Posts

Showing posts from June 3, 2013

Ketika Sandal Anda Dicuri Orang (Momen Berkah)....

Image
Mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Hal kecil dan sepele sebetulnya, tetapi bikin jengkel. Sandal Anda dicuri orang ketika Anda sedang sholat di suatu tempat, atau Anda kecopetan ketika sedang belanja di pasar, atau sedang di dalam bus yang penuh penumpang.

Apa reaksi kita jika mengalami hal itu? Bisa beragam. Tetapi yang sering saya lihat adalah orang cenderung memaki, mengumpat, mengeluh, atau menyumpahi maling tersebut. Yah, itu memang hak Anda untuk bereaksi apa pun. Tetapi, jika Anda melakukan hal itu, Anda sebetulnya telah menyia-nyiakan momen berharga. Apa itu? Yaitu, momen doa yang makbul.

Saya diajari tentang hal ini oleh seorang ustadz di Masjid Lautze, Jl. Lautze No. 89, Jakarta, yakni masjid yang didirikan oleh Haji Karim Oei. Waktu itu (saya sudah lupa persisnya, mungkin sekitar tahun 2005), saya masih bekerja sebagai Producer di Divisi News Trans TV dan kebetulan sedang membuat dokumenter Perjalanan Islam di Indonersia. Salah satu episodenya memang membuat profil ten…

Banyak-banyakan Gelar, Bung Karno Masih Jauh di Atas SBY

Image
Presiden SBY sering mendapat gelar kehormatan dari negara luar, mulai dari Doktor Honoris Causa sampai ke penghargaan lain. Terlepas dari soal pro-kontra, itu memang rezeki SBY. Tetapi kalau cuma sekadar gelar doktor kehormatan, SBY masih jauuuhhhh di bawah Soekarno.

Mau tahu berapa gelar kehormatan buat Soekarno? Setahu saya, Bung Karno memperoleh setidaknya 25 (baca: dua puluh lima) gelar doctor honoris causa. Sekadar catatan, Megawati juga pernah dapat gelar doctor honoris causa bidang politik dari Universitas Moscow, Rusia.

Tetapi saya lebih senang sesuatu yang nyata dan aplikatif. Kalau gelar doktornya Habibie bidang Engineering dari Jerman jelas nyata, bukan gelar kosong. Dan Habibie juga punya karya konkret, sekian paten ilmiah yang aplikatif.

Jakarta, 3 Juni 2013

Satrio Arismunandar

PT. KAI Hanya Menambah Kemiskinan?

Image
"PT. KAI HANYA BISA MENAMBAH KEMISKINAN." Begitulah kutipan dari bunyi pamflet yang dipasang pedagang di lorong menuju stasiun Universitas Indonesia, yang saya lihat ketika saya jalan kaki dari Jl. Margonda Raya menuju kampus UI Depok, kemarin. Mereka adalah korban penggusuran yang dilakukan PT. KAI, yang bertekad membersihkan jalur sekitar rel dari pedagang kelas bawah.

Tetapi karena pertimbangan ekonomi dan mengejar target pemasukan keuangan, PT KAI tampaknya akan terus memberi tempat untuk pedagang kelas atas yang bermodal kuat, yang bisa membuka gerai besar dan berharga sewa lumayan. Seperti: IndoMaret atau Alfa Mart.

Buntut dari perlawanan pedagang (yang didukung sebagian aktivis mahasiswa UI), sekarang KRL tidak berhenti di stasiun UI. Meskipun cuma sementara, ketika masih ada langkah penggusuran, ini merepotkan, karena bukan cuma mahasiswa yang perlu berhenti di stasiun UI (ada karyawan universitas, dosen, dan warga lain yang tinggal sekitar situ).

Kalau mau ke FIS…

Ide Membangun Kedamaian Antar-Umat Lewat Sepakbola

Image
Dulu saya pernah punya ide, untuk memelihara, meningkatkan hubungan baik dan saling pengertian serta saling menghormati antar umat beragama, sering-seringlah diadakan pertandingan olahraga bersama, misalnya, sepak bola.

Tetapi, kesebelasannya harus campuran, jangan yang satu warna/agama/etnis dikumpulkan. Misalnya, jangan pertandingan kesebelasan Kristen vs Kesebelasan Islam. Kalau begitu akan tetap ada jarak, kubu-kubuan, bahkan bisa adu keras di lapangan. Tujuan pendekatan malah bisa kontraproduktif. Tetapi, Kesebelasan A harus terdiri dari campuran pemuda Islam dan Kristen melawan Kesebelasan B yang juga campuran pemuda Islam dan Kristen.

Nah, di dalam tiap kesebelasan itu akan didorong untuk saling bekerjasama, kompak berbagi tugas dalam merancang strategi pertandingan, berkomunikasi dengan cara yang baik sebagaimana layaknya sesama manusia yang beradab, saling menghargai sesama. Kalau sama-sama berangkat dari niat baik, siapa tahu cara ini bisa berhasil.

Jika antara warga Musl…