Soal UTS Modern Media Writing - Menulis Feature Profil Seseorang

Buatlah sebuah Feature tentang profil Dian Apriliani, berdasarkan hasil wawancara di bawah:

WAWANCARA DENGAN DIAN APRILIANI

Coba ceritakan tentang diri kamu!


Perkenalkan nama saya Dian Apriliani, biasa dipanggil Dian. Saya lahir pada 3 April 1990 di RSUD Ciamis, Jawa Barat. Berdasarkan horoskop, tanggal tersebut merupakan milik orang-orang Aries. Lebih tepatnya saya lahir Jumat pagi jam 6.00. Saya anak pertama dari empat bersaudara. Kata ibu, saya lahir dengan berat 3,3 kg dan panjang 33 cm. Lucu ya? Angkanya kebetulan serba 3. Saya terlahir secara normal. Sejak lahir sampai SMA, saya tinggal bersama orangtua di sebuah desa kecil. Persisnya Desa Leuwiliang No. 29 RT 07/04, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.

Bagaimana latar belakang orangtua dan keluarga kamu?

Keluarga saya merupakan keluarga kecil yang Alhamdulillah sejahtera. Ayah saya Abriyanto dan ibu bernama Ratih Wiryanti. Ayah saya bekerja sebagai mandor di sebuah perkebunan teh, sedangkan ibu bekerja sebagai guru matematika di SMP Negeri 80, Ciamis. Adik saya ada tiga. Adik pertama laki-laki. Namanya Budi Sampurna. Sekarang dia kuliah di Unpad jurusan Hubungan Internasional. Yang kedua perempuan, Dewi Sekartaji, masih sekolah di SMA. Yang terakhir laki-laki, namanya Agus Bandono, masih SMP.

Riwayat pendidikan kamu?

Saya sekolah di SD Negeri Leuwiliang, lulus tahun 2002. Kemudian meneruskan ke SMPN 1 Ciamis, lulus 2005. Diteruskan ke SMA 3 Muhammadiyah di Ciamis, lulus 2008. Terakhir diterima di Kwik Kian Gie School of Business. Kebetulan ada sahabat baik ayah yang baik hati, mau membantu membayarkan uang masuk di sini. Saya ambil jurusan Broadcasting.

Kenapa ambil Broadcasting? Bukan Akuntansi atau Manajemen?

Saya ingin jadi wartawan atau presenter TV. Presenter idola saya adalah Najwa Shihab, yang sering muncul di Metro TV. Orangnya tampak cerdas, kritis, lincah berargumentasi, dan juga cantik. Tapi untuk sukses, saya lihat dia tidak mengandalkan pada kecantikan fisik, tetapi kecerdasannya. Seharusnya begitu. Perempuan harus dinilai bukan dari fisiknya semata-mata, tetapi dari kualitas kepribadiannya, termasuk intelektualitasnya.

Menyimpang sedikit, jadi kamu nggak setuju dong dengan acara miss-missan? Seperti acara Miss Universe, Miss World, Putri Indonesia, dan sebagainya? Itu kan acara yang mengeksploitasi kecantikan dan tubuh perempuan?

Saya tidak mau menghakimi kaum perempuan lain yang ikut acara-acara macam itu. Tapi saya sendiri memandang, meskipun acara itu barangkali ada unsur positifnya, pada hakikatnya itu memang menilai perempuan lebih pada aspek fisik. Walaupun oleh panitia penyelenggara dikatakan, unsur kepribadian juga dinilai. Tetapi coba lihat, apa ada perempuan yang badannya gemuk atau wajahnya jerawatan bisa menang di acara Miss World atau Miss Universe? Nggak pernah ada, kan?

Oh ya, Dian kan sudah ditetapkan menjadi Mahasiswa Teladan 2013 di Kwik Kian Gie School of Business. Nilai IPK kamu berapa sih? Apa resep Dian sehingga bisa mencapai prestasi itu?

Nilai IPK saya 3.78. Aaahh, saya sih biasa saja. Banyak kok mahasiswa lain yang lebih pintar. Saya mungkin cuma menang tekun saja. Cara belajar saya juga biasa saja. Cuma saya selalu fokus memperhatikan uraian dosen di kelas. Saya lihat, mahasiswa lain justru banyak ngobrol atau asyik sendiri ketika di dalam kelas. Selain itu, saya rasa, untuk sukses orang harus menyukai bidang yang ia tekuni. Saya kan sejak masuk sini memang sudah suka Broadcasting. Kalau kuliah karena paksaan orangtua atau bukan kemauan sendiri, pasti terasa sulit dan berat.

Omong-omong, Dian udah punya pacar? Cowok idaman menurut Dian seperti apa sih?

Aduh, jangan nanya itu deh! Dian sekarang mau fokus ke sekolah dulu. Habis sekolah nanti mau meniti karir di dunia Broadcasting. Belum ada pacar serius. Tapi Dian punya banyak teman cowok. Dian nggak munafik sih. Kalau ada cowok yang cocok, ya masa sih ditolak. Tapi itu belum prioritas. Tipe cowok yang Dian sukai adalah yang kalem, tenang, penyabar, tidak kasar, tidak posesif, tidak banyak ngatur-ngatur. Tetapi pintar, bisa dipercaya, dan punya semangat tinggi untuk maju. Dia nggak harus ganteng seperti Tom Cruise, nggak harus kaya. Selain itu, ya harus rajin sholat. Menurut Dian, beragama itu penting karena terkait dengan perilaku dan etika.Kalau sama Tuhan saja dia nggak takut, kan dia berpotensi melanggar banyak hal lain atau berbuat hal-hal yang nggak benar? Iya kan?

Pertanyaan terakhir, semboyan atau motto hidup Dian apa sih?

Saya cuma berpegang pada ajaran ibu. “Jujurlah pada diri sendiri dan jujur pada orang lain.” Itu saja. Kedengarannya sederhana ya? Tapi itu tidak mudah lho. Jujur itu kan artinya tidak boleh bohong, tidak boleh menipu, tidak boleh korupsi, harus satu dan konsisten antara kata dengan perbuatan. Padahal coba lihat sekarang! Korupsi kan terjadi di mana-mana, di pemerintahan, di DPR, di kehakiman! ***

Notes:
Dian Apriliani adalah tokoh fiktif dan wawancara ini juga fiktif, hasil rekaan Dosen Modern Media Writing, Ir. Satrio Arismunandar, M.Si, MBA, Semester Ganjil 2013-14 - Kwik Kian Gie School of Business, 8 Oktober 2013.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)