Posts

Showing posts from September 19, 2013

SBY dan Para Petinggi Demokrat Tampak Semakin Terpisah dari Realita

Image
Dengan Ruhut Sitompul ditunjuk menjadi Ketua Komisi III DPR-RI oleh pimpinan Partai Demokrat, jalan ke perusakan lebih jauh citra Partai Demokrat justru dilakukan oleh pimpinan Partai Demokrat sendiri!

Sebegitu parahkah kelangkaan kader di PD, sehingga Ruhut yang kalau bicara tidak mengundang simpati dan sama sekali tidak mewakili "citra santun a'la SBY" pun dipasang jadi pimpinan di Komisi III? Aneh bin ajaib, apa yang tampak gamblang bagi orang di luar Demokrat justru tidak dipahami sama sekali oleh para petinggi PD (termasuk SBY sendiri).

Atau mungkin di sekitar SBY sudah terlalu penuh dengan penjilat dan orang yang kasih laporan ABS (asal bapak senang), sehingga SBY terkucil dan seperti sudah terpisah dari realita. Keterkucilan ini sebagian disebabkan oleh karakter SBY sendiri yang tidak mau menerima kritik. Kritik dicurigai sebagai sikap tidak loyal. Sedangkan orang yang rajin memuja-muji dianggap loyalis.

SBY seperti hidup di dunianya sendiri, asyik dengan pikira…

Nasehat Almarhum Habib Munzir Al-Musawa tentang Makanan

Image
Kutipan Pernyataan Habib dari blognya:
Curigalah, misalnya Anda selalu melakukan ibadah dengan taraf tertentu, lalu setelah makan di restoran fulan, atau beli gorengan dari penjual gorengan, atau setelah makan suatu makanan, maka saat anda ibadah terasa sangat berat, malas, dan serba gundah.

Lalu coba hindari makanan itu. Jika Anda kembali pada kesempurnaan ibadah yang biasa Anda capai, maka telah jelas makanan yang Anda makan saat itu mengandung hal yang haram.

Makanan halal memicu pada semangat beribadah, dan malas berbuat mungkar.

Sedangkan makanan haram memicu malas berbuat pahala dan semangat berbuat dosa.

Makanan syubhat ada ditengah2nya, bisa mengandung yang haram, bisa tidak. Maka saya tak mau spekulasi.

Jakarta, 16 September 2013
Satrio Arismunandar

Pandangan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa tentang Mobil

Image
Tulisan Habib Munzir al-Musawa:
Zuhud adalah hidup dengan sederhana dalam keduniawian. Hamba belum mampu mencapainya, namun sebagian usaha yang hamba lakukan adalah menghilangkan cinta pada semua hal yang bersifat duniawi, berupa harta dll yang tidak ada sangkut pautnya dengan asesoris dakwah.

Hamba membutuhkan mobil, untuk mencapai banyaknya majelis dan ketepatan waktu untuk tiba di lokasi, yang sudah ditunggu puluhan ribu orang hampir setiap malamnya. Di satu fihak tanpa hamba punya kendaraan pun, hamba akan siap dijemput oleh ribuan mobil yang akan mengantar hamba kemana pun hamba akan pergi. Namun hamba tak mau menyusahkan orang lain, apalagi membebani para penyelenggara untuk harus menyediakan kendaraan penjemput pula. Maka hamba membeli mobil dengan angsuran.

Hamba merawat mobil itu secara sebaik-baiknya secara mekanik dan mesinnya, dengan perawatan yang sangat serius, demi tak menghambat kelancaran dakwah hamba. Namun hamba tidak perdulikan body mobil yang sudah penuh baret dan…

Kenangan Saya tentang Prof. Dr. Juwono Sudarsono

Image
Sebagai wartawan, saya punya kenangan unik dengan pakar politik internasional dan mantan Menteri Pertahanan Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Saya adalah lulusan Elektro FTUI pada 1989, yang lalu menjadi wartawan politik luar negeri Harian Kompas (saya bekerja di Harian Kompas pada 1988-1995, dan sebelum lulus dari FTUI tahun 1989 sudah jadi wartawan di Harian Pelita pada 1986-1988).

Waktu itu (tahun 1990-an), sebagai wartawan Kompas saya banyak meliput konflik di Timur Tengah (Palestina, Israel, Irak, Iran, Mesir, Yordania, dsb). Nah, berkat sering meliput kawasan Timur Tengah itulah, saya pernah diminta jadi dosen tamu di Jurusan Hubungan Internasional FISIP UI, yang waktu itu kalau tak salah Prof. Dr. Juwono Sudarsono menjadi Dekan FISIP UI (Kepala Jurusan HI seingat saya adalah Hero U. Kuntjoro-Jakti).

Ketika saya sedang mengajar di kelas (saya merasa excited, kok insinyur elektro bisa mengajar di jurusan Hubungan Internasional FISIP UI), Pak Juwono hadir di kelas dan mengamati saya m…

Manual Perang Gerilya Kota Beredar di Internet (Aksi Disinformasi?)

Image
Berita dari media online: Sebuah buku elektronik berjudul "Panduan Pelaksanaan Perang Gerilya di Perkotaan" beredar di Internet sejak dua tahun lalu. Pada Selasa, 17 September 2013, sudah lebih dari 1.000 orang mengunduh dokumen itu. Dokumen itu sendiri diunggah oleh seseorang dengan akun Syarif Ramzan Saluev pada 11 April 2011. Tebalnya lebih dari 100 halaman.

Isi buku elektronik yang setiap halamannya bertuliskan kata-kata "Forum Islam al-Busyro" ini penuh dengan anjuran untuk melakukan serangan terhadap obyek vital pemerintah di perkotaan. Selain itu, ada banyak dalil dan ayat Al-Quran yang dikutip untuk memberikan pembenaran pada rencana dan aksi teror mereka.

Tak lupa diselipkan berbagai tips praktis dan strategi untuk menghindari pengejaran polisi. Pada satu bagian misalnya, para teroris diminta membuat safe house atau rumah persembunyian di tengah kota untuk memudahkan mereka menghilangkan jejak. Di bagian akhir buku itu, dilampirkan bagan teknik pembuatan …

Bedanya Hizbut Tahrir dan Partai Demokrat (Dalam Kasus Siaran di TVRI)

Image
Hizbut Tahrir membayar dengan uang (artinya, ada income konkret) ke Bagian Marketing TVRI, sehingga acara Muktamar Khilafahnya di Gelora Bung Karno disiarkan TVRI, 6 Juni 2013. Itu pun bentuknya adalah siaran tunda yang melalui proses editing (acaranya tanggal 2 Juni, disiarkan pada 6 Juni).

Partai Demokrat tidak membayar sepeser pun ke Marketing TVRI, cukup dengan "pihak Istana" menekan Dirut TVRI Farhat Syukri. Dirut kemudian juga menekan bawahannya di staf redaksi TVRI, untuk menyiarkan penuh 3 jam acara konvensi Capres Partai Demokrat pada 15 September 2013 (blocking time).

Kesimpulan: Hizbut Tahrir lebih "tahu diri" daripada Partai Demokrat dalam berurusan dengan TVRI, yang berstatus TV Publik (bukan TV milik penguasa). He..he.. he....

Jakarta, 18 September 2013
Satrio Arismunandar

Joke Politik - Selera Diplomat Perancis, Jerman, dan Amerika tentang Mobil

Image
Alkisah terjadilah pertemuan antara tiga diplomat dari negara sahabat/sekutu NATO di sebuah kafe di Paris, yaitu antara diplomat Perancis, Jerman, dan Amerika. Setelah bicara macam-macam soal politik, mereka beralih ke pembicaraan lebih santai soal mobil masing-masing. Rupanya mereka memiliki lebih dari satu kendaraan dan menggunakannya secara berbeda untuk tujuan yang berbeda.

"Saya di dalam negeri biasa naik Renault, tapi kalau ke luar negeri saya naik Peugeot," ujar diplomat Perancis. Di Eropa memang mudah ke luar negeri dengan naik mobil, karena jarak antar negara Eropa Barat relatif dekat, jalur jalan rayanya juga bagus, dan menyatu dalam satu benua.

"Kalau saya untuk di dalam negeri naik Audi, tetapi kalau ke luar negeri naik BMW," sambung diplomat Jerman.

"Saya sih di dalam negeri biasa pakai Chevrolet," ujar diplomat Amerika.
"Lho, kalau ke luar negeri lalu naik apa?" tanya diplomat Perancis dan Jerman.

"Oh, saya sudah biasa jalan d…

Kriteria Pria Macho dan Trendy Masa Kini

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Bagi Anda yang suka mengamati iklan rokok di media televisi, pastilah akrab dengan gambaran ini. Pria yang dianggap trendy, jantan, atau macho adalah mereka yang menikmati rokok dan kehidupan berkelas. Mereka biasa tampil berwibawa dan percaya diri dalam rapat bisnis di kantor atau pertemuan dengan para eksekutif lain di hotel berbintang.

Mereka bepergian dengan mobil mewah, mulai dari yang bercitra formal seperti Mercedes Benz, sampai yang berpenampilan informal seperti Lamborghini. Mereka juga punya aktivitas olahraga yang eksklusif. Bertualang di hutan, naik Jeep, dengan perlengkapan berburu yang wah. Menyelam di kawasan Raja Ampat dengan menggunakan kapal yacht pribadi. Sampai berolahraga terbang layang dengan pesawat pribadi, tentunya dengan ditemani wanita-wanita cantik berpenampilan foto model, yang murah senyum dan menggiurkan.

Keren, bukan? Tetapi itu adalah gambaran pria macho dan trendy versi media, atau lebih sempit lagi versi iklan televisi. Nyat…