Penerimaan Mahasiswa Baru, Ingat OSPEK 1980 yang "Sangat Keras" di Fakultas Teknik UI

Kampus tempat aku bekerja sekarang Kwik Kian Gie School of Business dan kampus UI tempatku kuliah dulu sekarang sedang melakukan acara penerimaan mahasiswa baru. Ada berbagai acara pengenalan, tetapi tidak ada perpeloncoan seperti dulu.

Aku ingat ketika masuk jurusan Elektro FTUI tahun 1980, OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) nya terkenal paling "keras" di UI. Waktu itu Ketua Senat Mahasiswa FTUI yang masih di bawah Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI adalah Peter Sumaryoto (jurusan Arsitektur).

Aku ingat bagaimana dulu disuruh meluncur di atas balok-balok es, sambil punggungku ditetesi lilin panas! Sesudah itu disuruh mencebur ke gentong air yang dingin karena ada esnya. Kalau bisa "lulus" dari proses itu tak heran jika mahasiswa baru FTUI merasa "paling super" karena sudah melewati OSPEK yang paling berat dibandingkan fakultas-fakultas lain.

Acara istirahat dan sholat adalah yang paling dinanti. Saat wudhu di masjid kampus, aku dan banyak teman lain minum air keran sepuas-puasnya! Nah, itu rasanya seperti air surga.

Ketika Rektor UI berpindah dari Prof. DR. Mahar Mardjono ke Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, OSPEK yang berkaitan dengan "derita fisik" ini dihapus. Nugroho yang Brigjen TNI tituler dan pernah memimpin Pusat Sejarah dan Dokumentasi ABRI mengganti OSPEK model lama dengan OPSPEK (Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus) yang diisi Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

Enaknya penataran ini (selain dapat makan gratis) adalah ada kredit SKS-nya. Lumayan, daripada repot-repot mengambil mata kuliah wajib Pancasila (bagi yang tidak ikut Penataran P4).

Aku tidak tahu, apa sekarang --dengan makin gilanya praktik korupsi di birokrasi dan lembaga-lembaga negara-- perlu diberi semacam "penataran moralitas" semacam ini. Masalahnya adalah, aku sendiri tidak yakin bahwa orang-orang yang jadi penatar itu sudah layak secara moral, untuk mengajarkan "moralitas" pada peserta.

Jakarta, 21 Agustus 2013

Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)