Posts

Showing posts from August 26, 2013

Pertanyaan Buat yang Membela Miss World, Miss Universe, dan Miss-Miss Lainnya...

Image
Ada saja yang membela kontes Miss World, Miss Universe, dan entah apa lagi dengan alasan, yang dinilai dari para peserta bukan semata-mata fisik, kecantikan wajah, atau keindahan body, tetapi kepribadiannya dan kecerdasannya. Nah, terus teman dan tetangga saya yang suka usil (dia bukan orang religius, hobinya nonton film Hollywood, tetapi otaknya lumayan jail) bertanya, ada nggak peluang menang bagi:

1. Cewek jenius ahli matematika tetapi kakinya pincang satu.
2. Cewek baik hati dan ramah tetapi super gemuk.
3. Cewek dermawan yang berjiwa sosial tetapi tunanetra.
4. Cewek bergelar doktor fisika tetapi wajahnya penuh bekas jerawat.
5. Dst...
6. Dsb.....

Nggak usah ditanggapi, ini kan cuma pertanyaan orang usil saja! Anggap saja orangnya sirik, nggak bisa lihat orang lain senang,...he..he..he..

Oh ada yang lupa: Kata teman saya, pemenang Miss Universe biasanya dapat bonus hadiah: Dicium oleh Donald Trump (konglomerat ganteng, terkenal, dan kaya dari Amerika! Wow!)

Jakarta, 27 Agustus 20…

Penyakit Bangsa Kita: Mengurusi Hal Remeh Temeh, Mengabaikan Hal Penting

Image
Salah satu problem bangsa ini (dan mungkin termasuk saya sendiri) adalah menyibukkan diri dengan hal-hal remeh temeh dan tidak penting, tetapi justru tidak memikirkan bahkan mengabaikan hal-hal penting.

Terakhir bahkan seorang Menteri, Roy Suryo, ikut berkomentar dan menjamin keaslian foto buatan Ibu Ani Yudhoyono yang dimuat di Instagram. Sempat terjadi perdebatan antara Ibu Ani dengan sejumlah orang, yang meragukan keaslian karya foto Ibu Ani, yang dianggap mirip rekayasa photoshop.

Ini sebetulnya soal remeh dan personal saja, tidak ada hubungannya dengan urusan negara. Posisi Roy Suryo sekarang adalah Menteri kabinet, bukan sekadar analis foto pinggir jalan, yang selalu mengomentari foto-foto skandal artis/selebriti.

Contoh lain: Pemerintah sibuk "menyiapkan mental masyarakat" agar tidak resah dengan kenaikan harga BBM. Tetapi bahkan sebelum harga BBM dinaikkan, harga-harga kebutuhan pokok sudah naik duluan karena sikap maju-mundur pemerintah, yang membuat para pelaku e…

Negara Darurat Ekonomi, Panggil Habibie Lagi!

Image
Ketika krisis ekonomi 1997-1998 yang memaksa Presiden Soeharto berhenti, kurs rupiah sempat ambruk ke dasar sampai 1 US$ = Rp 16.000. Yang terjadi adalah kerusuhan sosial di mana-mana. Tetapi di bawah Presiden Habibie, kurs rupiah bisa membaik drastis di kisaran 1 US$ setara Rp 7.000 - Rp 8.000.

Dalam kondisi sekarang, ketika Presiden SBY dan para menteri tampaknya habis akal mengatasi ambruknya nilai rupiah, kenapa tidak panggil Pak Habibie lagi buat kepentingan bangsa? Minta saran dan masukan beliau.

Nggak usah malu, terus terang saja kalau sudah nggak mampu mengatasi krisis (sesudah kegagalan menurunkan harga daging sapi, harga cabai, dsb..dsb..). Jangan mengajak rakyat kecil yang tak salah apa-apa ikut tenggelam....

Jakarta, 23 Agustus 2013

Satrio Arismunandar