Jokowi Dituding Cuma Hura-Hura (Kritik terhadap Jokowi)

Seorang "aktivis muda Muhammadiyah" lewat akun twitternya mengritik Jokowi, yang dituding tidak punya "bukti kerja" dan selama ini cuma hura-hura. Terbukti masalah kemacetan dan banjir di DKI Jakarta belum selesai tuntas.

Saya tertawa membaca kritik macam itu. Ya memang hak siapa pun warga DKI untuk mengritik. Namun, kalau kita berpikir waras: SIAPAPUN GUBERNURNYA tidak mungkin menyelesaikan banjir dan kemacetan DKI dalam 1 tahun! Tetapi kalau suka BERMIMPI ya boleh saja mengharap muluk-muluk...

Oh ya, masih soal kritik terhadap Jokowi, alinea di bawah saya kutip dari media online:

MENGERITIK JOKOWI (CONTOH SEBUAH PERSPEKTIF ELITIS) - Popularitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang dianggap layak menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 terus menanjak. Namun, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, justru mempertanyakan kemampuan Jokowi untuk memimpin partai besar.

Ia tak mempersoalkan elektabilitas tinggi yang diperoleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Indra menilai pria yang akrab disapa Jokowi itu malah belum teruji dalam proses pencapresan. "Jokowi baru unggul dalam hal popularitas dan elektabilitas. Tapi Jokowi belum pernah memimpin partai besar," kata Indra saat ditemui di Kebon Sirih, Jakarta, Kamis 27 Juni 2013.

Indra mengatakan Jokowi belum pernah memimpin kementerian-kementerian negara. Oleh karena itu, kemampuan mantan Walikota Solo itu dapat dikatakan belum lengkap.
"Artinya, kalau sekedar elektabilitas, popularitas, bahkan kapasitas untuk memimpin sebuah negara yang begitu banyak kepentingan di dalamnya masih penuh tanda tanya," ujarnya.

Lebih lanjut, Indra menilai memimpin bangsa Indonesia yang luas dan majemuk dibutuhkan sosok yang dapat membangun konsensus dan persatuan nasional. Selain itu, tokoh tersebut juga memiliki kemampuan komunikasi mumpuni. "Apakah Jokowi bisa misalnya bernegosiasi dengan ketua-ketua umum partai politik?," tuturnya.

=============
Komentar saya:
Tolong rekan-rekan Facebooker garis bawahi kalimat BERNEGOSIASI DENGAN KETUA-KETUA UMUM PARTAI POLITIK. Ini gambaran, begitulah cara pandang politisi kita. Melihat semua dari sudut pandang ELITE POLITIK. Jadi kepentingan rakyat itu cuma wacana basa-basi. Ujung-ujungnya, yang penting harus bikin deal/transaksi dgn elite politik....


Jakarta, 1 Juli 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)