Antara Eisenhower, Wismoyo Arismunandar, dan Pejabat RI Sekarang

Beberapa bulan sesudah Presiden AS Dwight D. Eisenhower (masa jabatan 1953-1961) tidak lagi menjabat Presiden dan meninggalkan Gedung Putih, ia ditanya, apakah ada pengaruh dari posisi barunya --yang sudah tidak berkuasa lagi itu -- dengan permainan golf-nya? Eisenhower, yang pernah menjadi jenderal bintang lima di militer AS, ini menjawab, "Ya, ada pengaruhnya. Sekarang banyak orang yang mengalahkan saya di permainan golf!"

Ingat Eisenhower, saya jadi ingat Jenderal TNI (purn) Wismoyo Arismunandar, yang pernah memimpin Kopassus (1983-1985), Kostrad (1990-1993), dan jadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1993-1995). Beliau sayangnya tak sempat jadi Panglima ABRI, karena Presiden Soeharto lebih memilih Jenderal Feisal Tanjung. Padahal Wismoyo sebenarnya masih terhitung kerabat (ipar Soeharto). Tidak jadi Panglima, Wismoyo ditunjuk menjadi Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Sebagai Ketua KONI, Wismoyo sering mengundang kehadiran para konglomerat, yang dianggap bisa membantu pendanaan olahraga Indonesia. Tetapi sejak tidak menjabat di militer lagi, situasi sudah berubah.

Wismoyo kepada wartawan mengatakan, dulu waktu ia masih jadi Kasad, banyak konglomerat atau pengusaha puncak datang jika diundang. Sekarang, ketika "cuma jadi Ketua KONI," jika para pengusaha top itu diundang, yang dikirim untuk datang ke kantor KONI cuma staf perusahaan kelas bawahan.

Itulah siklus kehidupan... Makanya, kepada para pejabat sipil, polisi, dan militer yang sekarang masih berkuasa dan petantang-petenteng bikin sakit hati rakyat, saya cuma ingin mengingatkan, posisi Anda itu tidak abadi. Jangan sewenang-wenang. Anda tidak bisa melawan siklus kehidupan....

Jakarta, 7 Juni 2013
Satrio Arismunandar
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI