Berita Lucu di Halaman 1 Kompas, 20 Juni 2013

Pagi ini saya lihat ada berita lucu di halaman 1 Kompas. Judulnya tentang "reaksi" masyarakat terhadap kenaikan harga BBM. Nah, berita Kompas ini mengangkat seorang mahasiswa yang "berkampanye" di dalam bus-bus kota. Isi kampanyenya yang "aneh," dia bertutur tentang betapa tidak adilnya subsidi BBM selama ini karena hanya menguntungkan orang kaya. Subsidi BBM buat orang kaya yang naik mobil jauh lebih besar daripada subsidi BBM buat orang miskin yang naik sepeda motor.

Memang tidak ada pernyataan eksplisit bahwa si mahasiswa mendukung kenaikan harga BBM, tetapi jelas bahwa isi kampanye mahasiswa yang berjaket almamater ini 100% satu tema, satu visi, satu suara: mendukung program pemerintah SBY menaikkan harga BBM. Sedangkan mengenai demo-demo anti kenaikan harga BBM dalam item berita itu cuma disinggung satu dua alinea.

Ya, tentu saja hak si mahasiswa berbeda pendapat dengan mayoritas teman-temannya yang demo di luar sana, menolak kenaikan harga BBM. Si mahasiswa dalam berita Kompas itu mengakui, dia memang berbeda opini dengan mayoritas mahasiswa lain. Cuma saya sangat jarang melihat ada mahasiswa yang sebegitu getol dan semangatnya mendukung sebuah kebijakan pemerintah, sampai berkampanye di dalam bus-bus umum segala.

Asumsi saya (dan hal kini pasti juga disadari oleh para mahasiswa), dukungan terhadap pemerintah sudah cukup disuarakan oleh parpol-parpol koalisi, kampanye via SMS, dan iklan-iklan propaganda pro-kenaikan harga BBM, yang disebar di berbagai media massa, termasuk Kompas. Pemerintah sudah punya mekanisme, cara, sarana, dan sumberdaya untuk mensosialisasikan programnya. Jadi ngapain juga repot-repot dan bercapek lelah berkampanye sambil berteriak-teriak di dalam bus, jika sekadar mau mengamini kebijakan pemerintah.

Jadi, kalau ada "mahasiswa" yang berteriak-teriak berkampanye mendukung kebijakan pemerintah, itu mahasiswa yang "terlalu rajin". Dia beruntung, sebagai mahasiswa "nobody," bukan tokoh gerakan, bukan ketua organisasi mahasiswa ekstrakurikuler, diwawancarai dan dimuat di halaman 1 koran paling bergengsi dan paling berpengaruh di Indonesia, Kompas. Ck...ck...ck... !

Jakarta, 20 Juni 2013

Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)