Posts

Showing posts from November, 2014

Paket Wisata Muslim ke Beijing - Cuma 1.000 USD (6 hari)

Image
Paket Beijing Moslem Tour oleh DLM Travel
USD 1.000 (6 hari - pesawat non-Garuda), atau
USD 1.450 (6 hari - pesawat Garuda)


Kontak: 082122604791 (Ibu Dhini) atau 081286299061 (satrio)

Hari 1 : Tiba di Beijing (makan siang/makan malam)

Tiba di Beijing lalu dijemput. Mengunjungi Tiananmen Square yang merupakan kota terbesar di dunia yang didalamnya termasuk Great Hall of the People dan Chairman Mao’s Mausoleum. Kemudian menuju Forbidden City lalu makan siang di restoran setempat dan mengunjungi Masjid Niu Jie yang bergaya unik khas Cina di Beijing. Menonton pertunjukkan Akrobatik sebelum makan malam dan cek in hotel untuk beristirahat.

Hari 2 : Beijing (makan pagi/makan siang/makan malam)
Setelah sarapan pagi di hotel, Anda akan mengunjungi Museum Giok lalu melanjutkan ke Tembok Cina. Makan siang di restoran muslim dekat Tembok Cina. Belanja di Pusat Obat Luka Bakar. Berfoto di Olympic Stadiums – Bird Nest dan Water Cube dari luar. Menikmati Bebek Peking dan berbelanja di Wang Fu Jing dan…

Membandingkan Presiden Jokowi dan Mantan Boss Saya

Image
Ketika Presiden Jokowi dan istri ke Singapura naik pesawat kelas ekonomi, sejumlah haters (biasalah) langsung menuding Jokowi melakukan pencitraan. Apalagi ditambah "bumbu pemanas emosi" dengan dikaitkan kenaikan harga BBM. Saya pribadi lebih melihat itu sebagai gaya natural, yang sudah jadi bawaan Jokowi.

Orang sekali dua kali bisa pura-pura sederhana, tapi tak mungkin puluhan tahun pura-pura sederhana. Bawaan bisa juga dikaitkan dengan selera. Presiden Soeharto itu kabarnya senang makan sayur asem, menu makanan yang sederhana, tapi memang beliau suka. Jadi jangan bilang Pak Harto mau sok merakyat dengan makan sayur asem (padahal dia mampu beli menu yang jauh lebih mahal. Presiden RI kok!).

Contoh lain adalah musisi ST12 Charlie. Ketika masih hidup miskin, Charlie makannya nasi dan ikan teri asin. Rupanya itu jadi kebiasaan, sehingga sesudah jadi musisi top (dan banyak duit) Charlie sering makan nasi ikan asin. Apakah kita mau bilang si Charlie ini sok miskin dan sok mera…

Diplomasi Jokowi di Pentas Global

Image
Oleh SATRIO ARISMUNANDAR

Presiden Jokowi menyosialisasikan doktrin poros maritim dan diplomasi pro-rakyat, pada lawatan luar negeri pertamanya di forum APEC, ASEAN, dan G20. Namun, yang perlu diperhatikan, seberapa jauh diplomasi itu betul-betul mewakili kepentingan nasional.

Untuk seorang presiden baru, yang tidak memiliki latar belakang karir diplomat dan minim pengalaman politik luar negeri, Joko Widodo (Jokowi) ternyata melampaui semua perkiraan. Mengingat bekal pengalaman luar negerinya yang terbatas, sejumlah kalangan awalnya tidak berharap terlalu banyak dari Jokowi. Tetapi kini ada apresiasi baru terhadap “gebrakan” diplomasi Jokowi.

Pada pertengahan November 2014, Presiden Jokowi mengawali lawatan perdananya ke luar negeri dengan menghadiri tiga forum regional dan internasional. Pertemuan puncak itu adalah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, China (10-11 November), Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar (12-13 November), dan pertemuan G20 di Bris…

Bung Karno dan Nasi Goreng Megawati

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kalau sekarang banyak demonstrasi mahasiswa, yang diorganisasikan untuk memprotes kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), itu sebenarnya tidak luar biasa. Rasa-rasanya semua Presiden RI pernah mengalami didemo oleh mahasiswa dalam berbagai isu atau kebijakan, yang dianggap kontroversial atau tidak pro-rakyat. Salah satunya adalah Presiden pertama RI, Bung Karno.

Bisa jadi setiap presiden bersangkutan –termasuk Bung Karno-- serius ingin memperjuangkan kepentingan rakyat, atau mungkin juga kebijakan yang tidak populer itu terpaksa mereka ambil karena kondisi dan situasi tertentu, yang di luar kendali presiden. Namun, apapun niat dan maksud presiden bersangkutan, kesulitan hidup yang dirasakan rakyat memang butuh solusi konkret. Tidak cukup dengan penjelasan verbal.

Meski demikian, ruang dialog antara pihak pengambil kebijakan –dalam hal ini Presiden selaku pemimpin pemerintahan—dan mahasiswa yang merasa mewakili sua…

Film "the Kite Runner" yang Sangat Menyentuh

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Sebuah karya seni seperti film, ternyata punya pengaruh yang sangat kuat. Aku menonton fim The Kite Runner ini hari Jumat (14 November 2014), tapi sampai hari ini aku masih bisa meneteskan air mata ketika terkenang pada adegan-adegan film yang sangat mengharukan tersebut. Ini kisah persahabatan dua bocah Afghanistan, Amir (etnis Pashtun) dan Hassan (etnis Hazara, yang dianggap rendah secara kelas sosial di sana). Amir adalah anak orang kaya di zaman monarki Afghan (sebelum invasi Soviet), Hassan adalah anak Ali, pelayan yang sudah 40 tahun bekerja di keluarga Amir.


Amir dan Hassan kompak bermain aduan layang-layang, di mana pihak pemenang memperoleh layang-layang yang putus sebagai hadiah. Hassan selalu berperan sebagai kite runner, yang selalu mengejar dan menangkap layang-layang yang putus untuk Amir. Hassan yang buta huruf selalu membela dan melindungi Amir, yang lebih terpelajar. Sekali pernah Hassan menyelamatkan Amir dari aksi bully Assef (anak yang leb…

Komnas Perempuan vs Saut Situmorang (Peran Komnas Perempuan Melawan Kekerasan Seksual Verbal terhadap Perempuan)

Image
Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh dua pegiat sastra, Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang, bahwa berbagai kekerasan seksual verbal yang mereka lakukan di grup media sosial Facebook terhadap perempuan penyair Fatin Hamama akan membuat mereka berhadapan dengan Komnas Perempuan. Hal itu masih ditambah lagi dengan tuntutan hukum terhadap keduanya ke pengadilan.

Fatin Hamama, yang juga ibu rumah tangga dengan dua anak, telah mengadukan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang ke polisi. Fatin terpaksa menuntut Iwan dan Saut secara hukum karena mereka berdua melakukan kekerasan di media sosial itu dengan sangat berlebihan dan vulgar. Tindakan kedua orang ini sudah di luar batas kewajaran dan mengganggu ketenteraman keluarga Fatin, terutama anaknya. Fatin juga mengadukan kasus kekerasan yang dialaminya ke Komnas Perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan, Neng Dara Affiah, sesudah menerima pengaduan Fatin di Jakarta, 31 Oktober 2014, menyatakan, Komnas Perempuan mendukung dan mend…

Sang Penerobos: Mahatma Gandhi tentang Toleransi Beragama

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Siapa yang tak kenal dengan nama Mahatma Gandhi? Gandhi adalah salah satu founding fathers negara besar India. Gandhi, yang awalnya adalah ahli hukum lulusan kolonial Inggris itu, kemudian telah bertransformasi menjadi tokoh kemerdekaan India dan pejuang gerakan tanpa kekerasan. Sampai saat ini Gandhi masih menjadi sumber inspirasi dan rujukan bagi berbagai orang di seluruh dunia bagi gerakan tanpa kekerasan.

Namun Gandhi, penganut Hindu yang taat ini, adalah juga tokoh yang mengedepankan toleransi antar umat beragama. Di zaman itu, tahun 1946, di India sedang terjadi konflik berdarah besar antara umat Hindu dan Muslim, yang menimbulkan banyak korban tewas. Konflik ini berujung pada pemisahan diri warga Muslim, yang lalu membentuk negara Pakistan pada Juli 1947.

Kalau Anda sempat menonton film Gandhi, Anda akan bisa menangkap aura suasana Gandhi hidup saat itu. Film pemenang Oscar itu dimainkan oleh aktor Inggris keturunan India, Ben Kingsley, sebagai pemer…

Tatap Redaksi: Menyikapi Hasil Perhitungan KPU dan Sikap Negarawan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Siapa pun tahu Presiden Soekarno itu orang hebat. Retorika pidatonya membius massa dan bisa membangkitkan semangat berapi-api rakyat untuk bangkit melawan penjajahan. Gaya kepemimpinannya memukau, bukan cuma di dalam negeri tetapi juga di panggung politik internasional. Kepemimpinannya memiliki visi dan misi yang jauh ke depan, jauh melampaui zamannya.

Tak heran jika Bung Karno diakui sebagai idola oleh dua calon presiden yang bersaing pada pemilihan presiden 2014, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya sering menyebut kebijakan dan pikiran Bung Karno sebagai inspirasi dalam kampanyenya. Bahkan Prabowo bukan sekadar bicara. Sebagai bagian dari pencitraan politik, ia sering memakai pakaian seragam serba putih dan peci hitam, meniru gaya Bung Karno.

Sampai saat ini, banyak yang jadi fans dan pendukung fanatik ajaran-ajaran Bung Karno. Bahkan di masa kemerosotan kekuasaannya, masih banyak pihak yang rela pasang badan untuk mendukung dan melindungi Bung Ka…

Tatap Redaksi: Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Akhir-akhir ini ada ungkapan yang semakin populer di masyarakat, yakni ungkapan “terstruktur, sistematis, dan masif” (TSM). Pihak yang pertama kali mempopulerkan ungkapan TSM ini adalah pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa.

Berdasarkan hasil perhitungan akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan kalah suara melawan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo- Jusuf Kalla. Namun, kubu Prabowo-Hatta tidak mau menerima hasil pilpres itu. Prabowo-Hatta menuduh telah terjadi kecurangan dalam pilpres yang dilakukan secara “terstruktur, sistematis, dan masif,” sehingga pihaknya jadi kalah. Prabowo-Hatta pun menggugat hasil pilpres itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Isi tuduhan kubu Prabowo-Hatta itu sebetulnya sangat serius, sekaligus “mengerikan.” “Mengerikan,” jika betul-betul bisa dibuktikan kebenarannya di MK. Di mana letak “mengerikannya?” Marilah kita uraikan satu-persatu.
Pertama, pengertian “te…

Tatap Redaksi: Rakyat Sudah Jemu dan Lelah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Marilah kita jujur. Jika Joko Widodo (Jokowi), yang sudah menjadi Presiden RI terpilih, usai melakukan serah terima jabatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2014, seperti dijadwalkan, apakah kehidupan Anda sebagai rakyat Indonesia akan berubah drastis? Jika katakanlah penghasilan anda tiap bulan sekarang Rp 2,5 juta, apakah akan melonjak jadi Rp 5 juta, atau bahkan Rp 10 juta? Kecuali Anda diangkat jadi menteri di kabinet Jokowi, jawabannya jelas: “Tidak.”

Sebagian besar kita akan terus menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Kalau tiap hari ke kantor naik angkot atau angkutan umum murah, rasanya tidak mungkin bulan Oktober 2014 kita bisa tiap hari ke kantor naik taksi, atau naik mobil baru! Kita semua tetap harus bekerja keras dengan tekun, jujur, dan cerdas, untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin buat diri sendiri dan keluarga.

Lantas, jika yang menjadi pemenang pemilihan presiden adalah Prabowo Subianto, apakah kehidupan Anda …

Tatap Redaksi: Politisi Durhaka dan Pengkhianat

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Judul tulisan ini mungkin terkesan terlalu keras. Politisi durhaka dan pengkhianat. Durhaka pada siapa? Berkhianat pada siapa? Jawabannya cukup jelas. Mereka durhaka terhadap rakyat dan berkhianat terhadap semangat reformasi. Padahal rakyat banyak dan gerakan reformasilah yang memungkinkan mereka sekarang duduk nyaman di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Apa pasal? Penyebab munculnya tudingan “durhaka dan khianat’ ini adalah manuver sejumlah besar politisi dan partai politik, untuk menggolkan rancangan undang-undang (RUU) baru, yang membolehkan kembali DPRD untuk memilih kepala daerah, seperti gubernur, walikota, dan bupati. Jadi, sistem pemilihan langsung oleh rakyat yang sudah berlaku selama ini akan dicabut kembali. Jika RUU ini dapat digolkan menjadi undang-undang, maka kita praktis sudah kembali lagi ke sistem Orde Baru, sistem politik sebelum reformasi.

