Posts

Showing posts from September 5, 2013

Repotnya Jadi Penulis Karya Fiksi (Diharapkan Oleh Istri Agar Jadi Suami Romantis)

Image
Sewaktu masih mahasiswa di FTUI jurusan Elektro (1980-1989), aku termasuk penulis cerpen yang lumayan produktif di Majalah Anita Cemerlang, dan juga sejumlah majalah remaja lain. Bisa dibilang, aku membayar uang kuliah dengan honor dari menulis cerpen-cerpen itu.

Terus terang, cerpen-cerpenku yang sudah dimuat itu juga menjadi sarana untuk "pendekatan" pada cewek-cewek manis yang jadi incaran (meski taktik ini sejauh ini kurang memberi hasil nyata untukku). Biasanya cerpen-cerpenku yang kuanggap terbaik aku fotocopy, terus fotocopy-nya kuserahkan ke cewek bersangkutan (sebagai sarana promosi diri. Biasalah!)

Salah satu pembaca cerpenku waktu itu adalah seorang mahasiswi IKIP Jakarta, yang jadi istriku sekarang (beda usia kami hampir 13 tahun). Nah, persoalannya karena tokoh-tokoh cerpenku umumnya romantis, ini menimbulkan ekspektasi atau harapan yang mungkin tidak sesuai dari pihak istri terhadap kondisi real-ku sendiri.

"Kamu kok tidak romantis sih? Tidak seperti tokoh…

Mengajar Mata Kuliah "Modern Media Writing" di Kwik Kian Gie School of Business

Image
Kamis, 5 September 2013, adalah minggu kedua aku mengajar mata kuliah Modern Media Writing di Kwik Kian Gie School of Business, Sunter. Inti materi kuliahnya adalah tentang berbagai teknik penulisan berita dan feature untuk media cetak, media online, dan media TV. Mahasiswanya ada 20 orang.

Aku berterimakasih pada sahabat lamaku, mantan wartawan Majalah Tempo dan aktivis Suratkabar Kampus Warta UI, Teguh Poeradisastra, yang bahan-bahannya kumanfaatkan sebagian untuk mengajar. Sebelum ini aku dan Teguh memang pernah bersama-sama mengajar Teknik Penulisan Efektif di Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Banyak materi mata kuliah itu yang bisa dibilang sama dengan mata kuliah Modern Media Writing. Maklum, teknik penulisan jurnalistik dasar --seperti menulis straight news, spot news, soft news, feature-- kan pada dasarnya tidak banyak berubah. Untuk penulisan berita dan feature bagi media TV, aku bisa mengupayakan sendiri, mengandalkan pengalaman kerja selama 10 tahun lebih di Divisi News Trans TV.…

Logika Real Politik: Jokowi Harus Jadi Capres 2014

Image
Tesis saya: Untuk 2014 ke depan, serahkan DKI Jakarta pada kepemimpinan Ahok, yang terbukti dengan gaya unik ceplas-ceplos ala "Ali Sadikin" cukup tegas dan efektif mengurus Jakarta. Jokowi sendiri harus go to Capres 2014!

Logika politik saya: Tidak ada jaminan bahwa Jokowi bisa nyapres jika menunda-nunda sampai 2019, seperti saran-saran sejumlah kalangan yang --maaf harus saya katakan-- "tidak realistis" dalam konteks politik Indonesia (Emangnya orang bisa jamin umurnya Jokowi sampai 2019? Emangnya dia tidak akan dijegal di 2019 oleh kubu Presiden yang menang di 2014? Emangnya popularitasnya masih tinggi di 2019? Terlalu banyak pertanyaan yang jawabannya tidak pasti).

Yang saya tolak dari sejumlah "pengamat politik" dan politisi yang tidak suka Jokowi maju 2014 justru pernyataan "menunggu" 2019 itu. Saya percaya sebagian mereka mungkin berniat baik. Tetapi argumen "menunggu" itu tidak bisa ditafsirkan secara naif dalam real politik. B…

Ironi Obama, Dari Pemenang Nobel Perdamaian Sampai Pengobar Perang ke Suriah

Image
Dulu ketika Barack Hussein Obama dipilih jadi Presiden AS pertama yang berkulit hitam, dunia bersuka cita termasuk warga Indonesia (khususnya mereka generasi lama yang pernah satu sekolah dengan Obama di kawasan Menteng, Jakarta).

Bahkan sebelum jelas prestasinya di bidang perdamaian, Obama sudah dianugerahi Nobel PERDAMAIAN (meskipun banyak juga yang memprotes pemberian hadiah ini). Alasan Panitia Nobel waktu itu, kemenangan Obama menjadi Presiden AS bisa memberi "inspirasi" bagi cita-cita perdamaian.

Namun kini, Obama yang sama sudah siap mengobarkan perang dengan aksi militer menyerang Suriah, negeri Arab yang sedang dilanda perang saudara. Obama mengunakan alasan penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah, sebuah tuduhan yang belum terbukti sama sekali. Bahkan utusan PBB lebih menduga, pengguna senjata kimia adalah justru pasukan oposisi terhadap rezim Suriah.

Tuduhan Obama mengingatkan kita pada pola-pola lama yang dilakukan pemerintah AS. Presiden AS George W. Bus…

Hubungan Unik Petugas Intelijen dan Aktivis Era 1990-an (Pengalaman Waktu Masih Jadi Pengurus DPP SBSI)

Image
Sebagai aktivis lama yang pada era rezim Soeharto 1990-an menjadi salah satu pengurus di DPP SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), saya punya kenangan tentang interaksi aktivis dengan petugas intel. Waktu itu saya berstatus wartawan/buruh Harian Kompas yang di SBSI menangani buruh Sektor Pers, Penerangan dan Grafika bersama teman saya En Jacob Ereste dan Dhia Prekasha Yoedha.

Ada petugas intel militer, sebut saja namanya L, yang sering datang ke sekretariat DPP SBSI di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur. Berbeda dengan gambaran petugas intel ala film-film Hollywood, intel Indonesia terang-terangan mengaku intel. Kalau datang ke kantor SBSI, L suka memakai baju safari. Tampaknya dia bukan petugas level bawahan, tetapi juga belum level sangat tinggi.

Kalau kami pengurus SBSI sedang rapat, dia suka nongkrong di beranda kantor SBSI meski tidak terang-terangan menguping (dia tidak mau terlalu norak dalam mencari informasi). Jadi hubungan kami para aktivis dengan intel sudah seperti &quo…