Tukiyem, Pengasuh Saya, Telah Wafat

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.... Telah wafat Tukiyem pada hari Kamis, 4 Juli 2013, subuh tadi. Dia bukan "orang besar," bukan pejabat, bukan tokoh, hanya "orang biasa" saja asal Wonogiri, Jawa Tengah, dan saya yakin tidak banyak yang mengenalnya.

Lahir pada 14 Oktober 1945, Tukiyem, atau saya biasa memanggilnya Mbok Yem, adalah pembantu rumah tangga di keluarga kami yang telah ikut bersama kami sejak saya masih berumur balita. Maka jika usia saya sudah di atas 50 th sekarang berarti dia sudah bersama kami selama 50 tahunan. Dialah yang ikut mengasuh saya ketika saya masih kecil.

Hubungan kami bukan lagi seperti pembantu-majikan, tetapi sudah seperti keluarga. Pernah ada keluarganya yang dari kampung mengajak dia pulang ke Wonogiri, tetapi Mbok Yem tidak mau. Pernah pula dia tinggal di Wonogiri mengikuti sanak kerabatnya, tetapi baru beberapa hari sudah merasa tidak betah, dan akhirnya Mbok Yem kembali ke lingkungan keluarga kami.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mbok Yem sakit-sakitan dan praktis sudah tidak bisa mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Ia mudah lelah. Ingatannya melemah (mudah lupa). Pendengarannya sudah kurang baik sehingga jika bicara dengan dirinya saya harus bersuara keras.

Tanggal 2 Juli malam pukul 22.00 ia masuk rumah sakit Harum di Jakarta Timur dan koma. Semalam tekanan darahnya drop jadi 70/40. Dan subuh tadi Mbok Yem kembali ke hadirat Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa dan kesalahannya, memberi tempat yang layak di sisi-Nya. Ia wafat pada usia hampir 68 tahun.

Budi kebaikan Mbok Yem, yang ikut membesarkan saya sejak saya kecil, tidak akan pernah terbayarkan. Biarlah Allah SWT yang membayarnya dengan pahala dan rahmat-Nya yang sebanyak-banyaknya. Amiinnn.....

Jakarta, 4 Juli 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI