Empat Alasan Mengapa Jokowi Harus Jadi Capres 2014, Bukan 2019

1. Urusan Jakarta dan sekitarnya tidak bisa diselesaikan di level Gubernur DKI. Biar pun Jokowi-Ahok bekerja keras, kalau Presidennya nanti tidak mendukung, penyelesaian pembenahan Jakarta akan nanggung. DKI Jakarta kan bukan provinsi biasa, tapi ibukota Negara.

2. Jumlah 12 juta penduduk Jakarta memang penting untuk diurus. Tetapi lebih urgent menyelamatkan 250 juta warga Indonesia (yang di dalamnya termasuk warga DKI Jakarta). Please, warga DKI jangan egois.

3. Tidak ada jaminan bahwa Jokowi bisa maju mulus sebagai capres tahun 2019. Memangnya pemilihan presiden itu jatah-jatahan? (gue maju duluan 2014, nanti elo maju 2019!) Jangan-jangan justru ini yang dikehendaki para mafia dan koruptor: Jokowi tidak maju pada 2014, dan nanti dicari-cari alasan agar juga tidak maju pada 2019. Ada 1.000 alasan yang bisa direkayasa untuk menjegal Jokowi.

4. Jika Jokowi tidak jadi Presiden 2014, apa Anda pikir Presiden lain (yang terpilih pada 2014) akan dengan suka rela menyerahkan kursinya ke Jokowi pada 2019? "Monggo, mas Jokowi. Silahkan menggantikan saya!?" Begitu? Jelas tidak mungkin. Yang paling mungkin adalah Presiden ini ngotot maju lagi pada 2019 dan menjegal Jokowi dengan berbagai cara.

Sebetulnya ada alasan kelima, yaitu prinsip kehidupan yang sederhana: KESEMPATAN TIDAK DATANG DUA KALI. Kalau Anda tidak menggunakan peluang sekarang, belum tentu peluang akan datang lagi.

Kalau dalam prinsip ilmu silat/kungfu, kalau Anda bisa menjatuhkan lawan dengan satu pukulan, lakukan segera, jangan menunda. Karena belum tentu Anda punya kesempatan untuk melakukan pukulan kedua. Salah-salah malah lawan Anda yang memukul K.O. Anda duluan! (baca komik manga Jepang, jago kungfu "Chinmi" dari Kuil Dairin, yang terkenal dengan ilmunya "kungfu peremuk tulang")

Jakarta, 2 Agustus 2013
Satrio Arismunandar (penggemar komik)

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)