Posts

Showing posts from July 2, 2013

Perilaku Korupsi di Jajaran Birokrasi dan Aparat Pemerintah

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pelayanan sipil di Indonesia adalah mata rantai yang lemah dalam rantai akuntabilitas publik. Kalangan pegawai negeri sipil sendiri mengakui bahwa korupsi di lingkungan mereka merupakan problem serius. Dalam sejumlah survey, hampir separuh dari seluruh pejabat publik dilaporkan menerima pembayaran tidak resmi. Hanya sebagian kecil dari pendapatan seorang pejabat berasal dari gajinya.

Sekian macam tunjangan dan pembayaran, yang tidak diatur secara transparan, digunakan untuk menjalankan sebuah sistem patronase dalam setiap organisasi. Sebagai tambahan, pegawai negeri sipil memiliki akses terhadap sumber-sumber pendapatan yang legal maupun ilegal, mulai dari tunjangan menghadiri rapat, komisi kontrak-kontrak, penghindaran pajak, dan penugasan yang didanai anggaran pembangunan.

Aparat pemerintah, khususnya yang mengurus perizinan dan pajak, punya banyak peluang untuk korupsi (1). Banyak uang suap disetor oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia terutama untuk …

Perilaku Korupsi, Politik Dinasti, dan Nepotisme di Daerah

Image
Perilaku korupsi di daerah sudah semakin jamak. Targetnya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hasil penelitian KPK menunjukkan, APBD dijadikan sasaran korupsi oleh sebagian pejabat pemerintah daerah dan DPRD. Ini melibatkan cukong politik dan cukong finansial. Setidaknya tercatat 1.890 laporan korupsi terjadi di sejumlah daerah, termasuk daerah pemekaran. Banyak kongkalikong terjadi dalam pemanfaatan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.

Sebut saja, misalnya, kasus penyelewengan APBD Kabupaten Garut 2004-2007 sebesar Rp 6,9 miliar, dengan tersangka Agus Supriadi, mantan Bupati Garut. Lalu, penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat tahun anggaran 2000-2007 sebesar Rp 91 miliar. Tersangkanya adalah mantan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, yang saat kasus itu terjadi masih menjabat sebagai Bupati Langkat. Penggerogotan keuangan daerah merupakan bentuk kejahatan, yang mengakibatkan banyak hak rakyat gagal ditegakkan.

Contoh lain adalah kasus pemborosan oleh Gub…

Etika dan Moralitas Menurut Sartre dan Kant (Part 2)

Image
Etika Kebebasan Sartre

Kant dan Sartre masing-masing secara terpisah menawarkan "imperatif moral," yang seperti Aturan Emas (Golden Rule), merupakan panduan umum satu-kalimat, yang bisa diperlakukan sebagai sebuah kerangka etis (ethical framework).

Sartre menyatakan, dalam menciptakan manusia yang kita inginkan untuk menjadi (seperti manusia) itu, tidak ada satu pun dari tindakan-tindakan kita yang pada saat yang sama tidak menciptakan citra manusia, sebagaimana yang menurut pikiran kita seharusnya memang demikian.

Untuk memilih menjadi yang ini atau yang itu, adalah untuk menegaskan pada saat yang sama, nilai apa yang kita pilih, karena kita tidak akan pernah bisa memilih kejahatan. Kita selalu memilih kebaikan, dan tidak ada yang bisa menjadi baik bagi kita tanpa menjadi baik bagi semua manusia. Artinya, dalam setiap tindakan apapun, saya menciptakan citra tertentu manusia, dari pilihan saya sendiri. Dalam memilih diri saya sendiri, saya memilih manusia.

Dalam setiap sa…

Etika dan Moralitas Menurut Sartre dan Kant (Part 1)

Image
Tentang Nilai Moral

Sebelum membahas tentang etika dan moralitas menurut pemikiran Sartre, perlu dijelaskan sejumlah pengertian dasar. Norma merupakan aturan atau kaidah, yang kita gunakan sebagai tolok ukur untuk menilai perilaku manusia. Ada tiga macam norma umum, yaitu norma kesopanan (etiket), norma hukum, dan norma moral.

Norma kesopanan hanya menjadi tolok ukur, apakah perbuatan seseorang itu sopan atau tidak, namun hal itu belum tentu sama dengan etis atau tidak. Norma hukum merupakan tolok ukur untuk menentukan apakah perilaku seseorang melanggar hukum atau tidak, tetapi ini juga belum tentu sama dengan etis atau tidak. Sedangkan norma moral menentukan apakah perilaku seseorang itu baik atau buruk, dilihat dari sudut etis.

