Bedanya Hizbut Tahrir dan Partai Demokrat (Dalam Kasus Siaran di TVRI)

Hizbut Tahrir membayar dengan uang (artinya, ada income konkret) ke Bagian Marketing TVRI, sehingga acara Muktamar Khilafahnya di Gelora Bung Karno disiarkan TVRI, 6 Juni 2013. Itu pun bentuknya adalah siaran tunda yang melalui proses editing (acaranya tanggal 2 Juni, disiarkan pada 6 Juni).

Partai Demokrat tidak membayar sepeser pun ke Marketing TVRI, cukup dengan "pihak Istana" menekan Dirut TVRI Farhat Syukri. Dirut kemudian juga menekan bawahannya di staf redaksi TVRI, untuk menyiarkan penuh 3 jam acara konvensi Capres Partai Demokrat pada 15 September 2013 (blocking time).

Kesimpulan: Hizbut Tahrir lebih "tahu diri" daripada Partai Demokrat dalam berurusan dengan TVRI, yang berstatus TV Publik (bukan TV milik penguasa). He..he.. he....

Jakarta, 18 September 2013
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI