Beda Antara Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) dan Manajemen Operasi (Operations Management)

Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management, SCM) dan Manajemen Operasi (Operations Management, OM) adalah dua istilah yang sering membingungkan bagi manajer di perusahaan-perusahaan besar. Memang ada banyak kemiripan dan tumpang tindih antara dua konsep itu, meski ada perbedaan di antara keduanya, sebagai dua proses yang berbeda di dalam organisasi.

Untuk lebih mudah bagi Anda memahaminya, dalam pengertian yang paling sederhana, SCM adalah apa yang terjadi di luar perusahaan, sedangkan OM adalah apa yang terjadi di dalam perusahaan. Bagaimanapun, kedua konsep itu memang terkait erat satu dengan yang lain, dan juga sangat tergantung satu pada yang lain.

Secara umum, SCM dianggap sebagai bagian dari OM, karena OM mencakup semua aktivitas dalam konteks pembuatan (manufaktur) sebuah produk atau penyediaan suatu jasa/pelayanan. SCM adalah pengontrolan dan pemantauan terhadap pengadaan dan penggunaan material dan perlengkapan, yang dibutuhkan untuk pembuatan sebuah produk. Tujuan akhir dari SCM adalah menghapuskan berbagai ketidak-efisienan dalam rantai tersebut, pengurangan biaya, dan dengan demikian meningkatkan profit.

Di sisi lain, OM adalah seperangkat aktivitas yang lebih besar yang mencakup SCM, mengingat SCM adalah pengontrolan dan pemantauan setiap aspek dari proses-proses, yang digunakan untuk membuat produk-produk yang dihasilkan perusahaan Anda. SCM adalah penanganan material yang masuk dan keluar dari pabrik, sedangkan OM mengacu pada apa yang Anda lakukan dengan material di dalam pabrik.

Singkatnya, SCM adalah kumpulan dari aktivitas-aktivitas yang pada dasarnya tidak tergantung pada jenis bisnis yang Anda lakukan. Rantai pasoknya (supply chain) akan tetap sama. Yakni, Anda membeli bahan mentah, menyimpannya, mengubahnya menjadi produk akhir, lalu menyimpan lagi produk akhir itu, dan akhirnya menjual produk tersebut.

Sedangkan OM sebenarnya adalah apa yang Anda kerjakan dengan bahan mentah, dan seberapa baik Anda mengerjakannya. OM ini akan berbeda untuk jenis-jenis bisnis yang berbeda, dan OM menggunakan sumber daya manusia serta mesin-mesin untuk membuat produk-produk jadi (finished products).

Jakarta, 1 Agustus 2013

Ir. Satrio Arismunandar, M.Si, MBA
Kwik Kian Gie School of Business

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI