Posts

Showing posts from June 25, 2013

Mimpi Indah Seorang Facebooker

Image
"Nama kamu?" tanya si pewawancara, seorang Bapak berjas dan dasi Hugo Boss, yang sedang menguji fit & proper test saya. Kami cuma berdua di ruang kerjanya.
"Satrio, Pak."
"Kemampuan kamu apa?"

"Kemampuan saya standar saja, Pak. Cuma saya suka posting di milis dan status Facebook. Isinya menyindir, mengritik, memuji, memprovokasi, menginspirasi, dan macam-macam, terkait fenomena sosial, politik, budaya, hankam di Indonesia. Ya.. saya terinspirasi oleh tokoh idola saya Pak Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto, yang bisa nulis apa saja. Kadang-kadang saya juga bisa ngocol, nulis humor atau joke yang enteng dan tidak terlalu penting..."

"Aaahh, justru orang macam kamu yang saya butuhkan. Baik kita coba untuk 6 bulan dulu. Kalau kamu cocok, kita teruskan. Kamu akan diberi fasilitas internet broadband supercepat 24 jam. Kerjamu ya teruskan saja aktif di FB, tapi harus mengangkat tema nasionalisme NKRI dan anti neoliberal. Setuju?"
"Siap,…

Budaya Feodal di Dunia Jurnalisme Kita (Penghambaan Media pada Penguasa)

Image
Aku nggak mengerti, kenapa sih masih ada wartawan senior dan pemimpin media yang mau mencium tangan Presiden di sebuah forum publik pula. Salaman biasa saja, apa susahnya sih? Ini memberi contoh buruk buat para jurnalis muda dan secara simbolis menunjukkan ketundukan media pada penguasa. Media tidak independen dan di bawah dominasi kekuasaan.

Bagaimana rakyat/publik bisa percaya bahwa media akan berdiri tegak mengangkat dan membela kepentingan publik, jika para pimpinan media larut dalam budaya feodal. Yakni, budaya peninggalan zaman kerajaan Majapahit atau Mataram, yang dilestarikan di era kolonial Hindia Belanda, dan ternyata masih banyak tersisa di era Internet abad ke-21!

Tidak perlu rumit belajar Ilmu Budaya atau Semiotika atau teori Hegemoni Gramsci untuk menyimpulkan hal ini! Rusak! Betul-betul mentalitas, martabat, kehormatan dan rasa harga diri sebagai jurnalis sudah rusak! Apa bedanya media era "reformasi" sekarang dengan era Orde Baru-nya Soeharto?

Di zaman Soeha…

Joke - Kisah Khrushchev, Castro, dan Paijo (Terkait Kenaikan Harga BBM)

Image
Alkisah, (ini mungkin joke, saya lupa persisnya), dalam situasi Perang Dingin waktu itu, Kuba mengalami krisis pangan yang hebat. Maka pemimpin Kuba Fidel Castro terpaksa harus minta bantuan ke negara komunis sekutunya, Uni Soviet, yang waktu itu dipimpin Nikita Khrushchev.

Castro mengirim telegram singkat: "KAMI KELAPARAN. TOLONG SEGERA KIRIM GANDUM." Tak lama kemudian, Castro mendapat jawaban dari Khrushchev: "TIDAK ADA GANDUM. KENCANGKAN SAJA IKAT PINGGANG!" Castro tersinggung mendapat jawaban itu. Dia pun kirim telegram lagi: "KIRIM IKAT PINGGANG SEGERA!"

Nah, hal agak serupa terjadi pada Paijo, mantan karyawan sebuah stasiun TV swasta di Jakarta, yang sudah hampir setahun diminta mundur dari medianya, karena media TV bersangkutan melakukan perampingan karyawan.

Tetapi Paijo masih kenal dengan pemilik media TV itu, yang konon dekat dengan karyawan. Berkaitan dengan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah SBY, yang membuat harga sembako melonjak…

Pertentangan Kelas dan Logika Sesat dalam Isu BBM

Image
Saya paling sebal membaca logika sesat, yang sering terlalu disederhanakan, dalam propaganda untuk mendukung kenaikan harga BBM. Misalnya:

1. Menolak kenaikan harga BBM = mendukung orang kaya memboroskan BBM

2. Menolak kenaikan harga BBM = mendukung mafia migas yang mendapat untung dari harga BBM murah

3. Menolak BLSM = tidak pro orang miskin

4. Menolak kenaikan harga BBM = orang yang tidak rasional, hanya sekadar emosi

Pemerintah tampaknya hobi banget memainkan isu "pertentangan kelas" kaya vs miskin dalam isu BBM. Seolah-olah dengan menaikan harga BBM, pemerintah sangat pro orang miskin....

Padahal, kalau betul-betul dibedah, pemerintah sangat pro orang kaya:

1. Banyak konglomerat ngemplang pajak, milyaran sampai trilyunan, nggak masalah

2. Banyak pejabat dan aparat hidup mewah dengan fasilitas negara, dan punya rekening gendut yang tidak masuk akal, juga tidak masalah

3. Orang miskin sulit pinjam uang, meskipun pinjamnya kecil saja, karena tak punya jaminan. Dengan mudah …

Rakyat Kecil Di-Fait Accompli untuk Menerima Kenaikan Harga BBM

Image
Perumpamaannya begini. Anda punya teman yang hobby mabok dan main judi. Maka hidupnya morat-marit karena hobby buruk itu. Suatu saat dia datang ke rumah Anda, menangis gaya lebay dan bilang mau minta atau pinjam duit Rp 500.000.

Alasannya, anaknya sudah 4 bulan tidak bayar SPP, dan jika besok tidak dibayar minimal Rp 500.000, anaknya akan dikeluarkan dari sekolah. Semua teman lain sudah diminta bantuan, tapi tak ada yang mau kasih. Tinggal Anda, satu-satunya teman yang masih diharap bisa mengerti kondisi dia.

Anda kini di-fait accompli. Jika Anda kasih dia Rp 500.000, Anda tidak yakin duit itu berarti banyak, karena hobby judi dan minum-minumnya masih berlanjut. Suatu saat dia kemungkinan besar akan datang lagi dan minta duit lagi. Dari Rp 500.000 itu Anda juga tidak yakin semuanya buat SPP anak. Mungkin sebagian juga ditilep buat main judi atau beli minuman keras.

Tapi jika tidak Anda kasih, Anda akan tampak sebagai teman yang "kejam," teman yang tidak pengertian, teman …

Berita Lucu di Halaman 1 Kompas, 20 Juni 2013

Image
Pagi ini saya lihat ada berita lucu di halaman 1 Kompas. Judulnya tentang "reaksi" masyarakat terhadap kenaikan harga BBM. Nah, berita Kompas ini mengangkat seorang mahasiswa yang "berkampanye" di dalam bus-bus kota. Isi kampanyenya yang "aneh," dia bertutur tentang betapa tidak adilnya subsidi BBM selama ini karena hanya menguntungkan orang kaya. Subsidi BBM buat orang kaya yang naik mobil jauh lebih besar daripada subsidi BBM buat orang miskin yang naik sepeda motor.

Memang tidak ada pernyataan eksplisit bahwa si mahasiswa mendukung kenaikan harga BBM, tetapi jelas bahwa isi kampanye mahasiswa yang berjaket almamater ini 100% satu tema, satu visi, satu suara: mendukung program pemerintah SBY menaikkan harga BBM. Sedangkan mengenai demo-demo anti kenaikan harga BBM dalam item berita itu cuma disinggung satu dua alinea.

Ya, tentu saja hak si mahasiswa berbeda pendapat dengan mayoritas teman-temannya yang demo di luar sana, menolak kenaikan harga BBM. Si m…

Dilema SBY (to be or not to be)

Image
1. Mecat menteri PKS, takut PKS dapat simpati karena terzholimi
2. Tidak mecat menteri PKS, dianggap SBY tidak tegas
3. Menaikkan harga BBM, tidak populer dan didemo di mana-mana
4. Tidak naikkan harga BBM, harga sembako sudah terlanjur naik di mana-mana. Salah juga, dianggap lamban, plin-plan.

Pilihan terbaik: MUNDUR SAJA, BIAR TIDAK HARUS MEMILIH. (Tapi kalau mundur, kehilangan kekuasaan, siapa yang akan melindungi jika kasus Century diobok-obok oleh KPK dan musuh-musuh politik lain??? Bingung lagi... )

Kata orang bijak: KEKUASAAN bukan jaminan kebahagiaan....
Kata pengemis: TIDAK PUNYA KEKUASAAN juga bukan jaminan kebahagiaan...

Jakarta, 20 Juni 2013

Pertimbangan Kenapa Harga BBM Naik Menjelang Bulan Puasa (Masukan dari Intel Melayu)

Image
1. Kalau sedang puasa, para demonstran tidak boleh maki-maki atau marah (puasa bisa batal). Jadi ini akan meredam aksi demonstran.
2. Kalau sedang puasa, hari lagi panas, perut kosong, jadi males dan nggak semangat jika diajak demo. Artinya, jumlah demo akan berkurang.
3. Bulan puasa itu bulan penuh berkah, dibuka dengan saling memaafkan. Jadi rakyat diperkirakan akan memaafkan pemerintah untuk salah kelola, kebocoran, pemborosan, korupsi, dan kebijakan kenaikan harga BBM ini.
4. Bulan puasa akan ditutup dengan Idul Fitri dan halal-bihalal. Sekali lagi momen untuk memaafkan pemerintah dan koalisi parpol yang mendukung kenaikan harga BBM.
5. Bulan puasa diminta banyak beramal karena pahala dilipatgandakan. Jadi jika pemerintah bagi-bagi BALSEM, bisa dianggap amal. he...he...he....

Jakarta, 21 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Reaksi Orang Jawa Menanggapi Kenaikan Harga BBM

Image
Harga bensin Rp 4.500 jadi Rp 6.500/liter. Pendapat Anda? (Reaksi: untung, cuma naik Rp 2.000. Harga bensinnya tidak sampai Rp 10.000/liter)
Kalau naik sampai Rp 10.000....? (untung, tidak sampai Rp 15.000)
Kalau naik sampai Rp 15.000...? (untung, tidak sampai Rp 20.000)
Kalau naik sampai Rp 25.000...? (untung, tidak sampai Rp 30.000)
Kalau naik sampai Rp 35.000...? (Reaksi: Sampeyan ini mau ngetes kesabaran saya, mau nantang berkelahi, atau apa? Hati-hati! Saya sedang bawa keris nih!)

Jakarta, 21 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Kehebatan Orang Indonesia

Image
Kehebatan orang Indonesia itu adalah pada kemampuan untuk humor, kemampuan menertawakan diri sendiri dalam situasi apapun...

Ini yang membuat seolah-olah penderitaan seberat apapun bisa diatasi, atau paling tidak terasa lebih ringan...

Tapi jangan jadi alasan untuk memperalatnya, karena jika salah kelola, akibatnya bisa fatal...

Berbagai peristiwa dalam sejarah kita sudah menunjukkan. Pembunuhan dan kekerasan dalam skala besar mewarnai sejarah bangsa ini dan bekas traumanya masih dirasakan sampai sekarang....

Jakarta, 21 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Bedanya Singapura dan Indonesia

Image
Singapura marah-marah, negaranya tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan atau pembakaran hutan di Riau, Sumatera. Pemerintah Singapura menuntut Indonesia menyebutkan, siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan itu.

Sebaliknya, Indonesia tidak marah-marah bahwa trilyunan uang hasil korupsi para pejabat Indonesia dan kroni disimpan di bank-bank Singapura dan dibelikan berbagai properti dan aset di Singapura.

Pemerintah Indonesia juga tidak menuntut Singapura membeberkan, siapa-siapa saja pejabat dan kroninya yang menyimpan uangnya dan memborong aset-aset di Singapura.

Jakarta, 21 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Joke tentang Tiga Preman di Yogya

Image
(MOHON MAAF, INI SEKADAR JOKE. BUKAN UNTUK MOJOKIN SIAPA-SIAPA)

Alkisah ada 3 orang preman yang karena perbuatan kriminal mereka lalu masuk penjara di sebuah Lapas di Yogya. Preman itu namanya kebetulan mirip: Joni, Janu, dan Jana. Nah, di dalam bui itu terjadilah dialog, tentang momen apa yang paling membahagiakan dalam pengalaman mereka sebagai preman. Masing-masing punya cerita, sebagai berikut:

Jana: Momen yang paling bikin bahagia adalah suatu hari, sehabis ngompas seseorang di lokasi dekat kampus UGM, terus duitnya aku pakai untuk main kartu sambil ngebir semalam suntuk. Nikmat banget. Kamu setuju, Janu?

Janu: Aahh, itu sih biasa. Menurut aku, momen yang paling membahagiakan adalah ketika suatu hari, sehabis ngompas orang, duitnya yang lumayan besar aku pakai pacaran sama Wati, itu tuh cewek cakep, anaknya Pak Paijo si pedagang soto itu. Terus kami jalan-jalan di Malioboro. Asyiik deh. Kalau kamu, Joni?

Joni: Itu sih tidak luar biasa. Aku cerita dulu: Suatu malam ketika sedang t…

Salah Satu Butir Kesepakatan Calon Menteri, yang Harus Dipatuhi

Image
Para menteri harus:
1. Bersedia menjadi BEMPER presiden, jika harus mengumumkan hal-hal yang tidak populer di mata rakyat, seperti: kenaikan harga BBM, kenaikan tarif PLN, kenaikan tarif transportasi, peningkatan pajak baru, dll...
2. Bersedia dijadikan KAMBING HITAM jika terjadi kesalahan kebijakan yang diputuskan oleh presiden...
3. Apabila isi kesepakatan ini bocor ke media dan ditanyai wartawan, jawabannya harus: "Ah, itu kan pendapat wartawan saja.... Jangan buruk sangka ah!"

Jakarta, 21 Juni 2013
Satrio Arismunandar

Bensin Premium Naik 44,4 %, Tarif Angkot Depok Naik 60 %

Image
Hari ini, Senin (24 Juni 2013), dari rumahku di Depok II Tengah ke terminal Depok Baru, tarif angkot yang harus kubayar Rp 4.000, naik dari semula Rp 2.500. Walaupun ada tempelan kertas pengumuman di kaca belakang, yang menyatakan ini masih harga sementara (menunggu ketentuan resmi dari Pemkot Depok dan Organda). Penumpang di dalam angkot mengeluh, merasa kenaikan ini terlalu tinggi dan memberatkan.

Kenaikannya Rp 1.500 alias 60 persen. Padahal harga bensin premium naiknya dari harga Rp 4.500 ke Rp 6.500, atau naik Rp 2.000 alias 44,4 persen. Jelas bahwa tarif angkot D02 jurusan Depok II Tengah - Terminal persentase naiknya sudah melebihi kenaikan harga BBM (60 persen dibandingkan 44,4 persen).

Ekonomi itu nyatanya bergerak liar, tidak bisa dikontrol pemerintah. Jadi kalau ada menteri atau pejabat bilang, kenaikan harga BBM tidak akan terlalu berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok lain, ada beberapa kemungkinan. Mungkin meski tubuhnya berada di bumi Indonesia, sebetulnya di…

Joke - Artis yang Cuek dengan Kenaikan Harga BBM

Image
Seorang artis terkenal ditanyai wartawan soal setuju-tidaknya dengan kenaikan harga BBM.
Artis: Saya nggak masalah. Saya justru menyalahkan masyarakat yang terlalu meributkan kenaikan harga BBM.
Wartawan: BBM itu kan kebutuhan utama. Kok masyarakat yang salah?

Artis: Jangan tergantung pada BBM. kan banyak alternatif lain.
Wartawan: Maksud Anda dengan pengembangan energi alternatif, seperti panas bumi, tenaga matahari, tenaga angin, dsb?

Artis: ??##@@? Lho, apa hubungannya dengan energi? Maksud saya, kalau nggak sanggup beli Blackberry dengan fitur BBM-nya, kan bisa pakai ponsel-ponsel Android yang lebih murah? Saya saja selalu pakai Samsung...

Jakarta, Juni 2013
Satrio Arismunandar

Kasus Suriah dan Wacana Sunni VS Syiah

Image
Di Facebook dan milis terjadi pertarungan wacana dan opini antara mereka yang merasa Sunni (dan menganggap warga Syiah sudah sesat) melawan Syiah (yang merasa dipojokkan) + sebagian Sunni (yang merasa Syiah telah salah diinterpretasikan).

Ini terkait dengan konflik berdarah di Suriah di mana rezim Bashar Assad (penganut Alawite) melawan "mujahidin" (Sunni) dari berbagai negara yang masuk ke Suriah. Rezim Assad didukung Iran, Hizbullah, Rusia. "Mujahidin" didukung Qatar, Saudi, AS, Israel, Perancis, Inggris, dll.

Pertanyaan: Jika warga Sunni Vs Syiah berperang, siapa yang menang?
Jawab saya: Saya tidak tahu siapa yang menang. Tetapi yang jelas ISLAM kalah.

(Foto: Anak-anak Suriah yang jadi korban konflik)

Jakarta, 24 Juni 2013
Satrio Arismunandar