Ada dua pandangan yang kontras tentang nilai moral, yakni apakah nilai moral itu bersifat obyektif atau subyektif. Bila kita bicara tentang nilai secara umum, itu selalu terkait dengan subyek. Demikian pula halnya dengan nilai moral. Nilai moral juga terka…

Kebebasan Menurut Jean-Paul Sartre (Part 5)

Image
Tanggung Jawab

Saya adalah pilihan-pilihan saya. Saya tidak bisa untuk tidak memilih. Jika saya tidak memilih, itu tetaplah sebuah pilihan. Jika saya dihadapkan pada keadaan yang tak bisa dihindarkan, manusia tetap bisa memilih bagaimana dia bersikap di dalam keadaan tersebut.

Tindakan-tindakan kitalah yang merumuskan diri kita. Dalam kehidupan, orang mengkomitmenkan dirinya sendiri, menggambar potretnya sendiri, dan tak ada yang lain kecuali potret tersebut. Kita terus-menerus menciptakan diri kita. Bukan karena seseorang itu jujur, maka dia tidak melakukan korupsi. Sebaliknya, karena dia terus-menerus dan berulang kali tidak mau melakukan korupsi, maka dia seorang jujur.

Setiap tindakan memberi kontribusi bagi perumusan diri kita. Dan dalam setiap momen, kita bisa memilih bertindak berbeda dan menggambar potret yang berbeda tentang diri kita. Selalu ada kemungkinan untuk perubahan, untuk mulai membuat jenis pilihan yang berbeda.

Manusia memiliki kekuasaan untuk mentransformasika…

Kebebasan Menurut Jean-Paul Sartre (Part 4)

Image
Kebebasan dan Facticity

Kita bebas, dan kita membuktikannya dengan memilih dan bertindak dan merencanakannya dengan cara tertentu di mana tidak ada obyek yang tak bebas dapat melakukannya. Dalam hal ini, perbedaan antara aktif dan pasif, antara orang yang melakukan sesuatu dan orang yang membiarkan sesuatu terjadi pada dirinya, adalah perbedaan yang tampak jelas, yang dapat dialami sepanjang waktu.

Manusia tidak hanya bebas, tetapi seperti dinyatakan berulangkali oleh Sartre, "dikutuk untuk bebas" (condemned to be free). Yang dimaksud dengan pernyataan ini adalah manusia tidak bisa melepaskan kebebasan ini, bahkan sekalipun ia ingin melepaskannya. Kebebasan kita itu bukan sesuatu yang bisa kita peroleh atau kita hilangkan, tetapi merupakan suatu aspek yang diperlukan dan tak bisa dipisahkan dalam menjadi manusia.

Meski kebebasan yang dinyatakan Sartre terkesan radikal, Sartre tidaklah mengabaikan fakta bahwa manusia lahir dalam suatu situasi, dengan disposisi fisik dan s…

Kebebasan Menurut Jean-Paul Sartre (Part 3)

Image
Sartre Tentang Kesadaran

Titik tolak filsafat adalah cogito, yakni kesadaran yang saya miliki tentang diri saya sendiri. Descartes memulai dengan menyatakan, "Saya berpikir, maka saya ada" (I think therefore I am). Namun Descartes langsung menafsirkan cogito sebagai suatu cogito tertutup, yang terpisah dari dunia dan terkurung dalam dirinya.

Sebaliknya, para pemikir eksistensialis tidak memulai dari "kesadaran murni" yang melihat dunia, terhadap mana muncul pertanyaan, "Bagaimana saya tahu bahwa ia eksis?" Sartre memulai refleksinya dari sudut pandang sebuah kesadaran yang sudah terlibat (engaged) dalam dunia eksternal, dari suatu kesadaran yang "tidak murni" (impure).

Pendekatan Sartre sangat berbeda untuk tidak mengatakan bertentangan dengan pendekatan Cartesian. Bagi banyak pemikir eksistensialis seperti Sartre, dunia tidaklah diperlakukan terutama sebagai obyek pengetahuan, juga bukan sebagai obyek yang disadari. Keprihatinan banyak pemiki…

Kebebasan Menurut Jean-Paul Sartre (Part 2)

Image
Argumen Sartre Bagi Kebebasan

Dalam bab "The Problem of Nothingness" di buku Being and Nothingness, Sartre memaparkan tiga argumen utama mengapa kita bebas, yang berputar di sekitar tiga tema: a) Mempertanyakan; b) Absensi (ketidakhadiran); dan c) Destruksi. Ketiganya itu tergantung pada kapasitas for-itself untuk negasi.

1. Mempertanyakan

Sartre mengungkapkan, ada aspek yang penting tentang kemampuan mengajukan pertanyaan. Ini mengingatkan kita pada pernyataan Descartes yang terkenal, "Saya berpikir, maka saya ada." Descartes mengungkapkan, fakta sederhana bahwa saya tidak akan pernah bisa meragukan eksistensi saya, memberikan satu-satunya kepastian yang dimungkinkan. Ketika saya meragukan atau mempertanyakan eksistensi saya di dunia, bagaimanapun juga, saya tidak bisa meragukan bahwa saya sedang berpikir.

Bagi Sartre, pengajuan pertanyaan itulah yang penting secara ontologis, bukan penting secara epistemologis. Pertanyaan yang dimaksud Sartre tidak bersifat Cart…

Kebebasan Menurut Jean-Paul Sartre (Part 1)

Image
Kebebasan menurut pemikiran Sartre bukanlah termasuk jenis-jenis kebebasan seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya. Dalam perspektif Sartre, kebebasan itu bersifat eksistensial, yakni kebebasan menyeluruh yang menyangkut seluruh pribadi manusia dan tidak terbatas pada salah satu aspek saja.

Kebebasan ini mencakup seluruh eksistensi manusia dan merupakan bentuk kebebasan tertinggi. Orang yang bebas secara eksistensial seolah-olah “memiliki dirinya sendiri.” Ia mencapai taraf otonomi, kedewasaan, otentisitas dan kematangan rohani. Ia lepas dari segala alienasi atau keterasingan, yakni keadaan di mana manusia terasing dari dirinya dan justru tidak “memiliki” dirinya sendiri.

Pemikiran Sartre bisa dicirikan lewat diktum sederhana: "eksistensi mendahului esensi." Ini berarti bahwa manusia tidak memiliki jiwa, hakikat, diri (self) atau esensi yang sudah ditentukan sebelumnya. Kita eksis tanpa kendala atau batasan apapun yang membuat kita harus eksis dalam cara tertentu. Kita e…

Berbagai Macam Jenis Kebebasan

Image
Kebebasan merupakan unsur penting dalam pengalaman kita sebagai manusia, dan menjadi salah satu tema filsafat yang khas. Kebebasan juga merupakan realitas yang kompleks dan memiliki berbagai aspek dan karakteristik. Tak heran, jika kebebasan adalah tema yang tak pernah habis-habisnya dibahas dalam filsafat.

Dalam perspektif etika, kebebasan juga bisa dibagi antara kebebasan sosial-politik dan kebebasan individual. Subyek kebebasan sosial-politik –yakni, yang disebut bebas di sini—adalah suatu bangsa atau rakyat. Kebebasan sosial-politik sebagian besarnya merupakan produk perkembangan sejarah, atau persisnya produk perjuangan sepanjang sejarah. Seperti, tercapainya kebebasan politik rakyat dengan membatasi kekuasaan mutlak para raja atau monarki. Contoh lain, adalah kebebasan yang diraih atau direbut oleh negara-negara muda terhadap negara-negara penjajah, seperti perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan kekuatan kolonial Belanda.

Perkembangan dari monarki absolut ke demokrasi modern…

Tugas Ujian Akhir Semester (UAS) - Manajemen Industri Media, Juli 2013

Image
Mata Kuliah : Manajemen Industri Media
Dosen : Ir. Satrio Arismunandar, M.Si, MBA
Program studi : Magister Ilmu Komunikasi – Konsentrasi Jurnalistik

Pengantar :


Kita tahu bahwa banyak perusahaan media mempekerjakan tenaga wartawan yang berstatus bukan karyawan tetap. Ini terutama berlaku untuk koresponden/ kontributor di daerah, yang secara rutin mengirim berita ke kantor media di Jakarta dan diupah sesuai jumlah berita yang dimuat/ditayangkan.

Ada yang statusnya kontrak, yang diperbarui tiap tahun. Untuk mensiasati undang-undang ketenagakerjaan, yang melarang kontrak lebih dari dua kali (masa percobaan hanya boleh 2 kali kontrak), perusahaan melakukan taktik akal-akalan. Si wartawan kontrak itu pura-puranya tidak diterima sebagai karyawan, terus disuruh mengirim lamaran baru. Jadi, dia bisa dikontrak berkali-kali tanpa batasan.

Dengan cara ini, perusahaan media tidak diwajibkan memberi fasilitas asuransi kesehatan, bonus, tunjangan ini dan itu, kepada wartawan bersangkutan. Jika…

Hubungan antara Nelson Mandela dan Soeharto

Image
Pejuang anti-apartheid Afrika Selatan Nelson Mandela suka sama Indonesia (waktu itu Presidennya Soeharto), karena Soeharto konkret memberi bantuan buat organisasi perjuangannya Mandela di Afsel, African National Congress (ANC). Waktu Mandela datang ke Malaysia, dia cuma dikasih retorika basa-basi. Tetapi waktu Mandela datang ke Jakarta bertemu Soeharto, dan merasa surprise karena ANC dikasih 5 juta dollar AS sebagai bukti dukungan Indonesia yang real. Soeharto bukan type omdo (omkong doang) kalau betul-betul serius mau membantu.

Waktu mau berlangsung KTT ASEAN di Filipina dan situasi keamanan dianggap rawan, banyak pemimpin pemimpin ASEAN yang terkesan ogah datang. Maklumk, waktu itu pasca usaha kudeta terhadap Cory Aquino.

Demi kelangsungan KTT ASEAN, Soeharto perintahkan mengirim tiga kapal perang TNI-AL yang berlabuh di pelabuhan Filipina. Di kapal itu tentu bersiaga ratusan pasukan TNI yang siap dikerahkan ke Manila, jika ada kondisi darurat buat Presiden Aquino. Kehadiran kapal …

Media Massa Harus Selektif Memilih Narasumber

Image
Media massa (khususnya TV) seharusnya makin selektif memilih nara sumber... Orang-orang yang jelas "bermasalah", jangan diberi terlalu banyak ruang di media. Masa nggak ada sih narasumber yang cukup bermutu buat ditampilkan.

Orang-orang "bermasalah" bisa eksis karena media juga yang memberi ruang. Memang ada orang-orang (narasumber) yang dengan sadar mau mengeksploitasi media untuk kepentingannya (apapun itu, untuk ketenaran, untuk menyerang lawan politik, untuk mengedepankan agenda kelompoknya, dll).

Mereka tahu, wartawan dan media suka dengan yang sensasional, maka mereka pun memberikan apa yang "didambakan" oleh media. Sensasi. Sensasi tidak harus vulgar, seperti menyiramkan suguhan air minum ke wajah narasumber lain. Tetapi bisa juga dengan pernyataan-pernyataan kasar dan sarkastis. Misalnya, ucapan "panggil si Anu itu ke mari, biar saya gampar mulutnya!" Atau membuat klaim-klaim yang tidak masuk akal, seperti "yang berhak menyadap te…

Jokowi Dituding Cuma Hura-Hura (Kritik terhadap Jokowi)

Image
Seorang "aktivis muda Muhammadiyah" lewat akun twitternya mengritik Jokowi, yang dituding tidak punya "bukti kerja" dan selama ini cuma hura-hura. Terbukti masalah kemacetan dan banjir di DKI Jakarta belum selesai tuntas.

Saya tertawa membaca kritik macam itu. Ya memang hak siapa pun warga DKI untuk mengritik. Namun, kalau kita berpikir waras: SIAPAPUN GUBERNURNYA tidak mungkin menyelesaikan banjir dan kemacetan DKI dalam 1 tahun! Tetapi kalau suka BERMIMPI ya boleh saja mengharap muluk-muluk...

Oh ya, masih soal kritik terhadap Jokowi, alinea di bawah saya kutip dari media online:

MENGERITIK JOKOWI (CONTOH SEBUAH PERSPEKTIF ELITIS) - Popularitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang dianggap layak menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 terus menanjak. Namun, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, justru mempertanyakan kemampuan Jokowi untuk memimpin partai besar.

Ia tak mempersoalkan elektabilitas tin…

Sahabat Saya Minta Dikirimi Mobil Mewah

Image
Hari Sabtu siang (29 Juni) bersama istri, saya menjenguk seorang sahabat yang menderita kanker dan opname di RSPP Pertamina, Kebayoran, Jakarta Selatan. Rencananya dia akan dioperasi hari Selasa (2 Juli) sore.

Ketika istri saya mengirim SMS ke sahabat saya, nantinya ingin dibawakan apa, sahabat saya menitip dibelikan obat penurun tekanan darah. Terus di SMS itu, ada tambahannya: "KIRIMIN MOBIL MEWAH.....wkwkwkwk..."

Dari SMS itu, saya membuat kesimpulan yang saya katakan ke istri:
1) Pasien masih punya rasa humor. Artinya, masih punya semangat hidup.

2) Masih kepikir punya mobil mewah. Artinya, gairah hidup masih kuat, dan ini modal penting bagi pasien yang sedang mengidap penyakit berat, untuk berjuang menuju kesembuhan.

3) Dia minta dikirimin mobil mewah, artinya meski bernada bercandaan, dia berpikir saya mampu dengan mudah mendeliver sebuah mobil mewah! Semoga saja Allah SWT mengabulkan harapannya. Amiinnn....

Jakarta, 1 Juli 2013
Satrio Arismunandar