Posts

Showing posts from August, 2013

Pertanyaan Buat yang Membela Miss World, Miss Universe, dan Miss-Miss Lainnya...

Image
Ada saja yang membela kontes Miss World, Miss Universe, dan entah apa lagi dengan alasan, yang dinilai dari para peserta bukan semata-mata fisik, kecantikan wajah, atau keindahan body, tetapi kepribadiannya dan kecerdasannya. Nah, terus teman dan tetangga saya yang suka usil (dia bukan orang religius, hobinya nonton film Hollywood, tetapi otaknya lumayan jail) bertanya, ada nggak peluang menang bagi:

1. Cewek jenius ahli matematika tetapi kakinya pincang satu.
2. Cewek baik hati dan ramah tetapi super gemuk.
3. Cewek dermawan yang berjiwa sosial tetapi tunanetra.
4. Cewek bergelar doktor fisika tetapi wajahnya penuh bekas jerawat.
5. Dst...
6. Dsb.....

Nggak usah ditanggapi, ini kan cuma pertanyaan orang usil saja! Anggap saja orangnya sirik, nggak bisa lihat orang lain senang,...he..he..he..

Oh ada yang lupa: Kata teman saya, pemenang Miss Universe biasanya dapat bonus hadiah: Dicium oleh Donald Trump (konglomerat ganteng, terkenal, dan kaya dari Amerika! Wow!)

Jakarta, 27 Agustus 20…

Penyakit Bangsa Kita: Mengurusi Hal Remeh Temeh, Mengabaikan Hal Penting

Image
Salah satu problem bangsa ini (dan mungkin termasuk saya sendiri) adalah menyibukkan diri dengan hal-hal remeh temeh dan tidak penting, tetapi justru tidak memikirkan bahkan mengabaikan hal-hal penting.

Terakhir bahkan seorang Menteri, Roy Suryo, ikut berkomentar dan menjamin keaslian foto buatan Ibu Ani Yudhoyono yang dimuat di Instagram. Sempat terjadi perdebatan antara Ibu Ani dengan sejumlah orang, yang meragukan keaslian karya foto Ibu Ani, yang dianggap mirip rekayasa photoshop.

Ini sebetulnya soal remeh dan personal saja, tidak ada hubungannya dengan urusan negara. Posisi Roy Suryo sekarang adalah Menteri kabinet, bukan sekadar analis foto pinggir jalan, yang selalu mengomentari foto-foto skandal artis/selebriti.

Contoh lain: Pemerintah sibuk "menyiapkan mental masyarakat" agar tidak resah dengan kenaikan harga BBM. Tetapi bahkan sebelum harga BBM dinaikkan, harga-harga kebutuhan pokok sudah naik duluan karena sikap maju-mundur pemerintah, yang membuat para pelaku e…

Negara Darurat Ekonomi, Panggil Habibie Lagi!

Image
Ketika krisis ekonomi 1997-1998 yang memaksa Presiden Soeharto berhenti, kurs rupiah sempat ambruk ke dasar sampai 1 US$ = Rp 16.000. Yang terjadi adalah kerusuhan sosial di mana-mana. Tetapi di bawah Presiden Habibie, kurs rupiah bisa membaik drastis di kisaran 1 US$ setara Rp 7.000 - Rp 8.000.

Dalam kondisi sekarang, ketika Presiden SBY dan para menteri tampaknya habis akal mengatasi ambruknya nilai rupiah, kenapa tidak panggil Pak Habibie lagi buat kepentingan bangsa? Minta saran dan masukan beliau.

Nggak usah malu, terus terang saja kalau sudah nggak mampu mengatasi krisis (sesudah kegagalan menurunkan harga daging sapi, harga cabai, dsb..dsb..). Jangan mengajak rakyat kecil yang tak salah apa-apa ikut tenggelam....

Jakarta, 23 Agustus 2013

Satrio Arismunandar

Persaingan Dua Anak Anggota DPR (Kisah Nyata)

Image
Apa yang saya ceritakan di bawah ini adalah benar-benar terjadi. Saya tahu kisah ini dari teman saya, wartawan sebuah media di Jakarta, yang diceritai oleh anggota DPR bersangkutan. Anggota DPR ini, sebut saja namanya Amir, berasal dari fraksi sebuah partai besar. Amir “curhat” kepada teman saya tentang perilaku anaknya, sebut saja namanya Tuti.

“Busyet deh, kelakuan anak gue. Suatu hari dia bilang ke gue, Papa kalau ke kantor besok tolong jangan pakai Jeep Wrangler, tetapi pakai Toyota Alphard saja. Aku mau ke sekolah pakai Jeep Wrangler, kata Tuti. Tuti tidak bilang alasannya apa. Tapi karena banyak urusan, gue lupa sama pesannya Tuti, jadi gue ke DPR pakai Jeep Wrangler,” tutur Amir.

“Eh, besoknya si Tuti nangis berat dan marah-marah ke gue. Pasalnya, gara-gara gue lupa pesannya, dia diejek habis sama temannya, si Dewi (nama samaran. Dewi ini juga anak anggota DPR, tapi dari partai yang lebih kecil). Si Dewi bilang, ‘Nah, ternyata elu nggak punya Jeep Wrangler kan? Ngaku deh…’ Gue …

Celana Melorot di Kereta Commuter Bogor - Jakarta

Image
Seusai libur dan cuti bersama Idul Fitri, kereta Commuter Line Bogor-Jakarta sudah penuh sesak kembali dengan penumpang. Setiap pagi, kapasitas kereta Commuter yang tersedia memang tampaknya pas-pasan, sehingga berjejalannya penumpang tak terhindarkan. Ada berbagai pengalaman lucu yang kualami ketika naik kereta ini.

Pernah suatu saat, dalam perjalanan dari stasiun Depok Baru ke Cawang, di dalam gerbong yang penuh sesak itu ada suara laki-laki (tampaknya seorang bapak): “Wah, celana saya melorot!” Ucapan itu cukup keras, tetapi aku tidak melihat siapa yang bicara karena situasi gerbong yang padat. Entah, apa maksud ucapan itu. Apakah sekadar spontanitas tak sadar, atau mau minta tolong penumpang lain di kiri-kanannya untuk membantu memegangi celana yang melorot itu, atau entah apa lagi.

Dalam pengalaman lain, aku pernah juga mendengar ada suara perempuan yang cukup keras: “Aduh, pantat saya!” Juga tidak jelas, apa yang terjadi dengan bokong itu. Apakah bokongnya terhimpit di kursi, at…

Bahasa, Identitas Keindonesiaan, dan Kelangsungan Hidup Bangsa (Kata Pengantar untuk Buku Fredy Wansyah)

Image
Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa kita tak bisa hidup tanpa bahasa. Manusia berkomunikasi dengan manusia lain melalui bahasa. Kita berpikir dan merenung dengan bahasa. Kita belajar tentang banyak hal dari generasi-generasi sebelumnya dengan perantaraan bahasa. Bahkan Allah SWT memberi tuntunan kehidupan pada manusia lewat bahasa, yang dituangkan dalam ayat-ayat di kitab suci Al-Quran.

Para filsuf pun berusaha menyebarkan ajaran dan kebijakan lewat bahasa. Tanpa bahasa tertulis, kita mungkin tak akan pernah mengenal pemikiran atau ajaran Socrates, Aristoteles, Plato, Jalaluddin Rumi, Fariduddin Al-Attar, Ibnu Sina, Imam Ghazali, dan seterusnya.

Ironinya, mungkin tidak banyak kalangan muda Indonesia yang menganggap bahasa sebagai isu yang serius. Lebih sedikit lagi kaum muda yang membuat buku non-fiksi dengan tema atau titik tolak dasar tentang bahasa. Fredy Wansyah, alumnus Sastra Indonesia dari Unpad yang kini bekerja sebagai penyunting bahasa di Harian Pelita, termasuk kalang…

Penerimaan Mahasiswa Baru, Ingat OSPEK 1980 yang "Sangat Keras" di Fakultas Teknik UI

Image
Kampus tempat aku bekerja sekarang Kwik Kian Gie School of Business dan kampus UI tempatku kuliah dulu sekarang sedang melakukan acara penerimaan mahasiswa baru. Ada berbagai acara pengenalan, tetapi tidak ada perpeloncoan seperti dulu.

Aku ingat ketika masuk jurusan Elektro FTUI tahun 1980, OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) nya terkenal paling "keras" di UI. Waktu itu Ketua Senat Mahasiswa FTUI yang masih di bawah Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI adalah Peter Sumaryoto (jurusan Arsitektur).

Aku ingat bagaimana dulu disuruh meluncur di atas balok-balok es, sambil punggungku ditetesi lilin panas! Sesudah itu disuruh mencebur ke gentong air yang dingin karena ada esnya. Kalau bisa "lulus" dari proses itu tak heran jika mahasiswa baru FTUI merasa "paling super" karena sudah melewati OSPEK yang paling berat dibandingkan fakultas-fakultas lain.

Acara istirahat dan sholat adalah yang paling dinanti. Saat wudhu di masjid kampus, aku dan banyak te…

Gagasan Edan dan Konyol tentang "Tes Keperawanan"

Image
Nabi Muhammad SAW kurang apa sih dalam soal menegakkan akhlak umatnya? Nabi kurang apa dalam keseriusan memberantas kemaksiatan? Tetapi sejauh yang saya tahu dari riwayat dan hadist yang ada, Nabi tidak masuk terlalu jauh ke hal-hal yang sangat privat. Kecuali penyikapan yang sudah jelas untuk perempuan yang terang-terangan menjadi pelacur profesional, kita tidak pernah dengar ada tes keperawanan untuk perempuan yang tampil di publik sebagai perempuan baik-baik, bukan pelacur.

Ini perlu kita catat menanggapi heboh soal tes keperawanan (virginitas) yang diwacanakan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Wacana konyol ini mengingatkan kita pada kasus serupa pada 2010 lalu. Waktu itu tes virginitas juga sempat diwacanakan oleh anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Bayu Suseno.

Bedanya, Dinas Pendidikan Kota Prabumuli mewacanakan tes virginitas itu untuk mengatasi makin merajalelanya pergaulan seks bebas di kalangan pelajar. Sementara politisi Partai Amanat Nasional (PAN) di…

Sumbangan Perspektif Kristen dan Islam dalam Mengatasi Kekerasan (Terinspirasi Kasus Mesir)

Image
Ini kejadian tahun 1990-an, ketika saya masih jadi wartawan desk luar negeri di Harian Kompas. Saya pernah bertanya kepada rekan saya, seorang wartawan Kompas yang sebelumnya sempat menjadi calon pastur, tetapi akhirnya batal, menikah, dan menjadi wartawan.

Saya bertanya mengenai ungkapan terkenal, yang konon diucapkan Yesus: "Jika pipimu yang kiri ditampar, berikanlah pipimu yang kanan." Ini bukan pertanyaan buat mengetes atau meremehkan, tetapi berangkat dari keingintahuan murni saya sebagai Muslim, yang saya pikir perlu memahami bagaimana pemikiran teman dari pemeluk agama lain tentang konsep kekerasan. Saya merasa, saat itu sulit menerima ungkapan tersebut, karena bagi saya "tidak make sense."

Teman saya dengan serius menjelaskan, tidak membalas tamparan dengan tamparan itu jangan dianggap sebagai sikap pasif, tetapi harus dipahami dalam konteks "menghentikan siklus kekerasan." Kalau tamparan berbalas tamparan, akan terus menerus terjadi tampar-menamp…

Apa yang Terjadi Ketika Pembantaian Manusia Dilegalkan? (Inspirasi dari Film "the Purge")

Image
Dalam film-film laga Hollywood atau Hong Kong, kenapa ya polisi sering digambarkan selalu terlambat datang di momen-momen menentukan? Pada menit-menit terakhir film laga, ketika terjadi baku tembak atau pertarungan final antara sang jagoan dengan penjahat utama, biasanya dimenangkan oleh sang jagoan dengan susah payah. Polisi tidak hadir saat itu. Tetapi sesudah si jagoan menang dan si penjahat tewas (ini untuk memuaskan selera penonton yang sudah gemas juga, ingin melihat si bajingan itu terbunuh, syukur-syukur terbunuh dengan cara mengenaskan), barulah mobil-mobil polisi datang dengan sirine meraung-raung.

Nah, dalam konteks "pengadilan rakyat" terhadap para koruptor --kalau terjadi revolusi sosial di Indonesia-- mungkin begitu juga ya? Rakyat "dibiarkan liar" untuk menghabisi para koruptor yang sudah sangat dibenci, di BUMN, kementerian, DPR, pengadilan, dan kantor-kantor pemerintahan. Sesudah para koruptor dihabisi, barulah polisi dipersilakan datang untuk meng…

Konvensi Capres Partai Demokrat = Pesta di Kapal yang Mau Tenggelam?

