Pandangan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa tentang Mobil

Tulisan Habib Munzir al-Musawa:
Zuhud adalah hidup dengan sederhana dalam keduniawian. Hamba belum mampu mencapainya, namun sebagian usaha yang hamba lakukan adalah menghilangkan cinta pada semua hal yang bersifat duniawi, berupa harta dll yang tidak ada sangkut pautnya dengan asesoris dakwah.

Hamba membutuhkan mobil, untuk mencapai banyaknya majelis dan ketepatan waktu untuk tiba di lokasi, yang sudah ditunggu puluhan ribu orang hampir setiap malamnya. Di satu fihak tanpa hamba punya kendaraan pun, hamba akan siap dijemput oleh ribuan mobil yang akan mengantar hamba kemana pun hamba akan pergi. Namun hamba tak mau menyusahkan orang lain, apalagi membebani para penyelenggara untuk harus menyediakan kendaraan penjemput pula. Maka hamba membeli mobil dengan angsuran.

Hamba merawat mobil itu secara sebaik-baiknya secara mekanik dan mesinnya, dengan perawatan yang sangat serius, demi tak menghambat kelancaran dakwah hamba. Namun hamba tidak perdulikan body mobil yang sudah penuh baret dan penyok, khususnya di kiri body mobil, yang selalu terdesak oleh ribuan orang yang berebutan menyalami hampir tiap malamnya. Hamba tak perlu membenahi bodynya. Yang hamba butuhkan adalah mesinnya dan bagian dalamnya untuk kelancaran dakwah.

Banyak orang menyarankan dan mengejek, kenapa mobil penyok-penyok ini tak diganti dengan yang lebih bagus, atau paling tidak dibenahi. Apakah tidak malu pakai mobil penyok2 begini ke sana kemari, padahal hamba memimpin jutaan ummat? Hamba sungguh tidak malu, biar saja demikian. Jamaah tidak melihat kendaraan. Jamaah butuh penyampaian dan bimbingan, bukan masalah mobil tua atau penyok dan tak sedap dilihat. Hamba tak rela mengeluarkan 1 rupiah pun untuk membenahi bodynya, karena itu bukan hajat dakwah. Lebih baik diberikan pada fuqara di jalanan jika ada kelebihan harta.

Jakarta,16 September 2013
Satrio Arismunandar

(Dikutip dari blog Habib Munzir al-Musawa, pimpinan Majelis Rasulullah yang meninggal dunia pada 15 September 2013 dalam usia 40 tahun. Dikutip di sini karena saya sangat cocok dengan pemikirannya soal mobil ini. Foto mobil yang dipasang di sini bukan milik Habib, tapi saya comot asal saja dari Internet, sekadar sebagai pemanis tampilan)

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)