami baca di media Indonesia baru-baru ini, ada pimpinan Angkatan Darat di negara Anda memiliki kekayaan Rp 32 miliar dan oleh anggota DPR RI dikatakan itu kekayaan yang wajar untuk seorang jenderal (padahal gaji resmi jenderal di Indonesia di bawah Rp 20 jt/bulan).

Jadi tolonglah kami, jangan matikan industri perfilman Amerika lewat ekspos-ekspos kasus hukum di negara Anda, yang terlalu fantantis, bahkan untuk dibikin cerita film di Amerika. Atas pengertian dari pihak Anda, atas nama insan perfilman Amerika, kami ucapkan terimakasih.

May 23, 2013
Best regards, Johnny Depth.

Comments

Mas, ini beneran ada surat terbuka kayak gini dari Hollywood?
Fauzan: Itu kan jelas bercanda... Mana ada Johnny Depth. Yang ada juga Johny Depp

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)