Joke Politik - Soal Perang Indonesia Vs Malaysia-Singapura

Alkisah terjadi perang antara negara ASEAN dipicu perebutan pulau-pulau kecil di perbatasan, antara RI melawan gabungan Singapura-Malaysia. Pada perang hari pertama, Indonesia terdesak. Karena kedekatan jarak, pesawat tempur canggih F-15 Singapura dan F-18 Hornet Malaysia berhasil membom kilang-kilang minyak di Riau.

Panglima TNI pun membuat pernyataan pada media: "Pesawat Malaysia dan Singapura benar sudah membom basis industri migas kita di Riau,. tetapi rakyat harap tenang. TNI tidak akan tinggal diam. Pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 kita akan melakukan pembalasan setimpal ke wilayah mereka."

Ucapan Panglima TNI itu disiarkan meluas dan langsung di seluruh jaringan TV nasional, untuk meningkatkan semangat dan moral kejuangan para prajurit TNI dan warga masyarakat.
Hanya 15 menit sejak membuat pernyataan itu, tiba-tiba seorang ajudan menghadap dan menghormat ke Panglima TNI. "Maaf, Pak. Ada telepon dari Bapak Presiden. Urgent. Mohon segera diterima!"

Mengira ada suatu pesan penting, yang mungkin terkait dengan strategi perang melawan gabungan militer Singapura-Malaysia, Panglima TNI pun tergopoh-gopoh menerima telepon. "Panglima TNI di sini, siap menerima perintah Bapak Presiden!" ucapnya tegas.

Di telepon, terdengar suara Presiden yang bernada kurang senang. Kata Presiden: "Saudara Jenderal, saya sudah mendengar pernyataan pers Saudara di media TV. Saya ingatkan, lain kali kalau bikin pernyataan di media, cukup bilang bahwa wilayah kita terkena bom. Tapi tidak usah disebut-sebut bahwa bom itu dari pesawat Singapura atau Malaysia. Mengerti?!"

Jakarta, 27 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI