Mimpi Indah Seorang Facebooker

"Nama kamu?" tanya si pewawancara, seorang Bapak berjas dan dasi Hugo Boss, yang sedang menguji fit & proper test saya. Kami cuma berdua di ruang kerjanya.
"Satrio, Pak."
"Kemampuan kamu apa?"

"Kemampuan saya standar saja, Pak. Cuma saya suka posting di milis dan status Facebook. Isinya menyindir, mengritik, memuji, memprovokasi, menginspirasi, dan macam-macam, terkait fenomena sosial, politik, budaya, hankam di Indonesia. Ya.. saya terinspirasi oleh tokoh idola saya Pak Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto, yang bisa nulis apa saja. Kadang-kadang saya juga bisa ngocol, nulis humor atau joke yang enteng dan tidak terlalu penting..."

"Aaahh, justru orang macam kamu yang saya butuhkan. Baik kita coba untuk 6 bulan dulu. Kalau kamu cocok, kita teruskan. Kamu akan diberi fasilitas internet broadband supercepat 24 jam. Kerjamu ya teruskan saja aktif di FB, tapi harus mengangkat tema nasionalisme NKRI dan anti neoliberal. Setuju?"
"Siap, pak."

"Oke, kamu minta digaji berapa?"
"Aah, terserah bapak saja lah. Pokoknya jangan di bawah UMR DKI Jakarta, karena kan melanggar peraturan ketenagakerjaan. Malu, Pak. Jelek-jelek gini dulu saya aktivis buruh di SBSI."

"Ya, sudahlah. Gaji kamu bersih tiap bulan Rp 30 juta. Ditambah fasilitas asuransi kesehatan untuk keluarga, plus mobil kantor SUV Pajero Sport keluaran 2013. Tapi bensin beli sendiri ya? Karena sebentar lagi mau kenaikan BBM. Kalau service rutin, ganti oli dan lain-lain, masih diganti kantor. Maaf, kondisi ekonomi sedang menurun, jadi saya nggak bisa kasih gaji lebih dari itu."

"Saya paham, Pak. Saya juga nggak banyak menuntut kok."
Ketika wawancara sedang berlangsung, tiba-tiba masuk seorang gadis berwajah mirip artis Korea ke ruangan itu. Belakangan saya baru tahu, gadis itu bernama Adelia. Bapaknya asli Indonesia, ibunya orang Korea. Pantesan wajahnya sangat menarik, lumayan cakep.

"Ooh, kebetulan. Adelia, ke mari! Kenalkan, ini Pak Satrio. Dia karyawan baru di kantor kita. Mulai besok kamu bekerja sebagai Sekretaris pribadi Pak Satrio. Pokoknya layani segala keperluannya, dan bantu dia agar cepat bisa beradaptasi dedngan suasana kerja kantor kita.. Mengerti?" tegas si Bapak tadi.

"Mengerti, Pak. Saya akan usahakan sebaik mungkin. Selamat bergabung dengan kami, Pak Satrio," ujar Adelia tersenyum manis, sambil menjabat tanganku. Tangannya terasa lembut dan halus sekali. Kupikir, dia salah pilih pekerjaan. Seharusnya dia gabung ke girlband atau jadi bintang sinetron sekalian.... ***

Jakarta, 14 Juni 2013

Satrio Arismunandar
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)