Film "the Kite Runner" yang Sangat Menyentuh

Oleh Satrio Arismunandar

Sebuah karya seni seperti film, ternyata punya pengaruh yang sangat kuat. Aku menonton fim The Kite Runner ini hari Jumat (14 November 2014), tapi sampai hari ini aku masih bisa meneteskan air mata ketika terkenang pada adegan-adegan film yang sangat mengharukan tersebut. Ini kisah persahabatan dua bocah Afghanistan, Amir (etnis Pashtun) dan Hassan (etnis Hazara, yang dianggap rendah secara kelas sosial di sana). Amir adalah anak orang kaya di zaman monarki Afghan (sebelum invasi Soviet), Hassan adalah anak Ali, pelayan yang sudah 40 tahun bekerja di keluarga Amir.


Amir dan Hassan kompak bermain aduan layang-layang, di mana pihak pemenang memperoleh layang-layang yang putus sebagai hadiah. Hassan selalu berperan sebagai kite runner, yang selalu mengejar dan menangkap layang-layang yang putus untuk Amir. Hassan yang buta huruf selalu membela dan melindungi Amir, yang lebih terpelajar. Sekali pernah Hassan menyelamatkan Amir dari aksi bully Assef (anak yang lebih besar dari etnis dominan, Pashtun) dan 2 kawannya.


Hubungan persahabatan beda kelas sosial itu terputus, setelah Hassan yang selalu setia membela Amir melawan Assef dan dua kawannya, akhirnya jadi korban kekerasan seksual Assef. Hassan dipukuli dan "disodomi" oleh Assef yang dibantu 2 temannya, sementara Amir bersembunyi, takut membela Hassan. Sejak kejadian itu, Amir memendam rasa bersalah pada Hassan. Setiap melihat Hassan, dia selalu dikejar rasa bersalah.


Amir merekayasa pencurian arloji miliknya, agar Hassan disalahkan, sehingga Hassan dan ayahnya Ali akhirnya memilih pergi dari rumah majikannya. Invasi Soviet lalu memporak-porandakan Afganistan, sehingga Amir dan ayahnya mengungsi ke Pakistan, lalu jadi migran di AS. Rumah keluarga dititipkan ke sahabat dekat ayah Amir. Soviet pun lalu terusir dan Afganistan dikuasai rezim Taliban. Ayah Amir meninggal karena sakit paru-paru di AS, dan Amir menikah dengan Soraya, putri seorang mantan Jenderal Afganistan yang kini mukim di AS.


Nasib membawa Amir kembali ke Afganistan, setelah mendengar sahabat ayahnya sakit keras. Dari sahabat ayahnya di Pakistan, Amir diberitahu kabar kematian Hassan dan istrinya. Keduanya tewas dibunuh Taliban ketika nekad bertahan menjaga rumah peninggalan keluarga Amir atas permintaan sahabat ayah Amir. Sahabat ayah Amir membuka rahasia yang selama ini terpendam, bahwa Hassan sebetulnya adalah adik tiri Amir. Ayah Amir sempat berselingkuh dengan istri Ali, pelayannya sendiri. Ali adalah laki-laki mandul sehingga tak mungkin istrinya bisa punya anak dari Ali.


Hassan dan istrinya sudah tewas, tapi mereka meninggalkan seorang anak laki-laki bernama Sohrab yang kini tak jelas nasibnya di wilayah yang dikuasai Taliban. Amir --yang selama bertahun-tahun hidup di AS masih dikejar rasa bersalah karena mengkhianati kepercayaan Hassan tentang persahabatan mereka-- kini kembali ke tanah kelahirannya, menempuh segala bahaya untuk menyelamatkan Sohrab, anak sahabat sekaligus adik tirinya Hassan.


Ini adalah salah satu film terbaik yang pernah kutonton. Mataku masih bisa berair, jika mengingat kesetiaan yang tak tergoyahkan dan pengorbanan Hassan, yang bahkan tidak pernah membenci atau menyalahkan Amir setelah dirinya "terusir" akibat difitnah mencuri arloji. Amir kini berusaha bertanggung jawab dan mengurangi rasa bersalahnya dengan menyelamatkan Sohrab, membawanya ke Amerika, dan merawat Sohrab seperti anaknya sendiri.


Film diakhiri dengan adegan main layang-layang, di mana kini Amir-lah yang berperan sebagai Kite Runner dan Sohrab disuruh memainkan layang-layangnya. Film yang luar biasa, yang diadaptasi dari novel laris karya Khaled Hosseini ini, mungkin sulit untuk diputar di bioskop Indonesia.

Pertama, ada adegan sodomi yang kontroversial, walaupun sudah dibikin sehalus mungkin. Adegan ini tak bisa dihapus karena justru bagian yang penting dari cerita.

Kedua, adegan tokoh Taliban yang ternyata perilaku pribadinya penuh kemesuman dan kebusukan. Assef, tokoh yang dulu sering mem-bully Amir dan Hassan, dan yang mensodomi Hassan di era monarki Afganistan, ternyata survive dan menjadi salah satu tokoh Taliban. Tetapi di bawah kedok agama, Assef tetaplah seorang bajingan yang suka melakukan sodomi terhadap anak laki-laki. Amir harus berhadapan dengan Assef demi menyelamatkan Sohrab, anak Hassan yang ditawan oleh Assef. Mengingat beberapa hal di atas, mungkin ada sejumlah kalangan di Indonesia yang "belum siap" untuk menonton film ini. Jika dipaksakan, hanya akan memunculkan kontroversi.

Depok, 17 November 2014

Comments

IBU HAYATI said…
aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI