Media Perjuangan Sektor Informal Pendukung Jokowi

Oleh Satrio Arismunandar

Relawan pendukung Jokowi bekerjasama dengan Harian Umum Sentana, untuk menggalang suara dari kalangan menengah ke bawah. Penggalangan dukungan lewat media cetak, media online, dan media sosial diharapkan makin memantapkan posisi Jokowi, untuk diajukan sebagai calon presiden 2014.


Kalau dalam ekonomi dikenal adanya sektor formal dan informal, dalam penggalangan dukungan untuk kandidat pemilihan presiden 2014 rupanya juga ada hal serupa. Penggalangan formal adalah yang dilakukan oleh partai politik beserta jajaran dan struktur kelembagaannya. Sedangkan penggalangan informal adalah yang dilakukan oleh rakyat, tanpa keterkaitan dengan struktur organisasi partai politik.

Penggalangan dukungan resmi lewat partai politik mungkin makan waktu lama, karena harus melalui birokrasi internal. Ia juga butuh restu sana-sini dari jajaran elite partai untuk leluasa bergerak. Namun prakarsa rakyat bisa jalan sendiri secara otonom, dan bisa lebih sigap dari langkah partai. Itulah yang ditunjukkan Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014).

Bara JP memang berkomitmen mendukung pencalonan Joko Widodo (Jokowi), yang saat ini menjabat Gubenur DKI Jakarta, untuk menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden 2014. Bara JP ini tidak punya hubungan organisasional atau struktural dengan PDI Perjuangan, juga tidak mendapat bantuan dana apapun dari partai politik. Tapi tanpa banyak gembar-gembor, Oktober 2013 ini Bara JP menggandeng kerjasama dengan Harian Umum Sentana, sebuah harian di Jakarta, dengan target pembaca kalangan menengah ke bawah atau kalangan wong cilik.

Bentuk kerjasamanya adalah pengadaan naskah tulisan dari para simpatisan pendukung Jokowi, untuk setiap hari dimuat di halaman satu Sentana. Inisiatif kerjasama ini justru berawal dari pihak Sentana, yang selain merasa seaspirasi dengan gagasan-gagasan Jokowi, tampaknya pengelola Sentana melihat nama Jokowi bisa mengundang pembaca.

Menurut salah satu tokoh aktivis Bara JP, Sihol Manullang, akan ada “Rubrik Jokowi” di Sentana yang memuat berbagai tulisan tentang Jokowi. “Jika tulisan itu muncul tiap hari, berarti tiap bulan dibutuhkan minimal 25 tulisan,” tutur mantan wartawan Suara Pembaruan ini.

Solidaritas sesama pendukung

Penulisnya nanti bukan cuma relawan yang tergabung di kepengurusan Bara JP, tetapi rubrik ini akan membuka diri untuk seluruh simpatisan dari seantero Tanah Air. Jumlahnya secara potensial pasti sangat banyak, mengingat keanggotaan grup Relawan Jokowi Presiden di media sosial Facebook saja sudah lebih dari 300 ribu anggota. Karena berangkat dari solidaritas sesama pendukung Jokowi, tidak ada honor besar yang bisa dijanjikan buat para penulis. Jadi semangatnya memang “menulis sebagai wujud dukungan.”

Kriteria tulisan sangat luwes. Konten tulisan sepanjang 4.000-5.000 karakter itu bisa apa saja, asalkan menyangkut Jokowi sebagai kandidat Presiden 2014. Isinya bisa berupa kesan, harapan, analisis, atau apa pun yang berkaitan dengan upaya agar Jokowi diajukan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. Batasannya, tulisan tidak boleh menyinggung masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Selain dimuat di Sentana, tulisan juga akan dimuat di portal berita baranews.co, yang direncanakan sudah eksis pada Oktober 2013.

Sentana adalah koran kecil dengan segmen pembaca berdaya beli rendah. Tentu seperti bumi dan langit jika dibandingkan dengan koran sekaliber Kompas. Namun, kerjasama Bara JP dengan Sentana ini punya makna tersendiri, justru karena segmen pembacanya yang sangat spesifik, yakni kalangan bawah.

Selama ini, Bara JP merasa sulit menjangkau kalangan wong cilik ini. Penyebabnya, berbeda dengan kalangan menengah ke atas, yang akrab dengan beragam bentuk media kontemporer, masyarakat kalangan bawah tidak terlalu melek media sosial. Akses Internet juga bisa dibilang tidak sampai ke mereka.

Lantas, bagaimana ideologi atau kebijakan redaksional baranews.co? Berbeda dengan “jurnalisme konvensional yang netral,” yang sering diajarkan dalam kursus atau pendidikan jurnalistik, jurnalisme yang diusung baranews.co –sebagaimana diungkapkan Sihol-- adalah jurnalisme yang memihak.

Jurnalisme ini tidak puas dengan sekadar meliput peristiwa kebakaran, tapi ia juga ingin mengungkap realitas yang bisa menyebabkan kebakaran. Bukan hanya meliput aksi amukan rakyat, tapi juga mengungkap realitas yang menyebabkan amukan rakyat itu.

Wartawan memang harus memihak

Dalam pemikiran semacam itu, jelas pengelola baranews.co tidak percaya adanya “bebas nilai” dalam kerja jurnalistik. “Wartawan memang harus memihak kepentingan rakyat mayoritas, dan senantiasa mendorong perubahan. Hanya perubahan yang bisa menunjukkan keberhasilan partisipasi politik rakyat,” tutur Sihol. “Jika para politisi membuat inflasi janji, jurnalisme kami menghindari inflasi kata-kata. Kesamaan kata dengan tindakan, menjadi dambaan baranews.co.”

Ketika menjelaskan “ideologi jurnalistik” media para aktivis pendukung Jokowi ini, Sihol mengutip ucapan Leonardo da Vinci: "Saya terkesan dengan urgensi tindakan. Memahami tidaklah cukup, kita harus menerapkan. Berharap tidaklah cukup, kita harus mewujudkan.”

Sihol bahkan fasih mengutip Wiji Thukul, penyair yang “dilenyapkan” oleh rezim Orde Baru karena perlawanannya yang tegas terhadap rezim. “Bila baranews.co harus meringkas identitas dirinya menjadi dua baris puisi, maka yang pas adalah sajak Wiji Thukul: Aku bermimpi tentang sebuah gerakan, tapi mana mungkin kalau diam?” ucapnya.

Berjuang melalui media adalah salah satu kegiatan Bara JP, yang lahir melalui Kongres Pendukung Jokowi Sedunia, di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, 15 Juni 2013.
Di gedung itulah, proklamator kemerdekaan RI Soekarno membacakan pledoi "Indonesia Menggugat" tahun 1930. Pengurus Bara JP mengklaim, sudah mendirikan Dewan Pengurus Wilayah di 34 provinsi, dan kini sudah terbentuk Pengurus Daerah di seluruh kabupaten/kota, juga di 41 negara.

Bara JP, yang kini sudah membuka sekretariat sederhana di kawasan Cawang, Jakarta Timur, bukan cuma berkiprah di media sosial, media online, dan media cetak. Aktivis Bara JP sering hadir di berbagai kegiatan Jokowi, seperti saat Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan, September 2013. Bara JP juga sempat membuka lapak untuk menjual kaos Jokowi di beberapa kesempatan.

Lucunya, pernah Jokowi di suatu acara melewati lapak tempat penjualan kaos “Jokowi Presiden 2014.” Mantan Walikota Surakarta itu heran, kok di tempat yang tidak terduga itu ada orang yang berjualan kaos Jokowi. Jokowi pun menyapa lebih dulu dan menyalami aktivis Bara JP yang menjaga lapak.

Walaupun aktivis Bara JP merupakan relawan pendukung Jokowi, mereka dan Gubernur DKI itu rupanya tidak saling mengenal. Bahkan, Bara JP bisa dibilang tidak pernah berkomunikasi dengan Jokowi, juga tidak dengan PDI Perjuangan. Inilah uniknya posisi para pendukung Jokowi dari “sektor informal,” yang pastinya berbeda dengan mereka yang resmi berada di dalam struktur organisasi PDI Perjuangan.

Sihol dan para relawan di Bara JP sering menyebut diri sebagai “nasionalis yang berserakan” di seantero negeri. Mereka juga adalah sekelompok warga yang mendambakan perubahan. Dalam semangat perubahan, mereka mencari pemimpin yang layak didukung rakyat, dan pilihan mereka adalah Jokowi.

Kerja berat yang dilakukan aktivis Bara JP sekarang adalah mengumpulkan sedikitnya 15 juta tanda tangan, disertai fotocopy KTP, sebagai basis usulan kepada PDI Perjuangan agar menjagokan Jokowi sebagai calon presiden 2014. Jutaan tanda tangan itu direncanakan akan diserahkan pada Desember 2013. *** (Diolah dari berbagai sumber)

Jakarta, 9 Oktober 2013

E-mail: satrioarismunandar@yahoo.com
HP: 081286299061

Comments

wa2n tips said…
Peluang Bisnis Dahsyat Yusuf Mansur. "Orang islam harus KAYA"
dan "Beli Kembali Aset Indonesia" dengan INDONESIA BERJAMAAH
Segera Amankan Posisi Anda, Segera JOIN bersama
Komunitas VSI , bisnis terbaru Ustadz Yusuf Mansur
Dengan Produk V-pay ( Virtual Payment ) Anda akan
dimudahkan dalam hal urusan pembayaran listrik,
telpon, pulsa, PDAM, TV Berbayar, Internet, Asuransi,
Kartu Kredit dan lain-lain. Transaksi dapat dilakukan
melalui Website, SMS, Android, BlackBerry, iPhone dan YM.
Penasaran Dengan Bisnis Ustd. Yusuf Mansur ini Kunjungi Website: KLIK DISINI

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI