Betulkah Realitas Hidup akan Melemahkan/ Mengubah Karakter?

Banyak orang terkaget-kaget dan tidak percaya, ketika seseorang yang awalnya dianggap baik, terpelajar, intelektual, idealis, kritis, tetapi tiba-tiba (ketika sudah memagang jabatan basah dan banyak godaan untuk korupsi) ditangkap oleh petugas KPK dengan tudingan menerima suap.

Isu semacam ini sempat mengemuka dari obrolan saya dengan rekan-rekan wartawan Aktual.co dan sobat fesbuker/eks jurnalis Tabloid DeTik Hendrajit beberapa minggu lalu. Waktu itu kebetulan saya mengangkat contoh seorang mantan aktivis buruh, yang dulu dikenal "radikal." Tetapi ketika ia sudah "dikooptasi" dan masuk ke kementerian tertentu, pernyataannya yang dikutip media jadi sangat lunak, dalam menyikapi pelanggaran aturan perburuhan.

"Jadi realitas (hidup pas-pasan ketika jadi aktivis sekian lama, dan akhirnya menikmati kenyamanan hidup di pemerintahan) itu benar-benar telah melemahkan atau mengubah karakter!" kata seorang wartawan.

"Bukan realitas mengalahkan atau mengubah karakter, melainkan realitas itu mengungkapkan karakter yang sebenarnya dari aktivis bersangkutan," ujar Hendrajit. Menarik!

Jakarta, 14 Agustus 2013

Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)