Ironi Obama, Dari Pemenang Nobel Perdamaian Sampai Pengobar Perang ke Suriah

Dulu ketika Barack Hussein Obama dipilih jadi Presiden AS pertama yang berkulit hitam, dunia bersuka cita termasuk warga Indonesia (khususnya mereka generasi lama yang pernah satu sekolah dengan Obama di kawasan Menteng, Jakarta).

Bahkan sebelum jelas prestasinya di bidang perdamaian, Obama sudah dianugerahi Nobel PERDAMAIAN (meskipun banyak juga yang memprotes pemberian hadiah ini). Alasan Panitia Nobel waktu itu, kemenangan Obama menjadi Presiden AS bisa memberi "inspirasi" bagi cita-cita perdamaian.

Namun kini, Obama yang sama sudah siap mengobarkan perang dengan aksi militer menyerang Suriah, negeri Arab yang sedang dilanda perang saudara. Obama mengunakan alasan penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah, sebuah tuduhan yang belum terbukti sama sekali. Bahkan utusan PBB lebih menduga, pengguna senjata kimia adalah justru pasukan oposisi terhadap rezim Suriah.

Tuduhan Obama mengingatkan kita pada pola-pola lama yang dilakukan pemerintah AS. Presiden AS George W. Bush juga menggunakan alasan kepemilikan senjata pemusnah massal, sebagai alasan pembenaran untuk menyerbu Irak pada 2003. Sampai sekarang kepemilikan senjata pemusnah massal itu tidak pernah terbukti, dan diyakini bahkan oleh banyak orang Amerika sendiri sebagai alasan yang dibuat-buat (penipuan disengaja) oleh pemerintah Bush. Berbagai invasi militer AS ke negara-negara sering menggunakan dalih semacam ini, yang ujung-ujungnya tidak terbukti.

Jakarta, 3 September 2013
Satrio Arismunandar.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI