Apa yang Terjadi Ketika Pembantaian Manusia Dilegalkan? (Inspirasi dari Film "the Purge")

Dalam film-film laga Hollywood atau Hong Kong, kenapa ya polisi sering digambarkan selalu terlambat datang di momen-momen menentukan? Pada menit-menit terakhir film laga, ketika terjadi baku tembak atau pertarungan final antara sang jagoan dengan penjahat utama, biasanya dimenangkan oleh sang jagoan dengan susah payah. Polisi tidak hadir saat itu. Tetapi sesudah si jagoan menang dan si penjahat tewas (ini untuk memuaskan selera penonton yang sudah gemas juga, ingin melihat si bajingan itu terbunuh, syukur-syukur terbunuh dengan cara mengenaskan), barulah mobil-mobil polisi datang dengan sirine meraung-raung.

Nah, dalam konteks "pengadilan rakyat" terhadap para koruptor --kalau terjadi revolusi sosial di Indonesia-- mungkin begitu juga ya? Rakyat "dibiarkan liar" untuk menghabisi para koruptor yang sudah sangat dibenci, di BUMN, kementerian, DPR, pengadilan, dan kantor-kantor pemerintahan. Sesudah para koruptor dihabisi, barulah polisi dipersilakan datang untuk mengumpulkan jenasah dan membuat laporan!

Saya terinspirasi dari film thriller "The Purge" (2013) yang dibintangi Ethan Hawke dan Lena Headey. Film ini penuh aroma kekerasan dan agak sadis. Dengan setting tahun 2022 ketika Amerika menjadi "a nation reborn." Angka kejahatan rendah karena pemerintah memberlakukan aturan: 12 jam pada malam hari warga bebas melakukan pelanggaran hukum apa saja (membunuh, mencuri, memperkosa, dan lain-lain).

Semua tindak pidana itu dinyatakan legal selama 12 jam, dalam periode 1 tahun. Pelegalan dimulai pada pukul 19.00. Polisi baru aktif lagi pukul 7.00 pagi, hari berikutnya. The Purge dirancang sebagai katarsis agar seluruh warga Amerika bisa "melepaskan energi-energi dan emosi negatifnya."

Film ini menurut saya mengerikan. Toh secara komersial lumayan sukses. Dengan anggaran produksi 3 juta dollar AS, film yang dirilis pada 7 Juni 2013 di Amerika ini sudah meraup lebih dari 81 juta dollar AS. Karena dianggap sukses, kini sedang disiapkan sekuelnya oleh perusahaan film Universal dan Blumhouse.

Jakarta, 16 Agustus 2013
Satrio Arismunandar.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI