Posts

Showing posts from April 30, 2013

Kita Memang Bisa Dilemahkan oleh Kecantikan...

Image
Sehabis institusi Polri jungkir balik ditimpa skandal korupsi gila-gilaan oleh para jenderalnya, di media sosial kita tiba-tiba disodori Polwan-polwan cantik yang simpatik. Sesudah lembaga Kopassus dikecam oleh kelompok HAM dan media, akibat kasus eksekusi 4 preman di Lapas Cebongan, Yogyakarta, eh di Facebook juga muncul soal Sersan Dua Kopassus yang cantik. Sang Sersan cantik bilang, dia juga bingung bagaimana fotonya bisa muncul bertebaran di media sosial.

Saya jadi kepikiran, jangan-jangan sesudah munculnya pemberitaan dugaan korupsi di Kementerian Pertanian dan kegagalan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal pelaksanaan Ujian Nasional yang acak adut, nanti akan muncul staf Kementerian Pertanian cantik, staf Kemdikbud cantik, aspri Presiden cantik, dan lain-lain. Apapun, harus diakui, kita memang bisa dilemahkan oleh kecantikan.

Pengalaman waktu saya masih bekerja di Trans TV, beberapa tahun lalu. Waktu itu, ada seorang pensiunan jenderal yang jadi pimpinan parpol. Aga…

Penelitian Saya "Dibantai," Tapi Alhamdulillah Lulus Sementara

Image
Waduh, hari Kamis pagi (25 April 2013) ini saya betul-betul "dibantai" di Seminar Hasil Penelitian, program S3 Filsafat di gedung FIB-UI Depok. Saya mengajukan hasil penelitian (masih 3 bab) berjudul "Perilaku Korupsi dan Tanggung Jawab Etis dalam Perspektif Pemikiran Sartre."

Komentar dari para penguji Prof. Dr. A. Agus Nugroho, Dr. A. Harsawibawa, Dr. Naupal, Vincensius Y. Jolasa, Ph.D (Kepala Program Studi Filsafat), Dr. Akhyar Yusuf Lubis (ko-promotor), dan Prof. Dr. Soerjanto Poespowardojo (promotor), betul-betul telak dan cermat menunjukkan berbagai kekurangan dari apa yang seharusnya jadi "hasil penelitian."

Pilihan konsep kebebasan eksistensial Jean-Paul Sartre sebagai landasan etika dipertanyakan. Apakah etika Sartre itu memang layak karena kebebasan a'la Sartre memang "liar," tidak secara tegas bisa mengatakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sangat berbeda dengan konsep etika Kant, yang berangkat dari sosok manusia rasi…

Pemred RCTI Arief Suditomo Jadi Caleg Hanura

Image
Arief Suditomo, yang selama ini dikenal Pemimpin Redaksi RCTI, dikabarkan maju sebagai caleg partai Hanura. Mengingat boss-nya pemilik grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, sudah bergabung ke Hanura yang dipimpin Wiranto, bisa dipahami bahwa Arief mungkin "sulit menolak" imbauan dari bossnya, jika si boss meminta Arief ikut mendukung langkah Hary di Hanura.

Apapun alasannnya, baik atas inisiatif sendiri ataupun diminta oleh pihak luar, majunya seorang wartawan aktif menjadi calon legislatif (masuk ke arena politik praktis) jelas problematik dan sangat berpotensi memunculkan konflik kepentingan. Secara kode etik jurnalistik, pasti bisa menimbulkan masalah. Saya yakin, Arief pasti sangat memahami hal ini.

Organisasi profesi seperti AJI, dengan tegas melarang anggotanya menjadi pengurus atau anggota (bukan sekadar simpatisan) partai politik. Saya belum tahu penyikapan PWI atau IJTI. Waktu saya masih bekerja di Harian Kompas (1988-1995) dan Trans TV (2002-2012) dulu, si wartawan yang …