Image
Konvensi capres Partai Demokrat yang akan diselenggarakan Agustus 2013 itu ibaratnya bikin pesta meriah di kapal besar Titanic yang mau karam. Biar para penumpang diberi kamar mewah, dikasih makanan enak, dan dihibur musik merdu, semua akan sia-sia ketika kapal tenggelam sesudah menabrak gunung es.

Jika tertangkap tangannya petinggi SKK Migas Rudi Rubiandini dengan tuduhan terima suap merembet ke Menteri ESDM Jero Wacik, yang saat ini jadi tokoh Partai Demokrat, citra Demokrat yang sudah terpuruk akan makin hancur. Padahal Demokrat sudah bertubi-tubi tersungkur karena kasus korupsi para petingginya, mulai dari Angelina Sondakh, Nazaruddin, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan entah siapa lagi.

Tujuan memanfaatkan momen konvensi untuk mengangkat citra partai justru kontraproduktif saat ini. Repotnya, SBY memang sudah kehabisan opsi, tak tahu lagi apa strategi jitu yang bisa digunakan untuk mengangkat citra partai. Semua langkah seperti mati angin.

Tetapi ini mungkin memang "…

Betulkah Realitas Hidup akan Melemahkan/ Mengubah Karakter?

Image
Banyak orang terkaget-kaget dan tidak percaya, ketika seseorang yang awalnya dianggap baik, terpelajar, intelektual, idealis, kritis, tetapi tiba-tiba (ketika sudah memagang jabatan basah dan banyak godaan untuk korupsi) ditangkap oleh petugas KPK dengan tudingan menerima suap.

Isu semacam ini sempat mengemuka dari obrolan saya dengan rekan-rekan wartawan Aktual.co dan sobat fesbuker/eks jurnalis Tabloid DeTik Hendrajit beberapa minggu lalu. Waktu itu kebetulan saya mengangkat contoh seorang mantan aktivis buruh, yang dulu dikenal "radikal." Tetapi ketika ia sudah "dikooptasi" dan masuk ke kementerian tertentu, pernyataannya yang dikutip media jadi sangat lunak, dalam menyikapi pelanggaran aturan perburuhan.

"Jadi realitas (hidup pas-pasan ketika jadi aktivis sekian lama, dan akhirnya menikmati kenyamanan hidup di pemerintahan) itu benar-benar telah melemahkan atau mengubah karakter!" kata seorang wartawan.

"Bukan realitas mengalahkan atau menguba…

Perjalanan Panjang Profesionalisme TNI

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sebagian kalangan sipil masih meragukan, apakah TNI betul-betul akan menarik diri dari politik dan berkomitmen pada profesionalisme. Tetapi "menarik diri" bukanlah berarti TNI akan duduk pasif, menyikapi berbagai momen besar yang berpengaruh pada kepentingan bangsa.


Profesionalisme militer Indonesia selalu menarik untuk dijadikan bahan diskusi. Pertama, karena dilihat dari berbagai kriteria obyektif, militer Indonesia belum pernah dianggap betul-betul profesional. Kedua, ada warisan sejarah pahit masa lalu di mana militer terlibat mendalam dalam politik dan kegiatan bisnis, khususnya di era Orde Baru. Hal ini membuat militer tidak fokus pada tugas utamanya, sehingga tidak mendorong mereka ke arah profesionalisme.

Keterlibatan dalam politik dan kegiatan bisnis lewat konsep Dwi Fungsi itu juga menghasilkan ekses-ekses negatif. Seperti, penguasaan jabatan-jabatan sipil di pemerintahan oleh anggota militer aktif, serta kasus-kasus pelanggaran hak asasi m…

FPI, Laskar Jihad, dan "Tradisi Kelaskaran" kita

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Masalah "laskar-laskar liar" sudah ada sejak zaman perang kemerdekaan. Waktu itu ada sejumlah laskar yang berafiliasi dengan partai politik, tetapi mereka tidak selalu tunduk pada kehendak elite partai bersangkutan.


