Posts

Showing posts from July 11, 2013

Percakapan Jokowi - Megawati (Rekaan dari Gerak Bibir)

Image
Mega: Kamu tenang aja, Wi. Nggak usah ikut konvensi capres Partai Demokrat yang nggak mutu itu. Kamu kan sudah jelas saya dukung buat maju pilpres 2014.

Jokowi: Terimakasih, Bu Mega, atas kepercayaannya. Saya sebetulnya tidak ambisi jadi presiden, wong tanggung jawab saya mengurus DKI Jakarta juga sudah berat kok. Tetapi sebagai kader PDI Perjuangan, saya nurut saja apa kata Bu Mega...

Mega: Tetapi ada syaratnya...

Jokowi: Apa itu, Bu?

Mega: Mbok kamu makan lebih banyak, biar agak gemukan gitu. Kan nggak pantes kalau jadi Presiden badannya kurus kering, nanti dikira orang luar kita ini negara miskin yang kekurangan pangan. Seperti saya gitu lho....

Jakarta, 12 Juli 2013
Satrio Arismunandar.

Mengapa Konvensi Capres Partai Demokrat Tidak Bergaung dan Tidak Punya Gereget?

Image
Konvensi untuk memilih calon presiden yang akan digelar Partai Demokrat terkesan tidak bergaung, tidak punya gereget, bahkan terkesan "tidak penting" di mata publik. Konvensi ini akan makin terasa tak bermakna jika calon-calon yang tampil tidak punya popularitas selevel Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, dan Jokowi.

Satu-satunya yang membuat konvensi ini layak diliput (jika tidak ada keikutsertaan calon-calon populer tersebut) hanyalah bahwa karena jumlah kursinya di DPR yang mayoritas, maka Demokrat bisa memainkan kartu untuk mengajukan capres sendiri. Itu saja.

Ini beberapa faktor yang membuat konvensi itu kurang gereget:
1. Partai Demokrat sendiri sedang banyak dirundung masalah, tersangkut kasus korupsi yang menimpa kader-kadernya (Nazaruddin, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dll). Jadi seumpama mau bikin pesta, tetapi karena gedung tempat pestanya kotor penuh sampah, jadi terkesan tidak menarik bagi publik.

2. Partai Demokrat sendiri tidak punya kade…

Barack Obama Kirim 4 Pesawat Tempur F-16 Buat Militer Mesir (yang Baru Saja Melakukan Kudeta)

Image
Presiden AS Barack Obama mengatakan, akan tetap mengirim 4 pesawat tempur F-16 untuk militer Mesir, sesuai kesepakatan pemberian bantuan lama antara AS dan militer Mesir. Padahal militer Mesir baru saja melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Mohammed Moursi, yang terpilih secara demokratis.

Pemerintah AS dengan tanpa malu-malu tidak menyebut tindakan militer Mesir itu sebagai "kudeta." Itu dilakukan untuk mengakali undang-undang AS sendiri, yang secara tegas melarang pemberian bantuan pada rezim/militer asing, yang melakukan kudeta terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Militer Mesir, yang jenderal-jenderalnya adalah lulusan sekolah militer Amerika dan lama jadi binaan Amerika, memang beruntung. Nasib baik seperti ini tidak dialami oleh TNI, yang pernah terkena embargo militer bertahun-tahun oleh Amerika atas tuduhan pelanggaran HAM, sehingga pesawat F-16 milik TNI-AU tidak bisa terbang karena kehabisan suku cadang. Padahal dalam kasus kudeta di Mesir…

Godaan Bulan Puasa (Cewek-cewek Cakep Ngajak Kenalan)

Image
Kenapa sih banyak cewek cakep (biasanya dari fotonya terlihat bukan orang Indonesia) ngirim message ke inbox FB-ku ngajak kenalan. Belum apa-apa udah pake "kisses" segala seperti di bawah ini. Biasanya semua tidak aku tanggapi. Maksudnya apa ya?

--Nice profile of yours, my name is XXXX,a single girl and i will be please to make friends with you, here is my email XXXXXXX@yahoo.com so that we can correspond better on email and to send you photo,
bye and kisses!


Jakarta, 12 Juli 2013
Puasa Ramadhan hari keempat
Satrio Arismunandar

Rasanya Ingin Jadi Reporter dan Meliput Lagi di Timur Tengah...

Image
Gatal dan gemas rasanya. Melihat pergolakan politik di Mesir, kudeta militer terhadap Presiden Mohammed Moursi, dan berbagai aspek konflik politik lain di sana yang ramai jadi pemberitaan media internasional. Belum lagi konflik berdarah di Suriah yang memakan banyak korban.

Rasanya ingin jadi reporter lagi, terjun ke lapangan, meliput dan melaporkan langsung dari lokasi konflik di Timur Tengah. Seperti tahun 1990 dan 1991, ketika masih jadi reporter desk luar negeri Harian Kompas, aku meliput Perang Teluk antara Irak melawan pasukan multinasional yang dipimpin Amerika.

Bersama Rizal Mallarangeng dan Taufik Rahzen kami bergabung dengan kelompok perdamaikan Gulf Peace Team yang dipimpin Yusuf Islam (Cat Stevens), berdiam di perbatasan antara Arab Saudi dan Irak. Waktu itu semangatnya ingin mencegah perang. Agak romantis, memang.

Lalu mengalami pecahnya perang hari pertama dengan pemboman hebat oleh pesawat-pesawat tempur pasukan koalisi AS di kota Baghdad. Waktu itu kami menginap di Ho…