Seandainya di Zaman Nabi Muhammad SAW Sudah Ada Satelit dan Observatorium Bintang

Saya merenung dan bertanya-tanya, bagaimana ya cara Nabi Muhammad SAW menentukan awal masuk bulan puasa, termasuk jam-jam sholat setiap harinya, jika di masa beliau hidup sudah ada satelit dan observatorium pengamat bintang, matahari, bulan, dan benda-benda langit lainnya?

Untuk menentukan awal mulainya bulan Ramadhan, apakah beliau akan mengandalkan kesaksian visual (pandangan mata) seseorang, yang mengaku dan bersumpah sudah melihat bulan? Dan, manakala cuaca sedang mendung dan daya pandang visual melemah, apakah Rasulullah akan menunggu awan mendung lenyap sebelum memutuskan (dengan risiko awal bulan puasa jadi mundur satu hari)?

Ataukah Rasulullah akan memerintahkan petugas pengawas satelit dan observatorium untuk menentukan di mana posisi bulan, dan lalu membuat keputusan berdasarkan data pengamatan observatorium itu?

Kenapa saya bertanya seperti ini? Saya bertanya begini karena kita SEKARANG sudah memiliki satelit, observatorium pengamat bintang, gedung tertinggi di dunia di Dubai, pesawat jumbo jet Boeing 747 yang bisa terbang mencapai awan, internet, Facebook, dan lain-lain, yang di zaman Rasulullah SAW semua itu belum ada....

Jakarta, 9 Juli 2013
Satrio Arismunandar.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)