Posts

Showing posts from June 12, 2013

Paket UMROH HEMAT - Cuma Rp 18 Juta (9 hari)

Image
PAKET UMROH HEMAT – Rp 18 JUTA (9 HARI)
Belum termasuk Airport Tax + Perlengkapan + Handling

KUOTA TERBATAS: Berangkat MARET/APRIL 2014

SYARAT:

1. Mengisi Formulir Pendaftaran
2. Fotocopy KTP
3. Pas Foto 3 x 4 (background putih)

FASILITAS:

1. Pesawat: Lion Air/ SV / Emirates / Etihad
2. Hotel: Makkah : Djahabi / Al-Kholil (setara bintang 4)
Madinah: Royal Andalus / Markas Elyas (setara bintang 4)
3. Makan 3 x sehari, menu Indonesia
4. Bus AC
5. Guide / Muthawif yang berpengalaman
6. Bagasi 20 kg
7. Air Zamzam 5 liter / 1 Galon

HARGA TIDAK TERMASUK:
1. Pengeluaran pribadi, kelebihan bagasi, telepon & laundry.
2. Pembuatan Paspor
3. Penambahan nama pada Paspor menjadi 3 suku kata
4. Pembuatan Surat Mahrom, wanita usia di bawah 45 tahun (Rp 300.000)
5. Kartu kuning/ suntik Meningitis (Rp 300.000)
6. Tour/ ziarah di luar program.

SELAIN PAKET HEMAT, JUGA ADA PAKET REGULER YANG KEBERANGKATANNYA LEBIH CEPAT:

UMROH REGULER:

QUARD (4 orang/kamar) : Rp 21,5 juta
TRIPLE (3 orang/kamar…

Paket UMROH TABARRU -A -- Cuma Rp 7,5 Juta (9 hari)

Image
PAKET UMROH TABARRU-A – CUMA Rp 7,5 JUTA (9 HARI)
Belum termasuk Airport Tax + Perlengkapan + Handling


SYARAT:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran
2. Fotocopy KTP
3. Pas Foto 3 x 4 (background putih)

FASILITAS:
1. Pesawat: Lion Air/ SV / Emirates / Etihad
2. Hotel: Makkah : Djahabi / Al-Kholil (setara bintang 4)
Madinah: Royal Andalus / Markas Elyas (setara bintang 4)
3. Makan 3 x sehari, menu Indonesia
4. Bus AC
5. Guide / Muthawif yang berpengalaman
6. Bagasi 20 kg
7. Air Zamzam 5 liter / 1 Galon

HARGA TIDAK TERMASUK:
1. Pengeluaran pribadi, kelebihan bagasi, telepon & laundry.
2. Pembuatan Paspor
3. Penambahan nama pada Paspor menjadi 3 suku kata
4. Pembuatan Surat Mahrom, wanita usia di bawah 45 tahun (Rp 300.000)
5. Kartu kuning/ suntik Meningitis (Rp 300.000)
6. Tour/ ziarah di luar program.

VOUCHER/PENJAMINAN:
Peserta mendapat Voucher/Penjaminan berangkat.
Pemberangkatan di tahun ke-3 setelah pendaftaran disetujui, atau interval di 42 jamaah. Jadi, jika mendaftar pada tahun 2013,…

Jangan Perlakukan Jokowi Seperti Obama

Image
Ya, ini nasehat saya buat Anda semua yang "terlalu ngefans" sama Jokowi. Oh, jangan salah paham. Saya tidak benci Jokowi, malah saya mendukung dia jadi gubernur DKI Jakarta (walau sayangnya saya tak punya hak suara, karena sudah jadi warga Depok, Jawa Barat).

Saya percaya, Jokowi pada dasarnya baik. Tetapi biarkanlah dia bekerja dengan tenang. Biarkan dia membuktikan pada para pemilih bahwa dia memang layak dipilih jadi gubernur DKI. Terlalu banyak dielu-elukan dan dipuji kanan-kiri bisa membuat orang lengah, bahkan bisa kontraproduktif. Membuat film tentang Jokowi ketika beliau baru menjabat (belum setahun!) dan praktis belum membuktikan banyak hal (meski harus diakui, ada beberapa langkah terobosan), adalah langkah yang terlalu cepat. Alhamdulillah, belum ada yang berencana mau bikin patung Jokowi!

Cobalah lihat contoh (buruk) kasus Barack Obama. Ketika dia baru dipilih jadi Presiden AS, ujug-ujug sudah diberi hadiah Nobel Perdamaian! Bayangkan, Nobel Perdamaian itu buka…

Kuis Standar Perilaku Sopan Buat Pengguna KRL Commuter Jakarta-Depok

Image
Anda pekerja kantoran Jakarta, yang tinggal di Bogor, sehingga pulang lembur harus naik kereta Commuter yang tarifnya Rp 9.000 itu. Nah, suatu hari karena pulang terlambat (di atas pukul 21.30) kereta agak sepi, dan Anda bisa duduk nyaman. Di depan ada pasangan cowok-cewek (mungkin mahasiswa atau karyawan muda) yang duduk berdempetan mesra.

Si cewek yang lumayan cakep dan bertubuh "semlohei" bersender manja, seperti kucing kekenyangan, pada cowoknya. Si cowok menikmati kemesraan itu, tangannya meremas-remas tangan ceweknya. Kalau tidak ada orang lain, mungkin pasangan ini bisa berbuat lebih jauh, bukan sekadar pamer kemesraan lagi.

Sorot mata si cowok ke para penumpang lain di gerbong Commuter tidak menunjukkan rasa malu, tapi malah terkesan bangga dan menikmati sekali situasi yang "bikin iri hati" penumpang lain itu. Seolah-olah dia mau bilang: "He..he..he.. jangan salahkan aku ya, kalau aku punya pacar cantik dan sexy! Salahkan diri sendiri bahwa Anda ngga…

Wafatnya Wartawan Senior Dja'far Assegaf dan Kisah Keterlibatan di Intelijen

Image
Saya menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya Pak Dja'far Assegaf, Rabu (12 Juni 2013). Beliau adalah wartawan senior, pernah menjadi Wakil Pemimpin Umum LKBN Antara dan Dubes RI di Vietnam. Beliau mantan boss saya waktu saya masih bekerja sebagai Staf Litbang redaksi di Harian "Media Indonesia," 2000-2001, pasca penutupan Majalah D&R dan sebelum saya bergabung dengan Trans TV.

Orangnya ceplas-ceplos, kalau bicara to the point, akrab dan suka humor dengan cerita-cerita pengalamannya sendiri yang "kocak." Satu hal yang perlu dicatat, beliau dengan bangga beberapa kali bercerita bahwa dulu ia pernah bergabung di Opsus-nya Ali Moertopo. Ali Moertopo adalah pembantu dekat Presiden Soeharto.

Dari penuturannya itu, artinya, saya menafsirkan bahwa Pak Dja'far Assegaf tidak menabukan seorang jurnalis bekerja untuk intelijen negara. Mungkin, itu justru dipandang sebagai sesuatu hal yang nasionalis dan patriotis (ikut berkontribusi untuk kepentingan ne…

Lingkaran Setan yang Kita Hadapi Sekarang...

Image
Karena berlarut-larutnya proses mau menaikkan harga BBM, masyarakat dan juga para mafia ekonomi sudah sibuk berspekulasi. Harga-harga barang kebutuhan sudah naik, bahkan sebelum harga BBM dinaikkan.

Karena berbagai faktor dan adanya kebutuhan impor pula, uang dollar AS sulit ditemukan padahal sangat dibutuhkan untuk transaksi, yang berujung pada jatuhnya nilai rupiah terhadap US $. Rupiah sudah jatuh, sempat tembus ke nilai tukar Rp 10.000 per dollar AS.

Dalam kondisi begini, masih punya nyalikah pemerintah SBY menaikkan harga BBM? Apalagi bulan Ramadhan sudah di depan mata, yang tanpa ada kenaikan harga BBM pun sudah pasti akan mendorong naiknya harga kebutuhan pokok. Keresahan sosial sudah membayang, dan bisa jauh lebih dahsyat dari kerusuhan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Saudi, yang menewaskan seorang tenaga kerja RI baru-baru ini.

Dengan terus menunda-nunda kenaikan harga BBM, keadaan kian runyam. Tapi menaikkan harga BBM sekarang juga sudah jelas runyam! Jadi ini lingkaran…

Bernostalgia ke Kampus UI Salemba....

Image
Hari Minggu siang (9 Juni 2013) kemarin, aku kebetulan ke kampus UI Salemba, karena ada urusan mengambil buku-buku hasil fotocopy, untuk bahan penelitian S3 Filsafat UI. Entah kenapa, ada keinginan bernostalgia.

Sudah bertahun-tahun aku jarang ke kampus Salemba UI. Maka aku sempatkan ke gedung ex-Fakultas Teknik UI, tempat aku kuliah dulu, yang sekarang sudah jadi gedung Lembaga Psikologi Terapan UI. Di ujung gedung, ada warung penjual tahu goreng, yang sejak dulu memang sudah mangkal di situ.

Ternyata hari Minggu tetap buka. Aku pesan dua potong tahu goreng, dengan cabai rawit yang dirajang kecil-kecil dan dicampur kecap. Ini adalah makanan favorit ketika aku masih kuliah di Jurusan Elektro, tahun 1980-1989. Tentu saja, itu kurang kenyang. Maka kutambah dengan Indomie rebus plus telur.

Sayang, tidak ada teman-teman lama yang hadir di situ, karena ini kan hari Minggu. Kampus sepi. Dan teman-teman lama sudah lulus semua dan tidak lagi nongkrong di kampus....

Jakarta, 10 Juni 2013
Ir…

Dampak Wafatnya Taufiq Kiemas

Image
Dengan wafatnya Taufiq Kiemas, apa pengaruhnya bagi PDI-Perjuangan? Dugaan saya, Megawati akan makin leluasa dalam mengarahkan PDIP pada pemilu dan pilpres 2014, karena biasanya TK adalah "penyeimbang" atau bisa dikatakan "pemberi opini berbeda" dari Mega dalam berbagai kebijakan PDI Perjuangan.

Ketika Mega memilih Jokowi agar maju sebagai kandidat Gubernur DKI, waktu itu TK punya suara berbeda. Presiden SBY sendiri kehilangan figur yang bisa dijadikan "jembatan" untuk masuk ke jantung PDI-P.

TK yang didukung penuh SBY menjadi Ketua MPR selama ini berfungsi sebagai penyambung, karena Mega betul-betul keukeuh tidak bisa dipengaruhi oleh SBY. Dinamika internal PDI Perjuangan akan berbeda cukup signifikan dengan wafatnya TK.

Jakarta, 10 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Antara Eisenhower, Wismoyo Arismunandar, dan Pejabat RI Sekarang

Image
Beberapa bulan sesudah Presiden AS Dwight D. Eisenhower (masa jabatan 1953-1961) tidak lagi menjabat Presiden dan meninggalkan Gedung Putih, ia ditanya, apakah ada pengaruh dari posisi barunya --yang sudah tidak berkuasa lagi itu -- dengan permainan golf-nya? Eisenhower, yang pernah menjadi jenderal bintang lima di militer AS, ini menjawab, "Ya, ada pengaruhnya. Sekarang banyak orang yang mengalahkan saya di permainan golf!"

Ingat Eisenhower, saya jadi ingat Jenderal TNI (purn) Wismoyo Arismunandar, yang pernah memimpin Kopassus (1983-1985), Kostrad (1990-1993), dan jadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1993-1995). Beliau sayangnya tak sempat jadi Panglima ABRI, karena Presiden Soeharto lebih memilih Jenderal Feisal Tanjung. Padahal Wismoyo sebenarnya masih terhitung kerabat (ipar Soeharto). Tidak jadi Panglima, Wismoyo ditunjuk menjadi Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Sebagai Ketua KONI, Wismoyo sering mengundang kehadiran para konglomerat, yang dianggap bisa…