Posts

Showing posts from September, 2013

Mau Umroh Cukup dengan Rp 7,5 Juta? (untuk yang berdana pas-pasan)

Image
PAKET UMROH TABARRU-A – CUMA Rp 7,5 JUTA (9 HARI)

Belum termasuk Airport Tax + Perlengkapan + Handling (Rp 1 juta)
SYARAT:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran
2. Fotocopy KTP
3. Pas Foto 3 x 4 (background putih)

KENAPA BISA BEGITU MURAH?

Hal ini dimungkinkan karena ada subsidi silang. Ini sudah menjadi komitmen perusahaan untuk membantu jamaah dengan keuangan pas-pasan untuk bisa pergi Umroh. Subsidi diambil dari keuntungan perusahaan, yang diperoleh dari 30 peserta Umroh lain (yang berangkat dengan biaya normal: paket hemat, promo, reguler, VIP) dan Haji.
Katakanlah, disisihkan Rp 350.000 dari keuntungan yang diperoleh dari setiap jamaah ini.

Artinya, dari 30 orang itu diperoleh Subsidi total = 30 X Rp 350.000 = Rp 10,5 juta.
Inilah penjelasannya, kenapa Anda sebagai peserta Tabarru-A bisa pergi Umroh dengan cuma Rp 7,5 juta. Artinya, Anda sebetulnya berangkat dengan biaya sekitar
= Rp 7,5 juta + Rp 10,5 juta = Rp 18 juta. Masuk akal, bukan?

Ini bukan MLM. Anda tidak perlu repot-repot …

Beda "Kebenaran Ilmiah" dan "Kebenaran Politik"

Image
Pada sebuah kuliah umum di Fakultas Pasca Sarjana Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) pertengahan September 2013, seperti diungkapkan seorang rekan di milis, dari dialog yang cukup ramai muncul istilah yang tampaknya sangat perlu kita fahami. Yaitu, perbedaan antara "kebenaran ilmiah " dan "kebenaran politik".

Dicontohkan: Secara ilmiah, kita semua sepakat bahwa matahari terbit dari arah Timur. Tapi kalau wakil-wakil rakyat di gedung DPR Senayan sana membikin voting, dan yang menang adalah pernyataan bahwa "matahari terbit dari arah Barat," ya itulah yang akan berlaku di negeri ini.

Walaupun "kebenaran politik" karya politisi DPR itu tidak waras sama sekali, tapi undang-undangnya bilang begitu dan semua rakyat harus mengikuti. Tampaknya itulah yang terjadi di Indonesia saat ini ya?

Jadi, tampaknya yang harus kita lakukan sekarang adalah: "Berjuang keras dan mengupayakan agar rakyat Indonesia bisa memilih dengan cerdas dan benar wakil-w…

"Ritual Gaib" dan Perdukunan Politik Menyongsong 2014

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Makin mendekati pemilihan umum 2014, praktik perdukunan politik semakin marak. Para elite politik, meski mengaku berpendidikan tinggi dan rasional, pada dasarnya tidak punya rasa percaya diri. Mereka akhirnya mengandalkan kemenangannya pada jasa dukun-dukun politik.


Membaca deretan gelar akademis yang disandangnya, orang bisa keliru mengira Dr KH Desembrian Rosyady S.Ag, SH, SE, MM, MBA, sebagai ilmuwan kawakan, yang berkarir di perguruan tinggi ternama seperti UI, atau di lembaga penelitian sekelas LIPI. Tetapi jangan kaget. Profesi pria asal Malang ini, kalau boleh dibilang begitu, adalah “dukun politik.”

Lewat “ritual-ritual gaib,” Desembrian mengklaim sanggup membantu menggolkan tujuan orang, yang ingin meraih jabatan tertentu di lembaga legislatif, eksekutif, atau di manapun. Calon pengguna jasanya cukup menyetor nama, tanggal lahir, nama orang tua, alamat, daerah pemilihan, nama partai, hingga alamat rumah mereka. Desembrian lalu melakukan ritual untuk …

Pendanaan Ilegal oleh Partai-partai Kartel

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pendanaan partai politik menjadi bermasalah ketika partai memasukkan dana illegal yang diperoleh lewat korupsi, suap, dan sebagainya. Yang lebih parah, partai-partai di DPR telah bergeser jadi kartel untuk mengamankan kepentingan bersama, yaitu meraup dana dari berbagai BUMN dan proyek-proyek negara.


Demokrasi itu butuh uang. Suka atau tak suka, harus diakui bahwa demokrasi dengan berbagai perangkatnya, seperti aktivitas partai-partai politik, itu tidak mungkin gratis. Pendanaan partai politik kini menjadi isu penting karena banyak keuangan partai politik terkesan tidak transparan, bahkan dicurigai menggunakan dana ilegal yang berasal dari praktik korupsi, suap, dan sebagainya.

Partai politik biasanya didanai oleh berbagai sumbangan. Pertama, dari anggota partai atau pendukung individual. Kedua, dari organisasi yang memiliki pandangan politik sama (misalnya, biaya afiliasi dari serikat buruh), atau organisasi yang mendapat keuntungan dari aktivitas partai (mi…

SBY dan Para Petinggi Demokrat Tampak Semakin Terpisah dari Realita

Image
Dengan Ruhut Sitompul ditunjuk menjadi Ketua Komisi III DPR-RI oleh pimpinan Partai Demokrat, jalan ke perusakan lebih jauh citra Partai Demokrat justru dilakukan oleh pimpinan Partai Demokrat sendiri!

Sebegitu parahkah kelangkaan kader di PD, sehingga Ruhut yang kalau bicara tidak mengundang simpati dan sama sekali tidak mewakili "citra santun a'la SBY" pun dipasang jadi pimpinan di Komisi III? Aneh bin ajaib, apa yang tampak gamblang bagi orang di luar Demokrat justru tidak dipahami sama sekali oleh para petinggi PD (termasuk SBY sendiri).

Atau mungkin di sekitar SBY sudah terlalu penuh dengan penjilat dan orang yang kasih laporan ABS (asal bapak senang), sehingga SBY terkucil dan seperti sudah terpisah dari realita. Keterkucilan ini sebagian disebabkan oleh karakter SBY sendiri yang tidak mau menerima kritik. Kritik dicurigai sebagai sikap tidak loyal. Sedangkan orang yang rajin memuja-muji dianggap loyalis.

SBY seperti hidup di dunianya sendiri, asyik dengan pikira…

Nasehat Almarhum Habib Munzir Al-Musawa tentang Makanan

Image
Kutipan Pernyataan Habib dari blognya:
Curigalah, misalnya Anda selalu melakukan ibadah dengan taraf tertentu, lalu setelah makan di restoran fulan, atau beli gorengan dari penjual gorengan, atau setelah makan suatu makanan, maka saat anda ibadah terasa sangat berat, malas, dan serba gundah.

Lalu coba hindari makanan itu. Jika Anda kembali pada kesempurnaan ibadah yang biasa Anda capai, maka telah jelas makanan yang Anda makan saat itu mengandung hal yang haram.

Makanan halal memicu pada semangat beribadah, dan malas berbuat mungkar.

Sedangkan makanan haram memicu malas berbuat pahala dan semangat berbuat dosa.

Makanan syubhat ada ditengah2nya, bisa mengandung yang haram, bisa tidak. Maka saya tak mau spekulasi.

Jakarta, 16 September 2013
Satrio Arismunandar

Pandangan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa tentang Mobil

Image
Tulisan Habib Munzir al-Musawa:
Zuhud adalah hidup dengan sederhana dalam keduniawian. Hamba belum mampu mencapainya, namun sebagian usaha yang hamba lakukan adalah menghilangkan cinta pada semua hal yang bersifat duniawi, berupa harta dll yang tidak ada sangkut pautnya dengan asesoris dakwah.

Hamba membutuhkan mobil, untuk mencapai banyaknya majelis dan ketepatan waktu untuk tiba di lokasi, yang sudah ditunggu puluhan ribu orang hampir setiap malamnya. Di satu fihak tanpa hamba punya kendaraan pun, hamba akan siap dijemput oleh ribuan mobil yang akan mengantar hamba kemana pun hamba akan pergi. Namun hamba tak mau menyusahkan orang lain, apalagi membebani para penyelenggara untuk harus menyediakan kendaraan penjemput pula. Maka hamba membeli mobil dengan angsuran.

Hamba merawat mobil itu secara sebaik-baiknya secara mekanik dan mesinnya, dengan perawatan yang sangat serius, demi tak menghambat kelancaran dakwah hamba. Namun hamba tidak perdulikan body mobil yang sudah penuh baret dan…

Kenangan Saya tentang Prof. Dr. Juwono Sudarsono

Image
Sebagai wartawan, saya punya kenangan unik dengan pakar politik internasional dan mantan Menteri Pertahanan Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Saya adalah lulusan Elektro FTUI pada 1989, yang lalu menjadi wartawan politik luar negeri Harian Kompas (saya bekerja di Harian Kompas pada 1988-1995, dan sebelum lulus dari FTUI tahun 1989 sudah jadi wartawan di Harian Pelita pada 1986-1988).

Waktu itu (tahun 1990-an), sebagai wartawan Kompas saya banyak meliput konflik di Timur Tengah (Palestina, Israel, Irak, Iran, Mesir, Yordania, dsb). Nah, berkat sering meliput kawasan Timur Tengah itulah, saya pernah diminta jadi dosen tamu di Jurusan Hubungan Internasional FISIP UI, yang waktu itu kalau tak salah Prof. Dr. Juwono Sudarsono menjadi Dekan FISIP UI (Kepala Jurusan HI seingat saya adalah Hero U. Kuntjoro-Jakti).

Ketika saya sedang mengajar di kelas (saya merasa excited, kok insinyur elektro bisa mengajar di jurusan Hubungan Internasional FISIP UI), Pak Juwono hadir di kelas dan mengamati saya m…

Manual Perang Gerilya Kota Beredar di Internet (Aksi Disinformasi?)

Image
Berita dari media online: Sebuah buku elektronik berjudul "Panduan Pelaksanaan Perang Gerilya di Perkotaan" beredar di Internet sejak dua tahun lalu. Pada Selasa, 17 September 2013, sudah lebih dari 1.000 orang mengunduh dokumen itu. Dokumen itu sendiri diunggah oleh seseorang dengan akun Syarif Ramzan Saluev pada 11 April 2011. Tebalnya lebih dari 100 halaman.

Isi buku elektronik yang setiap halamannya bertuliskan kata-kata "Forum Islam al-Busyro" ini penuh dengan anjuran untuk melakukan serangan terhadap obyek vital pemerintah di perkotaan. Selain itu, ada banyak dalil dan ayat Al-Quran yang dikutip untuk memberikan pembenaran pada rencana dan aksi teror mereka.

Tak lupa diselipkan berbagai tips praktis dan strategi untuk menghindari pengejaran polisi. Pada satu bagian misalnya, para teroris diminta membuat safe house atau rumah persembunyian di tengah kota untuk memudahkan mereka menghilangkan jejak. Di bagian akhir buku itu, dilampirkan bagan teknik pembuatan …

Bedanya Hizbut Tahrir dan Partai Demokrat (Dalam Kasus Siaran di TVRI)

Image
Hizbut Tahrir membayar dengan uang (artinya, ada income konkret) ke Bagian Marketing TVRI, sehingga acara Muktamar Khilafahnya di Gelora Bung Karno disiarkan TVRI, 6 Juni 2013. Itu pun bentuknya adalah siaran tunda yang melalui proses editing (acaranya tanggal 2 Juni, disiarkan pada 6 Juni).

Partai Demokrat tidak membayar sepeser pun ke Marketing TVRI, cukup dengan "pihak Istana" menekan Dirut TVRI Farhat Syukri. Dirut kemudian juga menekan bawahannya di staf redaksi TVRI, untuk menyiarkan penuh 3 jam acara konvensi Capres Partai Demokrat pada 15 September 2013 (blocking time).

Kesimpulan: Hizbut Tahrir lebih "tahu diri" daripada Partai Demokrat dalam berurusan dengan TVRI, yang berstatus TV Publik (bukan TV milik penguasa). He..he.. he....

Jakarta, 18 September 2013
Satrio Arismunandar

Joke Politik - Selera Diplomat Perancis, Jerman, dan Amerika tentang Mobil

Image
Alkisah terjadilah pertemuan antara tiga diplomat dari negara sahabat/sekutu NATO di sebuah kafe di Paris, yaitu antara diplomat Perancis, Jerman, dan Amerika. Setelah bicara macam-macam soal politik, mereka beralih ke pembicaraan lebih santai soal mobil masing-masing. Rupanya mereka memiliki lebih dari satu kendaraan dan menggunakannya secara berbeda untuk tujuan yang berbeda.

"Saya di dalam negeri biasa naik Renault, tapi kalau ke luar negeri saya naik Peugeot," ujar diplomat Perancis. Di Eropa memang mudah ke luar negeri dengan naik mobil, karena jarak antar negara Eropa Barat relatif dekat, jalur jalan rayanya juga bagus, dan menyatu dalam satu benua.

"Kalau saya untuk di dalam negeri naik Audi, tetapi kalau ke luar negeri naik BMW," sambung diplomat Jerman.

"Saya sih di dalam negeri biasa pakai Chevrolet," ujar diplomat Amerika.
"Lho, kalau ke luar negeri lalu naik apa?" tanya diplomat Perancis dan Jerman.

"Oh, saya sudah biasa jalan d…

Kriteria Pria Macho dan Trendy Masa Kini

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Bagi Anda yang suka mengamati iklan rokok di media televisi, pastilah akrab dengan gambaran ini. Pria yang dianggap trendy, jantan, atau macho adalah mereka yang menikmati rokok dan kehidupan berkelas. Mereka biasa tampil berwibawa dan percaya diri dalam rapat bisnis di kantor atau pertemuan dengan para eksekutif lain di hotel berbintang.

Mereka bepergian dengan mobil mewah, mulai dari yang bercitra formal seperti Mercedes Benz, sampai yang berpenampilan informal seperti Lamborghini. Mereka juga punya aktivitas olahraga yang eksklusif. Bertualang di hutan, naik Jeep, dengan perlengkapan berburu yang wah. Menyelam di kawasan Raja Ampat dengan menggunakan kapal yacht pribadi. Sampai berolahraga terbang layang dengan pesawat pribadi, tentunya dengan ditemani wanita-wanita cantik berpenampilan foto model, yang murah senyum dan menggiurkan.

Keren, bukan? Tetapi itu adalah gambaran pria macho dan trendy versi media, atau lebih sempit lagi versi iklan televisi. Nyat…

Berbagai Teori tentang Penembakan Polisi di Depan Gedung KPK

Image
90 Persen uraian di bawah dicopas dari status rekan wartawan Hanibal Wijayanta:

Mari Menyusun Puzzle:
Fakta di Lapangan


- Selasa malam, pukul 22.15 WIB.
- Jalan HR Rasuna Said, di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi
- Saksi mata melihat seorang polisi –belakangan diketahui bernama Sukardi, pangkat Brigadir Kepala, bertugas sebagai Provost Polairud— mengendarai Honda Supra 125 R warna hitam bergaris merah bernomor polisi B 6671 TXL melintas di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, tepat di depan Gedung KPK.
- Saksi mata melihat Sukardi mengendarai motornya di depan iring-iringan enam kontainer pengangkut kayu dan besi komponen lift di jalur lambat arah Mampang Prapatan.
- Saksi mata melihat, dari sisi kanan jalur lambat, satu motor Honda Supra dengan seorang pengendara berbaju merah melintas dan kemudian berhenti di depan Gedung KPK.
- Saksi mata melihat, dari belakang iring-iringan truk, dua motor bebek lagi menyalip. Satu motor berboncengan, satu lainnya dikendarai seorang diri.
- …

Kiat Menghindari Kecelakaan, Sesudah Mengantar Pacar Pulang

Image
Dalam kasus kecelakaan mobil yang menimpa putranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Dul, anaknya musisi Ahmad Dhani, ada pola yang sama. Dua kecelakaan itu terjadi: (1) pada malam hari (sehingga mungkin ada efek capek/mengantuk); dan (2) sesudah mengantarkan pacar pulang ke rumah (rumah pacar mungkin agak jauh, sehingga menambah rasa capek mengemudi).

KIAT MENGATASI: Untuk menghindari rasa capek yang berakibat fatal: menginaplah di rumah pacar sampai pagi. Sesudah merasa segar, sarapan pagi (kalau bisa minum madu + kuning telur) dan tidak mengantuk, baru boleh mengemudi lagi.

Kiat praktis ini tentunya dengan catatan: Anda tidak digampar oleh bapaknya pacar. he..he..he...

Jakarta, 13 September 2013
Satrio Arismunandar.

Cara Pacaran yang Aman (Dalam Menjaga Keperawanan Putri-putri Anda)

Image
Bagaimana cara pacaran yang paling aman? Jawabannya: Cara pacaran yang paling aman adalah tidak pacaran. Itulah kesimpulan saya sebagai ayah dari 2 anak perempuan yang masih ABG, dengan akses luas terhadap Internet, social media, dll.

Kalau ada yang menolak kesimpulan saya dengan argumen "yang penting orangtua selalu dekat dan mengawasi anak-anaknya," saya akan menjawab: "Saya nyerah deh, give up, jika disuruh mengawasi anak-anak era liberal kapitalistik online 2013 sekarang..."

Yang saya lakukan sejauh ini adalah menjaga komunikasi yang baik dengan 2 anak gadis saya, sehingga mereka paling tidak mau cerita --meski dengan malu-malu-- jika ada cowok yang naksir dsb....

(Notes: Nasehat saya ini tentu tidak berlaku bagi mereka yang memang sudah tidak percaya atau tidak peduli sama sekali dengan prinsip menjaga kesucian/keperawanan/keperjakaan sampai saat pernikahan).

Jakarta, 13 September 2013

Satrio Arismunandar.

Joke Wartawan - "Ekonomi Kata" Menurut Jurnalis Kompas, Tempo, detik.com, dan TVOne

Image
Dalam menulis naskah berita, para jurnalis selalu ditekankan untuk menerapkan prinsip “ekonomi kata,” karena keterbatasan ruang di media cetak dan keterbatasan durasi di media elektronik. Pengertian “ekonomi kata” adalah bahasa jurnalistik itu harus komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami. Untuk itu, bahasa jurnalistik lebih disukai bersifat lugas, langsung, padat, tidak bertele-tele. Ini adalah kisah empat jurnalis yang menerapkan prinsip “ekonomi kata” tersebut.

Alkisah ada seorang nelayan sedang berjualan ikan di sebuah pasar di Marunda, Jakarta Utara. Lapak ikannya kecil saja, dan di atas lapak itu ada papan dengan tulisan besar berbunyi: IKAN SEGAR DIJUAL DI SINI.

Saat itu kebetulan lewat seorang jurnalis dari Harian Kompas. Melihat tulisan di papan itu, dia menghampiri si penjual ikan. Dia menegur dengan sopan: “Pak, dari segi bahasa jurnalistik, tulisan di papan itu terlalu bertele-tele. Buat apa bapak tulis ikan SEGAR. Sudah jelas dong, tidak mungkin bapak menjual ikan busu…

Anak-anak saya yang Masih Siswa TK dan SMP Ternyata "Lebih Rasional" daripada Saya

Image
Saya yang sudah berusia 50-an tahun ternyata "kalah rasional" dengan anak-anak saya, yang masih ABG dan yang masih sekolah di Playgroup dan TK. Sebetulnya sebagai mantan penulis cerpen, saya selalu mencoba membangkitkan daya imajinasi anak-anak. Jadi jika bepergian dengan mobil dan sedang bersama anak-anak, saya suka "bermain imajinasi."

Misalnya, saya pura-puranya sedang naik perahu di sungai yang luas atau naik kapal di lautan. "Awassss, di belakang ada ikan hiu gede! Ayo, Fathan, kabuurrr! Fawwaz, di sebelah kanan ada buaya gede! Tubruk saja dengan kapal!" kata saya pada Fathan dan Fawwaz, anak saya yang di Playgroup dan TK. Tetapi mereka tidak merespon. "Papa, kita sedang di jalan raya, bukan di laut," kata Fawwaz.

Kebetulan ada menara saluran listrik tegangan tinggi, terlihat di depan sebelah kanan mobil. Saya bilang ke Fathan (yang saya tahu penggemar film anak Samurai Rangers dan Ultraman), "Itu menara Akebono! Awas, nanti menaranya…

Korupsi dan Kompartementalisasi

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Banyak orang terkaget-kaget ketika seorang profesor dari sebuah perguruan tinggi ternama, yang dari tampilan luar selama ini dikenal sebagai seorang yang baik, sederhana, santun, idealis, berintegritas, ditangkap basah oleh petugas badan antikorupsi dengan tuduhan menerima suap. Kalau tidak ada bukti konkret, berupa tumpukan uang senilai miliaran rupiah yang disita di tempat peristiwa, berita penangkapan itu rasanya sulit dipercaya.

Kasus yang “sulit dipercaya” semacam ini bukanlah hal baru. Dalam kasus lain, juga ada tokoh politik yang dikenal religius, rajin beribadah, sering bicara antikorupsi, bahkan fasih mengutip ayat-ayat kitab suci, juga ditangkap petugas dengan tuduhan terlibat korupsi. Berbagai kasus korupsi lain juga telah diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kementerian yang berurusan dengan agama dan pendidikan, dua bidang yang sepatutnya menjadi tonggak atau teladan penegakan etika birokrasi dan moralitas.

Yang membuat bingung dan …

Pesan Buat Istriku yang Berwisata ke Bali

Image
Hari Senin, 9 September 2013 ini, istriku dan teman-temannya, para ibu-ibu dari komplek perumahan tempat aku tinggal di Taman Cipayung, Depok II Tengah, akan berangkat ke Bali sekitar 4 hari. Mereka memanfaatkan tiket murah Air Asia yang sudah dipesan setahun sebelumnya.

Ini perjalanan wisata "paket murah meriah," yang semua pesertanya adalah ibu-ibu (sudah menikah semua). Ketika pas aku mau berangkat ke kantor tadi pagi, sambil memeluk dan mencium istri sebagai ucapan selamat jalan, aku bisikkan di telinganya: "Pesanku cuma satu: Hati-hati! Di Bali banyak cowok cakep!"

Depok, 9 September 2013
Satrio Arismunandar.

Pemerintah SBY Gunakan "Konsep Bang Ali Sadikin" untuk Menangani Pro-Kontra Miss World

Image
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menyatakan dukungannya atas pelaksanaan ajang Miss World 2013 di Indonesia. Tetapi, pemerintah meminta kontes kecantikan itu cuma boleh digelar di Pulau Bali. "Miss World 2013 hanya akan diadakan di Pulau Bali. Mulai dari pembukaan sampai penutupan," kata Agung Laksono, dalam konferensi pers yang didampingi Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, usai rapat koordinasi dengan Wakil Presiden Boediono di Jakarta Pusat,7 September 2013.

Semula panitia pelaksana bermaksud menyelenggarakan ajang Miss World 2013 di Bali, Jakarta, dan puncaknya di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Namun muncul penolakan dari sejumlah elemen masyarakat yang menganggap ajang ini tidak memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia. Atas adanya pro dan kontra itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar berharap, penutupan ajang Miss World 2013 tidak dilaksanakan di…

DEDICATION OF LIFE -- Karya: Bung Karno (1966)

Image
DEDICATION OF LIFE

Saya adalah manusia biasa.
Saya dus, tidak sempurna.

Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan.

Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air,
kepada bangsa. Itulah dedication of life-ku.

Jiwa pengabdian inilah jadi falsafah hidupku. Saya nikmati dan jadi bekal hidupku.

Tanpa jiwa pengabdian ini, saya bukan apa-apa.

Akan tetapi, dengan jiwa pengabdian ini, saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat.


SOEKARNO, 10 September 1966.

Notes:Tulisan Bung Karno ini --atas permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri -- dibacakan lagi oleh Jokowi di depan para kader, dalam acara Rakernas PDI Perjuangan, September 2013.

Repotnya Jadi Penulis Karya Fiksi (Diharapkan Oleh Istri Agar Jadi Suami Romantis)

Image
Sewaktu masih mahasiswa di FTUI jurusan Elektro (1980-1989), aku termasuk penulis cerpen yang lumayan produktif di Majalah Anita Cemerlang, dan juga sejumlah majalah remaja lain. Bisa dibilang, aku membayar uang kuliah dengan honor dari menulis cerpen-cerpen itu.

Terus terang, cerpen-cerpenku yang sudah dimuat itu juga menjadi sarana untuk "pendekatan" pada cewek-cewek manis yang jadi incaran (meski taktik ini sejauh ini kurang memberi hasil nyata untukku). Biasanya cerpen-cerpenku yang kuanggap terbaik aku fotocopy, terus fotocopy-nya kuserahkan ke cewek bersangkutan (sebagai sarana promosi diri. Biasalah!)

Salah satu pembaca cerpenku waktu itu adalah seorang mahasiswi IKIP Jakarta, yang jadi istriku sekarang (beda usia kami hampir 13 tahun). Nah, persoalannya karena tokoh-tokoh cerpenku umumnya romantis, ini menimbulkan ekspektasi atau harapan yang mungkin tidak sesuai dari pihak istri terhadap kondisi real-ku sendiri.

"Kamu kok tidak romantis sih? Tidak seperti tokoh…

Mengajar Mata Kuliah "Modern Media Writing" di Kwik Kian Gie School of Business

Image
Kamis, 5 September 2013, adalah minggu kedua aku mengajar mata kuliah Modern Media Writing di Kwik Kian Gie School of Business, Sunter. Inti materi kuliahnya adalah tentang berbagai teknik penulisan berita dan feature untuk media cetak, media online, dan media TV. Mahasiswanya ada 20 orang.

Aku berterimakasih pada sahabat lamaku, mantan wartawan Majalah Tempo dan aktivis Suratkabar Kampus Warta UI, Teguh Poeradisastra, yang bahan-bahannya kumanfaatkan sebagian untuk mengajar. Sebelum ini aku dan Teguh memang pernah bersama-sama mengajar Teknik Penulisan Efektif di Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Banyak materi mata kuliah itu yang bisa dibilang sama dengan mata kuliah Modern Media Writing. Maklum, teknik penulisan jurnalistik dasar --seperti menulis straight news, spot news, soft news, feature-- kan pada dasarnya tidak banyak berubah. Untuk penulisan berita dan feature bagi media TV, aku bisa mengupayakan sendiri, mengandalkan pengalaman kerja selama 10 tahun lebih di Divisi News Trans TV.…

Logika Real Politik: Jokowi Harus Jadi Capres 2014

Image
Tesis saya: Untuk 2014 ke depan, serahkan DKI Jakarta pada kepemimpinan Ahok, yang terbukti dengan gaya unik ceplas-ceplos ala "Ali Sadikin" cukup tegas dan efektif mengurus Jakarta. Jokowi sendiri harus go to Capres 2014!

Logika politik saya: Tidak ada jaminan bahwa Jokowi bisa nyapres jika menunda-nunda sampai 2019, seperti saran-saran sejumlah kalangan yang --maaf harus saya katakan-- "tidak realistis" dalam konteks politik Indonesia (Emangnya orang bisa jamin umurnya Jokowi sampai 2019? Emangnya dia tidak akan dijegal di 2019 oleh kubu Presiden yang menang di 2014? Emangnya popularitasnya masih tinggi di 2019? Terlalu banyak pertanyaan yang jawabannya tidak pasti).

Yang saya tolak dari sejumlah "pengamat politik" dan politisi yang tidak suka Jokowi maju 2014 justru pernyataan "menunggu" 2019 itu. Saya percaya sebagian mereka mungkin berniat baik. Tetapi argumen "menunggu" itu tidak bisa ditafsirkan secara naif dalam real politik. B…

Ironi Obama, Dari Pemenang Nobel Perdamaian Sampai Pengobar Perang ke Suriah

Image
Dulu ketika Barack Hussein Obama dipilih jadi Presiden AS pertama yang berkulit hitam, dunia bersuka cita termasuk warga Indonesia (khususnya mereka generasi lama yang pernah satu sekolah dengan Obama di kawasan Menteng, Jakarta).

Bahkan sebelum jelas prestasinya di bidang perdamaian, Obama sudah dianugerahi Nobel PERDAMAIAN (meskipun banyak juga yang memprotes pemberian hadiah ini). Alasan Panitia Nobel waktu itu, kemenangan Obama menjadi Presiden AS bisa memberi "inspirasi" bagi cita-cita perdamaian.

Namun kini, Obama yang sama sudah siap mengobarkan perang dengan aksi militer menyerang Suriah, negeri Arab yang sedang dilanda perang saudara. Obama mengunakan alasan penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah, sebuah tuduhan yang belum terbukti sama sekali. Bahkan utusan PBB lebih menduga, pengguna senjata kimia adalah justru pasukan oposisi terhadap rezim Suriah.

Tuduhan Obama mengingatkan kita pada pola-pola lama yang dilakukan pemerintah AS. Presiden AS George W. Bus…

Hubungan Unik Petugas Intelijen dan Aktivis Era 1990-an (Pengalaman Waktu Masih Jadi Pengurus DPP SBSI)

Image
Sebagai aktivis lama yang pada era rezim Soeharto 1990-an menjadi salah satu pengurus di DPP SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), saya punya kenangan tentang interaksi aktivis dengan petugas intel. Waktu itu saya berstatus wartawan/buruh Harian Kompas yang di SBSI menangani buruh Sektor Pers, Penerangan dan Grafika bersama teman saya En Jacob Ereste dan Dhia Prekasha Yoedha.

Ada petugas intel militer, sebut saja namanya L, yang sering datang ke sekretariat DPP SBSI di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur. Berbeda dengan gambaran petugas intel ala film-film Hollywood, intel Indonesia terang-terangan mengaku intel. Kalau datang ke kantor SBSI, L suka memakai baju safari. Tampaknya dia bukan petugas level bawahan, tetapi juga belum level sangat tinggi.

Kalau kami pengurus SBSI sedang rapat, dia suka nongkrong di beranda kantor SBSI meski tidak terang-terangan menguping (dia tidak mau terlalu norak dalam mencari informasi). Jadi hubungan kami para aktivis dengan intel sudah seperti &quo…

Perbandingan Kehebatan Superhero Amerika VS Superhero Indonesia

Image
Contoh Superhero Amerika:

SuperMan: Kebal tembakan dan bisa terbang lebih cepat dari peluru.
BatMan: Tak gentar di tempat tinggi, bisa lincah melayang dari gedung tinggi ke gedung tinggi lain, serta dilengkapi berbagai peralatan canggih.
SpiderMan: Bisa merayap di dinding serta dari telapak tangannya bisa mengeluarkan jaring seperti laba-laba.

Contoh Superhero Indonesia:

SengMan: Orang yang tidak begitu dikenal publik, namun dipercaya sebagai utusan SBY jika datang ke kantor PKS, dan diserahi Rp 40 miliar duit hasil suap impor daging sapi (menurut pengakuan Ridwan, anak Ketua Majelis Syuro PKS, dalam sidang pengadilan kasus suap impor daging sapi. Sedangkan menurut ekonom Rizal Ramli, SengMan ini sudah lama jadi beking finansial SBY).

