Wafatnya Wartawan Senior Dja'far Assegaf dan Kisah Keterlibatan di Intelijen

Saya menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya Pak Dja'far Assegaf, Rabu (12 Juni 2013). Beliau adalah wartawan senior, pernah menjadi Wakil Pemimpin Umum LKBN Antara dan Dubes RI di Vietnam. Beliau mantan boss saya waktu saya masih bekerja sebagai Staf Litbang redaksi di Harian "Media Indonesia," 2000-2001, pasca penutupan Majalah D&R dan sebelum saya bergabung dengan Trans TV.

Orangnya ceplas-ceplos, kalau bicara to the point, akrab dan suka humor dengan cerita-cerita pengalamannya sendiri yang "kocak." Satu hal yang perlu dicatat, beliau dengan bangga beberapa kali bercerita bahwa dulu ia pernah bergabung di Opsus-nya Ali Moertopo. Ali Moertopo adalah pembantu dekat Presiden Soeharto.

Dari penuturannya itu, artinya, saya menafsirkan bahwa Pak Dja'far Assegaf tidak menabukan seorang jurnalis bekerja untuk intelijen negara. Mungkin, itu justru dipandang sebagai sesuatu hal yang nasionalis dan patriotis (ikut berkontribusi untuk kepentingan negara).

Saya mengatakan ini bukan untuk menjelekkan seorang yang sudah wafat, tetapi sekadar informasi bahwa dunia jurnalisme Indonesia itu punya banyak segi menarik, yang belum semua diungkap. Pernyataan Kementerian Pertahanan RI bahwa banyak intel asing masuk ke Papua dengan kedok sebagai aktivis LSM, peneliti, dan jurnalis, menunjukkan bahwa dunia jurnalisme itu "rawan" penyusupan dunia intelijen.

Pada dasarnya, pola kerja intelijen dan jurnalis hampir sama, yakni mencari informasi, bahkan investigasi terhadap informasi yang tersembunyi. Di era rezim Orde Baru, banyak agen intelijen yang diberi kartu pers! (tidak perlu saya sebut, organisasi jurnalis atau media mana yang memberikannya).

Di era Uni Soviet di mana komunisme masih berjaya, kalau Anda bertemu seorang wartawan Soviet, Anda harus berasumsi bahwa 90 persen kemungkinan dia adalah agen KGB atau minimal informan KGB. Demikian sekelumit pemikiran tentang hubungan jurnalisme dengan intelijen.

Jakarta, 12 Juni 2013

Satrio Arismunandar
Alumnus Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional UI Angkatan XIII
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI