Posts

Showing posts from September 16, 2013

Berbagai Teori tentang Penembakan Polisi di Depan Gedung KPK

Image
90 Persen uraian di bawah dicopas dari status rekan wartawan Hanibal Wijayanta:

Mari Menyusun Puzzle:
Fakta di Lapangan


- Selasa malam, pukul 22.15 WIB.
- Jalan HR Rasuna Said, di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi
- Saksi mata melihat seorang polisi –belakangan diketahui bernama Sukardi, pangkat Brigadir Kepala, bertugas sebagai Provost Polairud— mengendarai Honda Supra 125 R warna hitam bergaris merah bernomor polisi B 6671 TXL melintas di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, tepat di depan Gedung KPK.
- Saksi mata melihat Sukardi mengendarai motornya di depan iring-iringan enam kontainer pengangkut kayu dan besi komponen lift di jalur lambat arah Mampang Prapatan.
- Saksi mata melihat, dari sisi kanan jalur lambat, satu motor Honda Supra dengan seorang pengendara berbaju merah melintas dan kemudian berhenti di depan Gedung KPK.
- Saksi mata melihat, dari belakang iring-iringan truk, dua motor bebek lagi menyalip. Satu motor berboncengan, satu lainnya dikendarai seorang diri.
- …

Kiat Menghindari Kecelakaan, Sesudah Mengantar Pacar Pulang

Image
Dalam kasus kecelakaan mobil yang menimpa putranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Dul, anaknya musisi Ahmad Dhani, ada pola yang sama. Dua kecelakaan itu terjadi: (1) pada malam hari (sehingga mungkin ada efek capek/mengantuk); dan (2) sesudah mengantarkan pacar pulang ke rumah (rumah pacar mungkin agak jauh, sehingga menambah rasa capek mengemudi).

KIAT MENGATASI: Untuk menghindari rasa capek yang berakibat fatal: menginaplah di rumah pacar sampai pagi. Sesudah merasa segar, sarapan pagi (kalau bisa minum madu + kuning telur) dan tidak mengantuk, baru boleh mengemudi lagi.

Kiat praktis ini tentunya dengan catatan: Anda tidak digampar oleh bapaknya pacar. he..he..he...

Jakarta, 13 September 2013
Satrio Arismunandar.

Cara Pacaran yang Aman (Dalam Menjaga Keperawanan Putri-putri Anda)

Image
Bagaimana cara pacaran yang paling aman? Jawabannya: Cara pacaran yang paling aman adalah tidak pacaran. Itulah kesimpulan saya sebagai ayah dari 2 anak perempuan yang masih ABG, dengan akses luas terhadap Internet, social media, dll.

Kalau ada yang menolak kesimpulan saya dengan argumen "yang penting orangtua selalu dekat dan mengawasi anak-anaknya," saya akan menjawab: "Saya nyerah deh, give up, jika disuruh mengawasi anak-anak era liberal kapitalistik online 2013 sekarang..."

Yang saya lakukan sejauh ini adalah menjaga komunikasi yang baik dengan 2 anak gadis saya, sehingga mereka paling tidak mau cerita --meski dengan malu-malu-- jika ada cowok yang naksir dsb....

(Notes: Nasehat saya ini tentu tidak berlaku bagi mereka yang memang sudah tidak percaya atau tidak peduli sama sekali dengan prinsip menjaga kesucian/keperawanan/keperjakaan sampai saat pernikahan).

Jakarta, 13 September 2013

Satrio Arismunandar.

Joke Wartawan - "Ekonomi Kata" Menurut Jurnalis Kompas, Tempo, detik.com, dan TVOne

Image
Dalam menulis naskah berita, para jurnalis selalu ditekankan untuk menerapkan prinsip “ekonomi kata,” karena keterbatasan ruang di media cetak dan keterbatasan durasi di media elektronik. Pengertian “ekonomi kata” adalah bahasa jurnalistik itu harus komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami. Untuk itu, bahasa jurnalistik lebih disukai bersifat lugas, langsung, padat, tidak bertele-tele. Ini adalah kisah empat jurnalis yang menerapkan prinsip “ekonomi kata” tersebut.

Alkisah ada seorang nelayan sedang berjualan ikan di sebuah pasar di Marunda, Jakarta Utara. Lapak ikannya kecil saja, dan di atas lapak itu ada papan dengan tulisan besar berbunyi: IKAN SEGAR DIJUAL DI SINI.

Saat itu kebetulan lewat seorang jurnalis dari Harian Kompas. Melihat tulisan di papan itu, dia menghampiri si penjual ikan. Dia menegur dengan sopan: “Pak, dari segi bahasa jurnalistik, tulisan di papan itu terlalu bertele-tele. Buat apa bapak tulis ikan SEGAR. Sudah jelas dong, tidak mungkin bapak menjual ikan busu…

Anak-anak saya yang Masih Siswa TK dan SMP Ternyata "Lebih Rasional" daripada Saya

Image
Saya yang sudah berusia 50-an tahun ternyata "kalah rasional" dengan anak-anak saya, yang masih ABG dan yang masih sekolah di Playgroup dan TK. Sebetulnya sebagai mantan penulis cerpen, saya selalu mencoba membangkitkan daya imajinasi anak-anak. Jadi jika bepergian dengan mobil dan sedang bersama anak-anak, saya suka "bermain imajinasi."

Misalnya, saya pura-puranya sedang naik perahu di sungai yang luas atau naik kapal di lautan. "Awassss, di belakang ada ikan hiu gede! Ayo, Fathan, kabuurrr! Fawwaz, di sebelah kanan ada buaya gede! Tubruk saja dengan kapal!" kata saya pada Fathan dan Fawwaz, anak saya yang di Playgroup dan TK. Tetapi mereka tidak merespon. "Papa, kita sedang di jalan raya, bukan di laut," kata Fawwaz.

Kebetulan ada menara saluran listrik tegangan tinggi, terlihat di depan sebelah kanan mobil. Saya bilang ke Fathan (yang saya tahu penggemar film anak Samurai Rangers dan Ultraman), "Itu menara Akebono! Awas, nanti menaranya…

Korupsi dan Kompartementalisasi

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Banyak orang terkaget-kaget ketika seorang profesor dari sebuah perguruan tinggi ternama, yang dari tampilan luar selama ini dikenal sebagai seorang yang baik, sederhana, santun, idealis, berintegritas, ditangkap basah oleh petugas badan antikorupsi dengan tuduhan menerima suap. Kalau tidak ada bukti konkret, berupa tumpukan uang senilai miliaran rupiah yang disita di tempat peristiwa, berita penangkapan itu rasanya sulit dipercaya.

Kasus yang “sulit dipercaya” semacam ini bukanlah hal baru. Dalam kasus lain, juga ada tokoh politik yang dikenal religius, rajin beribadah, sering bicara antikorupsi, bahkan fasih mengutip ayat-ayat kitab suci, juga ditangkap petugas dengan tuduhan terlibat korupsi. Berbagai kasus korupsi lain juga telah diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kementerian yang berurusan dengan agama dan pendidikan, dua bidang yang sepatutnya menjadi tonggak atau teladan penegakan etika birokrasi dan moralitas.

Yang membuat bingung dan …