Mengapa kita perlu mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat? Mari kita …

Tatap Redaksi: Kompromi Demi Rakyat

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kalau mendengar kata “kompromi” dalam konteks politik, yang terbayang di pikiran kita adalah tindakan tercela dan nista para politisi. Politik adalah dunia yang sudah begitu buruk dan kotor citranya di mata sebagian kalangan. Sehingga kata “kompromi” hampir selalu diterjemahkan sebagai kebohongan, penipuan, ketidak-konsistenan, ketiadaan prinsip, dan hal-hal negatif lain.

Tetapi, seperti dikatakan almarhum Presiden Amerika John F. Kennedy dalam bukunya Profiles in Courage (1955), kita tidak boleh terburu-buru mengutuk segala tindakan kompromi sebagai sesuatu yang nista dari segi moral. Politik dan pembuatan undang-undang tidak menyediakan tempat bagi prinsip yang kaku dan harapan yang terlampau muluk-muluk.

Orang-orang yang ekstrem dan fanatik, baik yang berada di ujung kiri ataupun di ujung kanan spektrum politik, pastilah akan merasa kecewa melihat apa yang dipandangnya sebagai kelambanan pemerintah dalam menanggapi prinsip mereka. Tetapi seorang senator (k…

Pilpres 2014 dan Masyarakat yang Gamang

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pasangan capres-cawapres yang ada dalam pemilihan presiden 2014 ternyata belum cukup meyakinkan publik untuk segera menentukan pilihan. Lebih dari 41 persen calon pemilih masih bimbang. Jumlah massa yang “gamang” ini sangat besar dan akan menentukan siapa yang jadi pemenang pilpres.

Jika pemilihan umum presiden (pilpres) Indonesia bukan dilakukan pada 9 Juli mendatang, namun dilakukan pada minggu pertama Mei 2014, siapa yang akan jadi pemenang? Ternyata peraih suara terbanyak bukanlah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, bukan pula Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, namun massa mengambang. Mereka adalah masyarakat yang belum memutuskan, akan memilih pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang mana dalam pilpres 9 Juli nanti.

Dari seluruh responden, 35,42 persen memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, sedangkan 22,75 persen memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan 41,83 persen menjawab “tidak tahu” atau tidak menjawab. Berarti, para juru kampan…

Kasus Ferguson dan Bertahannya Bias Rasial di Amerika

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Meski sering mengklaim diri sebagai contoh demokrasi bagi seluruh dunia, rasialisme masih ada di Amerika. Perbudakan secara resmi sudah dihapuskan, namun warga kulit hitam masih sering jadi sasaran bias rasial di kota-kota Amerika.

Suatu siang di bulan April 2014, seorang polisi Amerika berkulit putih menembak dan menewaskan Dontre Hamilton (31), warga kulit hitam di Red Arrow Park, pusat kota Milwaukee. Menurut kepala polisi Milwaukee, petugas itu “hanyalah membela diri dalam situasi kekerasan.” Namun seorang saksi mata yang bekerja di kedai kopi Starbucks menceritakan kisah yang sangat berbeda.

Menurut saksi mata itu, Hamilton sedang tidur di kakilima beton, bersebelahan dengan kedai Starbucks, ketika dua petugas polisi berkulit putih mendekati dan menanyainya. Sesudah yakin bahwa Hamilton tidak melakukan hal apapun yang salah, dua polisi itu pergi. Namun, sekitar satu jam kemudian, saksi mata yang melihat dari balik jendela Starbucks menyaksikan seorang pet…

Militer Indonesia Masuki Era Pesawat-pesawat Tanpa Awak (Teknologi dan Strategi Militer)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tentara Nasional Indonesia di masa mendatang akan semakin banyak menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk tugas pengintaian dan pengamanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan yang sulit dijangkau transportasi darat.

Siapapun yang terpilih menjadi Presiden RI pada pemilihan presiden 9 Juli 2014, hal itu akan berimplikasi pada kebijakan pertahanan dan keamanan. Khususnya yang menyangkut strategi dan teknologi militer yang digunakan. Salah satu teknologi militer yang akan dikembangkan penggunaannya itu adalah pesawat udara nirawak (PUNA). Di Amerika, PUNA disebut dengan istilah unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih populer dengan sebutan drone.

PUNA adalah pesawat terbang tanpa pilot, yang penerbangannya dikontrol secara otonom oleh komputer di dalam pesawat itu, atau oleh sistem pengendalian jarak jauh (remote control) oleh seorang pilot, yang berada di darat atau berada di wahana lain. Cara peluncuran dan pendaratannya kembali diatur oleh sistem otoma…