Posts

Showing posts from May 22, 2013

Banyak Jurnalis di Bandung Alami Gejala Depresi dan Sindrom Pasca Trauma

Image
Selasa malam (21 Mei 2013), ada diskusi rutin yang diselenggarakan sebuah organisasi jurnalis di Bandung. Kali ini tema diskusinya Manajemen Stres Bagi Jurnalis, dgn nara sumber Dr. Teddy Hidayat dr Bagian Psikiatri RSHS Bandung.

Dr. Teddy membagikan semacam kuesioner kepada 15 jurnalis berisi 29 pertanyaan yang terkait dengan depresi dan sindrom stres pasca trauma. Hasilnya: 8 dari 15 jurnalis (atau 53,3 persen) mengalami gejala depresi dan 13 dari 15 (atau 86,7 persen) mengalami sindrom stres pasca trauma. Dan semuanya dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan psikiatri.

Kata Dr. Teddy, secara umum populasi masyarakat stres di Jawa Barat paling tinggi se-Indonesia, dengan 20 persen populasi mengalami stres. Tetapi dia mengaku terkejut melihat populasi jurnalis yang stres lebih tinggi dari 50 persen.

Dia menyarankan jurnalis segera melakukan manajemen stres, terutama langkah pencegahan, antara lain:
1. Istirahat yang cukup
2. Makan teratur dengan menu sehat
3. Liburan
4. Luang…

Mengapa Kecaman Terhadap PKS atau Pimpinannya Tidak Masuk ke Hati Warga PKS?

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa sekian kritik, kecaman, dan ungkapan ketidaksukaan yang dilontarkan terhadap PKS ataupun person-person tertentu di kepemimpinan PK (LHI) di media sosial atau Facebook seolah-olah membentur tembok, dan tidak masuk ke hati warga PKS?

Apakah warga PKS itu bodoh, tidak kritis, atau tidak punya akses memadai ke media sosial? Jawabannya jelas tidak sesimpel itu. Saya akan melihatnya dari aspek ilmu komunikasi. Ada beberapa faktor sebenarnya, tapi saya di sini hanya akan membahas dari satu faktor kecil saja.

Yaitu, beberapa bentuk serangan terhadap PKS itu secara visual menunjukkan ketidakpekaan terhadap "rasa keislaman" para kader PKS dan simpatisan, yang harus diakui memang banyak yang masih murni. "Murni" yang dimaksud di sini artinya dukungan mereka pada PKS bukan karena mereka mendukung korupsi atau kelakuan bejat sejumlah elite PKS, tetapi justru karena mereka sangat yakin bahwa seburuk-buruknya PKS re…

Hidup Kita Sekarang Terasa Lebih Aneh dari Fiksi

Image
Hidup di Indonesia ternyata lebih aneh dari fiksi atau sinetron... (stranger than fiction, kata orang Inggris). Sejauh yang saya tahu, belum ada tuh film nasional atau sinetron di layar TV kita, yang mengisahkan hubungan seorang tokoh pria dengan sekitar 45 perempuan, yang disuapnya dengan uang hasil broker politik, mengambil fee dari praktik suap yang melibatkan pengusaha swasta, birokrat, dan politisi partai politik.

Atau suami yang sudah tua bangka punya istri 8, dan semua istri kompak tidak mau dicerai meski dikecam dari kanan-kiri. Terus ketika sebuah organisasi ulama Islam meminta lelaki tua ini untuk menceraikan 4 istrinya (agar hanya tersisa 4, jumlah maksimal yang diperbolehkan menurut syariat), para istri justru bilang akan menggugat secara hukum organisasi ulama tersebut!

Juga belum ada sinetron/film produksi Indonesia, Bollywood atau Hollywood yang mengisahkan seorang polisi pangkat rendahan bisa punya simpanan sebesar Rp 1,5 trilyun. Jumlah yang sangat fantastis. Kalau a…