Posts

Showing posts from July 30, 2013

Nabi Isa (Yesus) Adalah Tokoh Revolusioner, yang Dihukum Mati Karena Dianggap Melawan Penguasa Romawi (Dari Buku Reza Aslan)

Image
Reza Aslan adalah seorang profesor ahli agama di Amerika. Awalnya ia Muslim, lalu dalam proses pencarian pindah menganut Kristen. Kemudian dalam proses pencarian berikutnya ia kembali ke Islam, agama yang dianut para leluhurnya. Itu urusan pribadi sebetulnya.

Namun ia diserang habis oleh presenter TV Fox, yang mempertanyakan latar belakang Islamnya, ketika Reza menulis buku tentang Nabi Isa (Yesus) yang kini menjadi best seller di Amerika. Buku itu berjudul "Zealot: The Life and Times of Jesus of Nazareth." Presenter Fox seolah-olah menutup mata terhadap fakta bahwa banyak akademisi non-Muslim juga menulis buku tentang Islam atau Nabi Muhammad SAW, dan mereka tidak pernah dipersoalkan.

Di Amerika, akademisi yang diakui tahu banyak tentang Islam adalah John L. Esposito, seorang Katolik. Buku-buku karya Esposito tentang Islam sudah banyak diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Belum lama juga datang ke Indonesia Karen Armstrong, juga seorang biarawati Katolik yang menulis buku t…

TNI Bosan Menjadi "Macan Ompong"

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tentara tanpa senjata, itu omong kosong. Setelah sekian lama merasa terhina sebagai “macan ompong” di tengah superioritas kekuatan militer negara-negara tetangga, Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara perlahan kini tampil semakin percaya diri.

Hal ini terkait dengan mulai mengalirnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru melengkapi jajaran TNI. Ini adalah bagian dari tekad pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mentransformasi TNI, agar menjadi kekuatan andal, tangguh, profesional, dan sanggup menghadapi berbagai ancaman, tantangan, dan gangguan dari lingkungan strategisnya.

Penambahan kekuatan persenjataan TNI meliputi matra darat, laut, dan udara. Untuk TNI Angkatan Darat, mulai Oktober 2013 akan mulai berdatangan 104 tank tempur utama Leopard 2A4 eks-Jerman, yang rencananya sebagian akan ditempatkan di dekat perbatasan RI dengan Malaysia di Kalimantan Timur.

Selama ini TNI tidak memiliki tank tempur utama tetapi hanya tank ringan seke…

Ketika Jenderal Rudini Galau

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Rudini, yang kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri (1988-1993) di era pemerintahan Presiden Soeharto, pernah menyatakan kegalauan atau keprihatinan tentang sikap perwira-perwira menengah ABRI di zamannya.

Dalam suatu diskusi dengan kalangan media di tahun 1990-an, Rudini menuturkan, ketika ia menjabat sebagai Mendagri, ada sejumlah perwira menengah –berpangkat setingkat mayor, letnan kolonel, kolonel—yang menemuinya. Mereka minta dibantu agar bisa menduduki sejumlah jabatan di lingkungan sipil, seperti menjadi camat, bupati, walikota, dan sebagainya.

Apa pasalnya? Di era berjayanya “Dwi Fungsi ABRI” saat itu, jabatan-jabatan sipil memang menjanjikan tingkat kesejahteraan yang jauh lebih baik ketimbang sekadar mengandalkan jabatan di militer. Jabatan sipil seperti camat, bupati, walikota, dan gubernur, bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat yang terkait dengan transaksi ekonomi.

Rudini menjelaskan, ji…