Jakarta, 2 September 2013
Satrio Arismunandar

Kengawuran Etika Politik Pimpinan BPK, yang Ikut Konvensi Capres Partai Demokrat

Image
Cara berpikir Dr. Ali Masykur Musa sebagai salah satu pimpinan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) bagaimana sih?
Secara etis atau ETIKA POLITIK jelas tidak bisa dong, jika dia selaku salah satu pimpinan BPK --yang memeriksa potensi penyelewengan uang negara, yang antara lain melibatkan kader-kader Partai Demokrat (kasus HAMBALANG)-- kok bisa-bisanya ikut konvensi capres Partai Demokrat?

Kalau mau maju jadi capres begitu, ya mundur dulu dari BPK dong. Kacau balau semuanya. Tidak bisa dia bertindak seenaknya, sekadar untuk ikut konvensi. Komite Konvensi Partai Demokrat juga sama ngawurnya dan sama-sama tidak tahu etika.

Maunya mereka, kalau nanti Ali Masykur Musa terpilih jadi capres Demokrat, barulah mundur dari BPK. Tetapi kalau tidak terpilih, tinggal balik lagi ke BPK, seolah-olah tidak pernah terjadi ada apa-apa. Inilah kalau semua pejabat dan politisi mau enaknya sendiri. Ngawur total!

Jakarta, 30 Agustus 2013
Satrio Arismunandar.

Ciri-Ciri Unik Calon Presiden 2014

Image
Calon Presiden yang paling berapi-api dan patriotis pro-NKRI kalau berpidato: SURYA PALOH....
Calon Presiden yang masuk daftar 100 orang terkaya Indonesia: ABURIZAL BAKRIE
Calon Presiden yang paling hemat bicara: MEGAWATI
Calon Presiden yang paling pinter nyanyi: RHOMA IRAMA
Calon Presiden yang rambutnya paling putih: HATTA RAJASA
Calon Presiden yang background pendidikannya paling keren (S2 Universitas Harvard, USA): GITA WIRJAWAN
Calon Presiden yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan SBY: PRAMONO EDHIE WIBOWO
Calon Presiden yang sudah dianggap Presiden (the real President) ketika masih berstatus Wapres, karena tegas dalam mengambil keputusan (tidak lamban): JUSUF KALLA
Calon Presiden yang punya bisnis tambang minyak di luar negeri: PRABOWO SUBIANTO
Calon Presiden yang paling kurus dan selalu nomor satu elektabilitasnya di berbagai survey: JOKOWI

Jakarta, 29 Agustus 2013
Satrio Arismunandar

Intelijen Indonesia dalam Kancah Pertarungan Soft Power

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Indonesia tidak bisa menghindari perang asimetris, baik sebagai sasaran maupun sebagai pelaku. Maka jajaran intelijen perlu terus meningkatkan kualitas profesional SDM-nya, demi menghadapi tantangan perang asimetris, yang kini umumnya berwujud soft power.

Perang asimetris sebenarnya bukanlah wacana baru bagi komunitas intelijen Indonesia, yang dikoordinasi oleh BIN (Badan Intelijen Negara). Perang asimetris, yang kini banyak dilakukan dalam wujud soft power (kekuatan lunak), merupakan perang yang menggunakan cara-cara nonkonvensional. Karena sifatnya yang demikian itu, ia lebih sulit dideteksi dan lebih rumit cara mengatasinya. Dalam konteks inilah terlihat pentingnya peran intelijen.

Perang terbuka menggunakan persenjataan militer atau hard power (kekuatan keras) umumnya dianggap sudah kurang cocok dengan kondisi dunia sekarang, serta sangat mahal secara ekonomi. Ini bukan berarti ancaman hard power bisa disepelekan. Ketegangan militer antara Cina dengan seju…

Indonesia Sebagai Sasaran Perang Asimetris

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Indonesia saat ini menjadi target perang asimetris di berbagai sektor politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan. Jika pemerintah tidak tanggap dan tidak serius menghadapinya, kepentingan nasional bisa terancam.

Lembaga kepolisian Indonesia, Polri, baru-baru ini terguncang. Tiga anggota polisi tewas dalam sejumlah aksi “penembak misterius” pada Juli-Agustus 2013. Jika “serangan-serangan teror” terpisah ini dilakukan secara terencana oleh “pihak yang sama,” bisa jadi ini merupakan perang asimetris yang dilancarkan pihak tertentu terhadap institusi Polri khususnya dan aparat keamanan umumnya.

Dua anggota Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan --Aiptu Kus Hendratno serta Bripka Ahmad Maulana-- tewas ketika sedang berpatroli malam di Jalan Graha Raya, akibat ditembak orang tidak dikenal pada 16 Agustus 2013. Lalu, rumah anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Andreas Tulam, di Cipete, Pinang, Tangerang, ditembak orang tidak dikena…