Aksi-aksi kelompok keagamaan seperti Front Pembela Islam (FPI), yang melakukan sweeping terhadap tempat-tempat hiburan malam yang dianggap sebagai sarang perjudian atau kemaksiatan, sering memancing kontroversi. FPI dituding sebagai "milisi liar" yang melakukan aksi sepihak dan ilegal, terkadang disertai tindak kekerasan dan perusakan, meskipun mengklaim memiliki tujuan luhur memberantas kemungkaran. FPI sendiri selalu berdalih, mereka terpaksa melakukan aksi sendiri karena aparat keamanan atau polisi tidak bertindak tegas terhadap sarang kemaksiatan.

Terlepas dari pro-kontra aksi FPI, dan berbagai isu susulan, seperti seruan untuk membubarkan FPI sebagai "organisasi kemasyarakatan bermasalah," tulisan ini mencoba meng…

Empat Alasan Mengapa Jokowi Harus Jadi Capres 2014, Bukan 2019

Image
1. Urusan Jakarta dan sekitarnya tidak bisa diselesaikan di level Gubernur DKI. Biar pun Jokowi-Ahok bekerja keras, kalau Presidennya nanti tidak mendukung, penyelesaian pembenahan Jakarta akan nanggung. DKI Jakarta kan bukan provinsi biasa, tapi ibukota Negara.

2. Jumlah 12 juta penduduk Jakarta memang penting untuk diurus. Tetapi lebih urgent menyelamatkan 250 juta warga Indonesia (yang di dalamnya termasuk warga DKI Jakarta). Please, warga DKI jangan egois.

3. Tidak ada jaminan bahwa Jokowi bisa maju mulus sebagai capres tahun 2019. Memangnya pemilihan presiden itu jatah-jatahan? (gue maju duluan 2014, nanti elo maju 2019!) Jangan-jangan justru ini yang dikehendaki para mafia dan koruptor: Jokowi tidak maju pada 2014, dan nanti dicari-cari alasan agar juga tidak maju pada 2019. Ada 1.000 alasan yang bisa direkayasa untuk menjegal Jokowi.

4. Jika Jokowi tidak jadi Presiden 2014, apa Anda pikir Presiden lain (yang terpilih pada 2014) akan dengan suka rela menyerahkan kursinya ke Joko…

Megawati Ternyata Suka "Mengetes" Jokowi

Image
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ternyata sudah beberapa kali "mengetes" Jokowi. Mega, misalnya, mengirim beberapa petinggi PDI Perjuangan untuk menyampaikan informasi yang katanya "sangat rahasia" kepada Jokowi. Mega ingin mengetes, apakah Jokowi bisa jaga mulut atau menjaga rahasia. Ternyata informasi itu tidak tersebar, artinya Jokowi dianggap lulus untuk tes ini.

Megawati juga memberi lampu hijau untuk diadakan survey internal di lingkungan PDI Perjuangan, untuk melihat berbagai peluang kemenangan, jika Jokowi dimajukan di pilpres 2014, baik dalam kapasitas sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden. Ternyata jika pasangan PDIP, di mana Jokowi diposisikan sebagai calon wapres, pasangan ini akan kalah melawan pasangan lain di mana Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Dalam survey internal ini, pasangan PDIP dengan Jokowi baru akan menang dan unggul di pilpres 2014 jika ia diposisikan sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden…

Beda Antara Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) dan Manajemen Operasi (Operations Management)

Image
Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management, SCM) dan Manajemen Operasi (Operations Management, OM) adalah dua istilah yang sering membingungkan bagi manajer di perusahaan-perusahaan besar. Memang ada banyak kemiripan dan tumpang tindih antara dua konsep itu, meski ada perbedaan di antara keduanya, sebagai dua proses yang berbeda di dalam organisasi.

Untuk lebih mudah bagi Anda memahaminya, dalam pengertian yang paling sederhana, SCM adalah apa yang terjadi di luar perusahaan, sedangkan OM adalah apa yang terjadi di dalam perusahaan. Bagaimanapun, kedua konsep itu memang terkait erat satu dengan yang lain, dan juga sangat tergantung satu pada yang lain.

Secara umum, SCM dianggap sebagai bagian dari OM, karena OM mencakup semua aktivitas dalam konteks pembuatan (manufaktur) sebuah produk atau penyediaan suatu jasa/pelayanan. SCM adalah pengontrolan dan pemantauan terhadap pengadaan dan penggunaan material dan perlengkapan, yang dibutuhkan untuk pembuatan sebuah produk. Tujuan akhi…