Hubungan antara Nelson Mandela dan Soeharto

Pejuang anti-apartheid Afrika Selatan Nelson Mandela suka sama Indonesia (waktu itu Presidennya Soeharto), karena Soeharto konkret memberi bantuan buat organisasi perjuangannya Mandela di Afsel, African National Congress (ANC). Waktu Mandela datang ke Malaysia, dia cuma dikasih retorika basa-basi. Tetapi waktu Mandela datang ke Jakarta bertemu Soeharto, dan merasa surprise karena ANC dikasih 5 juta dollar AS sebagai bukti dukungan Indonesia yang real. Soeharto bukan type omdo (omkong doang) kalau betul-betul serius mau membantu.

Waktu mau berlangsung KTT ASEAN di Filipina dan situasi keamanan dianggap rawan, banyak pemimpin pemimpin ASEAN yang terkesan ogah datang. Maklumk, waktu itu pasca usaha kudeta terhadap Cory Aquino.

Demi kelangsungan KTT ASEAN, Soeharto perintahkan mengirim tiga kapal perang TNI-AL yang berlabuh di pelabuhan Filipina. Di kapal itu tentu bersiaga ratusan pasukan TNI yang siap dikerahkan ke Manila, jika ada kondisi darurat buat Presiden Aquino. Kehadiran kapal perang dan pasukan ini untuk bukti bahwa RI mendukung tuan rumah dan bikin keder kelompok oposisi, jika mau coba-coba bikin ulah di KTT ASEAN. Sesudah Soeharto tegas bilang akan datang ke Manila, PM MAlaysia Mahathir Mohamad barulah lalu bilang, "Saya juga akan datang". Jadi Forum KTT ASEAN pun terselamatkan.

Yang unik adalah ketika Mandela ke Jakarta, ia minta izin Soeharto untuk bertemu Xanana Gusmao, tokoh Timtim yang waktu itu dipenjara di Jakarta. Xanana memang sudah kirim pesan ke Mandela, ingin bertemu. Di luar perkiraan, Soeharto kasih ijin Mandela buat bertewmu Xanana. Itu suatu bentuk "kemurahan hati politis" karena kalau Soeharto tidak setuju, Mandela dan Xanana juga tidak bakal bisa bertemu. Ini dijelaskan oleh Mandela ke Xanana. Sebagai sama-sama tokoh perlawanan, Mandela menggunakan sapaan "Comrade" pada Xanana.

Tetapi Mandela juga tidak bikin ulah atau pernyataan apapun soal Timtim, demi menjaga perasaan Soeharto. Dia tahu diri, kan sebagai tamu yang masih di posisi lemah (Afrika Selatan belum betul-betul terkonsolidasi waktu itu) dan dikasih bantuan 5 juta dollar AS pula, masa mau macam-macam. Tapi alhasil , dua tokoh ini memang berhubungan baik. Jadi, soal hubungan Afrika Selatan-Indonesia, bukan cuma kegemaran Mandela pada batik saja yang perlu diulas media, tetapi juga hubungan Soeharto dan Mandela.

Jakarta, 27 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)