Kenapa Manajemen PT Kereta Api Layak Mendapat Pahala Besar? (Joke Menyambut Ramadhan)

Begini ceritanya: sejak pemberlakuan tarif baru progresif, naik KA Commuter menjadi jauh lebih murah. Tapi akibatnya, KA Commuter jadi penuh sesak tiap pagi, saat saya berangkat ke kantor, seperti ikan sarden dipepes. Orang yang biasa naik angkot atau bus, beralih naik KA Commuter. Orang yang biasanya naik KA Ekonomi, beralih ke Commuter. Sedangkan jumlah KA dan gerbongnya tidak bertambah.

Maka, setiap saat pintu gerbong terbuka di tiap stasiun, berjubel orang yang mau masuk ke gerbong. Sementara di dalam gerbong juga sudah sangat padat, dan ada penumpang yang mau keluar. Terjadilah desak-desakan yang bikin orang seolah-olah mau mati terdesak dan kehabisan napas.

Maka saya amati, di tiap stasiun saat terjadi jejal-jejalan semacam itu, keluarlah seruan-seruan seperti: Ya, ampuunnn! Tobaattt! Ya, Tuhan! Masya Allah! Astagfirullah! Malah saya tadi pagi melihat sendiri, ada penumpang dalam gerbong yang menghambur ke pintu gerbong untuk keluar sambil berseru "Allahu Akbar!" (mungkin perjuangan untuk masuk/keluar gerbong itu dianggap semacam jihad barangkali? ha..ha..ha...).

Kesimpulan saya: Kebijakan manajemen PT KAI praktis telah membuat ribuan orang tiap pagi berseru menyebut nama Tuhan. Ketika badan terpepet kehabisan napas, kita merasa mungkin begini ini lho rasanya jika sang maut mendekat. Semua orang jadi ingat Tuhan. Maka saya berpikir, begitu besar pahala para manajemen PT KAI, karena berjasa mengingatkan ratusan ribu orang pada Tuhan!!! Nah, selamat menempuh ibadah puasa!

Senin, 8 Juli 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)