Rasanya Ingin Jadi Reporter dan Meliput Lagi di Timur Tengah...

Gatal dan gemas rasanya. Melihat pergolakan politik di Mesir, kudeta militer terhadap Presiden Mohammed Moursi, dan berbagai aspek konflik politik lain di sana yang ramai jadi pemberitaan media internasional. Belum lagi konflik berdarah di Suriah yang memakan banyak korban.

Rasanya ingin jadi reporter lagi, terjun ke lapangan, meliput dan melaporkan langsung dari lokasi konflik di Timur Tengah. Seperti tahun 1990 dan 1991, ketika masih jadi reporter desk luar negeri Harian Kompas, aku meliput Perang Teluk antara Irak melawan pasukan multinasional yang dipimpin Amerika.

Bersama Rizal Mallarangeng dan Taufik Rahzen kami bergabung dengan kelompok perdamaikan Gulf Peace Team yang dipimpin Yusuf Islam (Cat Stevens), berdiam di perbatasan antara Arab Saudi dan Irak. Waktu itu semangatnya ingin mencegah perang. Agak romantis, memang.

Lalu mengalami pecahnya perang hari pertama dengan pemboman hebat oleh pesawat-pesawat tempur pasukan koalisi AS di kota Baghdad. Waktu itu kami menginap di Hotel Al-Rasheed, hotel legendaris karena di sini juga menginap wartawan top CNN Peter Arnett, yang melaporkan perang dengan siaran langsung dari Baghdad. Itulah pertama kalinya nama CNN jadi ngetop di seantero dunia.

Berbagai tulisanku dari Timur Tengah itu sempat dibukukan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, dengan judul "Catatan Harian dari Baghdad". Tapi buku ini sekarang sudah tidak beredar lagi.....

Jakarta, 11 Juli 2013
Satrio Arismunandar.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)