Mengajar Mata Kuliah "Modern Media Writing" di Kwik Kian Gie School of Business

Kamis, 5 September 2013, adalah minggu kedua aku mengajar mata kuliah Modern Media Writing di Kwik Kian Gie School of Business, Sunter. Inti materi kuliahnya adalah tentang berbagai teknik penulisan berita dan feature untuk media cetak, media online, dan media TV. Mahasiswanya ada 20 orang.

Aku berterimakasih pada sahabat lamaku, mantan wartawan Majalah Tempo dan aktivis Suratkabar Kampus Warta UI, Teguh Poeradisastra, yang bahan-bahannya kumanfaatkan sebagian untuk mengajar. Sebelum ini aku dan Teguh memang pernah bersama-sama mengajar Teknik Penulisan Efektif di Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Banyak materi mata kuliah itu yang bisa dibilang sama dengan mata kuliah Modern Media Writing. Maklum, teknik penulisan jurnalistik dasar --seperti menulis straight news, spot news, soft news, feature-- kan pada dasarnya tidak banyak berubah. Untuk penulisan berita dan feature bagi media TV, aku bisa mengupayakan sendiri, mengandalkan pengalaman kerja selama 10 tahun lebih di Divisi News Trans TV.

Sebagai dosen, sobatku Teguh ini orangnya unik. Kalau ada dosen lain yang suka enggan memberikan materi power pointnya, Teguh justru sebaliknya. Soal kasus "dosen pelit," pernah kualami ketika aku belajar filsafat di UI. Ada dosen yang seperti tidak rela mahasiswa S3 mengcopy presentasinya. Aku heran saja melihat itu.

Teguh sebaliknya tipe dosen yang royal soal materi kuliah. Ia mempersilakan mahasiswa jika mau meng-copy presentasi power pointnya. Aku meniru gayanya, ketika mengajar di mata kuliah lain di FISIP UI sendirian. Aku pikir, di era Internet ini, orang bisa belajar dari mana saja, tanpa dibatasi sumber.

Tetapi memang itu kembali berpulang pada mahasiswanya. Berbekal sekian tahun pengalaman mengajar, meski sudah kuberi sekian e-book gratis plus materi presentasi, aku lihat, tampaknya tidak semua materi itu dibaca oleh mahasiswa. Hanya segelintir mahasiswa yang mau menggali materi, melebihi text book yang ditetapkan dosen. Untuk yang seperti ini biasanya kuberi apresiasi tambahan nilai, dan biasanya mereka memang termasuk mahasiswa yang cerdas dan kritis di kelas.

Jakarta, 5 September 2013
Ir. Satrio Arismunandar, M.Si, MBA.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)