Mengapa Kudeta Militer Terhadap Presiden Morsi di Mesir oleh Barack Obama Tidak Disebut Sebagai "Kudeta?"

Ternyata ada undang-undang di AS yang menyatakan, pemerintah AS tidak boleh memberi bantuan kepada pemerintah negara asing, yang melakukan kudeta terhadap pemerintah yang terpilih secara demokratis (baca: pemerintahan Presiden Mohammed Morsi, yang kebetulan orang Ikhwanul Muslimin).

Jika AS secara terbuka menyebut langkah militer Mesir itu sebagai "kudeta," berarti pemerintah AS (baca: CIA, NSA, dan berbagai badan intelijen Amerika lainnya) harus menyetop setoran uang kepada para jenderal, politisi, pengamat, dan agen-agen kompradornya di Mesir, yang sejak zaman Presiden Hosni Mubarak sudah menjadi antek Amerika.

Kita tahu sejak tercapainya perdamaian Mesir-Israel, banyak jenderal Mesir yang disekolahkan di AS dan lalu direkrut menjadi agen-agen Amerika. Ketika Morsi jadi Presiden, aparat lama warisan rezim Mubarak ini masih bercokol kuat (kira-kira sama seperti Golkar, yang masih bertahan di berbagai lembaga pemerintahan ketika Soeharto dipaksa berhenti jadi Presiden).

Kudeta yang dilakukan militer Mesir bukanlah langkah spontan yang terjadi akibat desakan rakyat, seperti yang secara simplistis disajikan di sejumlah media asing, tetapi sudah direncanakan. Ini pendapat saya setelah memantau pemberitaan beberapa media asing, tetapi silahkan saja kalau ada yang punya pendapat berbeda.

Jakarta, 10 Juli 2013
Satrio Arismunandar.
081286299061

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI